Berita
Sebuah foto yang diklaim saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro di dalam pesawat militer Amerika Serikat beredar di Facebook [arsip] dan X pada 4 Januari 2026. Foto itu beredar setelah Amerika Serikat menculik Maduro melalui operasi militer pada 3 Januari 2026.
Dalam foto itu, pria yang diklaim sebagai Maduro duduk di kursi panjang diapit dua personel militer. Ia mengenakan kemeja dan celana putih dengan tangan diborgol.
Namun, benarkah foto tersebut merupakan momen saat Presiden Venezuela itu diangkut dengan pesawat militer Amerika Serikat?
Dalam foto itu, pria yang diklaim sebagai Maduro duduk di kursi panjang diapit dua personel militer. Ia mengenakan kemeja dan celana putih dengan tangan diborgol.
Namun, benarkah foto tersebut merupakan momen saat Presiden Venezuela itu diangkut dengan pesawat militer Amerika Serikat?
HASIL CEK FAKTA
Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pengamatan langsung pada gambar, pemindaian dengan alat pendeteksi konten dari mesin akal imitasi (AI), dan membandingkannya dengan fakta dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski penculikan Maduro benar terjadi tapi foto yang beredar tersebut dibuat dengan teknologi AI.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan setelah menganalisis foto tersebut secara manual. Analisis tersebut bertujuan untuk menemukan anomali visual yang lazim ditemukan pada konten buatan AI.
Kejanggalan pertama adalah jari tangan Maduro dan tentara di bagian kiri tak lengkap. Bagian jari telunjuk tangan Maduro terlihat terpotong. Saat dibandingkan dengan arsip foto BBC, Maduro memiliki jari tangan normal.
Kejanggalan kedua adalah telinga tentara di bagian kanan terlihat besar dan panjang tidak proporsional.
Ketiga, seragam tentara dalam gambar yang beredar mirip seragam angkatan darat Amerika Serikat tipe Universal Camouflage Pattern (UCP) yang tak lagi dipakai sejak tahun 2019. Kini seragam mereka memiliki corak-corak dengan warna hijau, sebagaimana ditampilkan website Angkatan Darat AS.
Selain itu, formasi jendela itu berbeda dengan tampilan alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan Maduro yakni kapal perang induk USS Iwo Jima dan sebuah pesawat.
New York Times juga menganggap gambar yang beredar itu tidak otentik. Lantaran susunan jendela yang aneh dan sumber gambar yang tidak jelas. Tak ada lembaga resmi yang mengunggahnya.
Tempo kemudian menganalisis foto tersebut menggunakan alat deteksi AI. Alat AI or NOT menyatakan sebesar 66 persen konten itu mengandung elemen AI. Alat tersebut juga mengidentifikasi empat wajah di dalam foto adalah deepfake.
Selain itu, alat Was It AI menggolongkannya sebagai konten AI dengan konfidensial tinggi.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India juga menyimpulkan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI. Mereka menganalisisnya dengan alat Hive AI image+deepfake classifier dengan hasil 21 persen konten mengandung elemen AI.
Menurut analis DAU, penempatan jendela dalam gambar itu sangat aneh. Jendela dan bayangannya, juga memperlihatkan dinding pesawat yang terlalu tebal. “Kita bisa mengatakan bahwa gambar tersebut tidak asli,” kata analis DAU.
Tempo menemukan sejumlah kejanggalan setelah menganalisis foto tersebut secara manual. Analisis tersebut bertujuan untuk menemukan anomali visual yang lazim ditemukan pada konten buatan AI.
Kejanggalan pertama adalah jari tangan Maduro dan tentara di bagian kiri tak lengkap. Bagian jari telunjuk tangan Maduro terlihat terpotong. Saat dibandingkan dengan arsip foto BBC, Maduro memiliki jari tangan normal.
Kejanggalan kedua adalah telinga tentara di bagian kanan terlihat besar dan panjang tidak proporsional.
Ketiga, seragam tentara dalam gambar yang beredar mirip seragam angkatan darat Amerika Serikat tipe Universal Camouflage Pattern (UCP) yang tak lagi dipakai sejak tahun 2019. Kini seragam mereka memiliki corak-corak dengan warna hijau, sebagaimana ditampilkan website Angkatan Darat AS.
Selain itu, formasi jendela itu berbeda dengan tampilan alat transportasi yang digunakan untuk memindahkan Maduro yakni kapal perang induk USS Iwo Jima dan sebuah pesawat.
New York Times juga menganggap gambar yang beredar itu tidak otentik. Lantaran susunan jendela yang aneh dan sumber gambar yang tidak jelas. Tak ada lembaga resmi yang mengunggahnya.
Tempo kemudian menganalisis foto tersebut menggunakan alat deteksi AI. Alat AI or NOT menyatakan sebesar 66 persen konten itu mengandung elemen AI. Alat tersebut juga mengidentifikasi empat wajah di dalam foto adalah deepfake.
Selain itu, alat Was It AI menggolongkannya sebagai konten AI dengan konfidensial tinggi.
Deepfakes Analysis Unit (DAU) dari Trusted Information Alliance (TIA) India juga menyimpulkan bahwa konten tersebut dibuat dengan AI. Mereka menganalisisnya dengan alat Hive AI image+deepfake classifier dengan hasil 21 persen konten mengandung elemen AI.
Menurut analis DAU, penempatan jendela dalam gambar itu sangat aneh. Jendela dan bayangannya, juga memperlihatkan dinding pesawat yang terlalu tebal. “Kita bisa mengatakan bahwa gambar tersebut tidak asli,” kata analis DAU.
KESIMPULAN
Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa foto yang diklaim sebagai momen Maduro berada di di dalam pesawat militer AS setelah diculik adalah klaim keliru. Foto itu dibuat menggunakan akal imitasi.
Rujukan
https://perma.cc/QVW5-3ZWR?type=image
https://x.com/bergeloralah/status/2008110346394087677
https://www.army.mil/uniforms/?fbclid=IwAR28K6yimV6WNHRR4pKKQ-c9iyxQMPlySEvZ-aDI1274LptwVpbL3O0uKZQ
Publish date : 2026-01-08

