Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro
    CekFakta

    Keliru: Foto Penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro

    Jane DoePublish date2026-01-06
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita

    FOTO yang diklaim sebagai momen penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros oleh Amerika Serikat, beredar di Instagram [arsip] dan Facebook setelah serangan Amerika Serikat ke Venezuela yang turut menjaring istri Maduro, Cilia Flores, pada Sabtu, 3 Januari 2026.

    Dalam gambar itu, Maduro terlihat mengenakan jas hitam serta kemeja putih saat turun dari sebuah pesawat. Ia tampak diapit oleh dua petugas militer dengan seragam bertuliskan DEA.



    Namun, benarkah foto tersebut saat Presiden Venezuela Nicolas Maduro Moros ditangkap oleh Amerika Serikat?

    HASIL CEK FAKTA

    Tempo memverifikasi konten itu menggunakan pendeteksi konten akal imitasi (AI) dan membandingkannya dengan informasi dari sumber-sumber kredibel. Hasilnya, meski Presiden Venezuela Nicolas Maduro memang benar ditangkap oleh Amerika Serikat, namun foto yang beredar itu buatan AI.

    Mula-mula, Tempo mengumpulkan tiga foto terkonfirmasi yang memperlihatkan penangkapan Maduro. Foto pertama diunggah oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump di akun Truth Social miliknya pada 3 Januari 2025.

    Trump mengatakan, Maduro berada di kapal induk militer AS, USS Iwo Jima. Ia berdiri memegangi botol air mineral, mengenakan setelan sweater dan celana training abu-abu dengan kedua mata dan telinga ditutup.

    Kedua, foto saat Maduro baru mendarat di Bandara Internasional Stewart sekitar 97 kilometer sebelah barat laut Kota New York yang dimuat oleh BBC. Ketiga, saat Maduro tiba di kantor Badan Pengawas Narkotika AS (DEA). 

    Pada ketiga foto tersebut terlihat tiga jenis sweater atau jaket yang dikenakan Maduro. Tiga foto Maduro setelah penculikan tersebut dapat disimak dalam gambar berikut:





    Foto tersebut memperlihatkan sejumlah kejanggalan. Pertama, wajah empat anggota militer, termasuk dua orang yang mengapit Maduro di bagian depan tampak buram tidak normal. 

    Kedua, tertulis nama DEA dalam seragam yang dikenakan oleh anggota militer bagian kanan. DEA merujuk singkatan dari The Drug Enforcement Administration (DEA), badan Amerika Serikat yang mengawasi dan menegakkan hukum terkait pelanggaran narkotika. 

    DEA tidak terlibat dalam operasi penangkapan Maduro di Venezuela. Penangkapan Maduro dan istrinya dilakukan oleh pasukan elite Amerika Serikat, termasuk pasukan Delta Force, menurut Reuters.

    Kejanggalan yang ditemukan pada foto semacam itu, lazim ditemui pada konten hasil buatan akal imitasi. Temuan ini juga sesuai dengan analisis alat deteksi AI, AI or NOT yang menunjukkan sekitar 39 persen konten buatan AI.

    Demikian juga dengan alat deteksi Hive Moderation yang menunjukkan kemungkinan buatan AI sebesar 56,1 persen. Hive Moderation mengidentifikasi 73 persen karakteristik foto tersebut dibuat dengan teknologi AI milik Google, Gemini3.



    Situs media Wired dan Perhimpunan Perusahaan Broadcasting Eropa (EBU) menyatakan alat deteksi milik Google, SynthID, menyatakan konten tersebut memang dibuat dengan aplikasi milik Google.

    Penculikan Presiden Venezuela

    Dilansir BBC, Pasukan elit Delta Force Angkatan Darat AS meluncurkan bom ke sejumlah titik di Caracas, ibu kota Venezuela, tanggal 3 Januari 2026. Setelah serangan besar itu, mereka menculik Maduro untuk dibawa ke AS dan diadili.

    Sebelumnya Trump konsisten menyudutkan Maduro dengan menyebutnya sebagai “teroris narkotika” disertai operasi pemeriksaan kapal di perairan negara itu. Serta menempatkan kekuatan besar angkatan laut. Sementara pemerintah Venezuela menuding AS hanya bertujuan menguasai sumber minyak bumi di sana.

    Para pakar yang diwawancarai The Guardian mengatakan tindakan AS itu berpotensi melanggar hukum internasional. Profesor hukum internasional di Universitas Kingston, Elvira Domínguez-Redondo, mengatakan operasi itu "kejahatan agresi dan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara lain.”

    KESIMPULAN

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa narasi yang mengatakan gambar-gambar yang beredar di media sosial itu memperlihatkan kondisi Presiden Venezuela Nicolas Maduro saat diculik pasukan AS adalah klaim keliru.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/DTHRHtdE1cd/

    https://perma.cc/FZQ3-C8UB

    https://www.facebook.com/sigit.rahardjo.10/posts/akhirnya-presiden-venezuela-nicolas-maduro-ditangkap-pasukan-khusus-as-delta-for/26033634322908369/

    https://truthsocial.com/@realDonaldTrump/posts/115832088990838303

    https://www.reuters.com/video/watch/idRW402904012026RP1/

    http://hivemoderation.com

    https://www.wired.com/story/disinformation-floods-social-media-after-nicolas-maduros-capture/

    https://spotlight.ebu.ch/p/maduro-capture-fake-image-fact-check

    Publish date : 2026-01-06

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.