Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru: Foto Jenazah Kakak-Adik Berpelukan Tertimbun Lumpur Banjir di Padang Pariaman
    CekFakta

    Keliru: Foto Jenazah Kakak-Adik Berpelukan Tertimbun Lumpur Banjir di Padang Pariaman

    Jane DoePublish date2026-01-05
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita

    FOTO dengan klaim penemuan jenazah kakak dan adik dalam kondisi berpelukan beredar di Facebook, Instagram, Threads [arsip] dan X pada akhir Desember 2025. Narasi unggahan menyebutkan keduanya tewas akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Padang Pariaman, Sumatra Barat.

    Konten tersebut memuat cerita, “Pelukan terakhir kakak untuk adik (Padang Pariaman). Di daerah Malalak, tim SAR menemukan dua jenazah anak kecil yang terkubur longsor dalam posisi berpelukan. Diketahui sang kakak (12 tahun) mencoba melindungi adiknya yang masih balita dengan cara mendekapnya erat di sudut ruangan saat tanah perbukitan menghantam rumah mereka. Foto evakuasi mereka sempat membuat jagat media sosial berduka sedalam-dalamnya.”



    Namun, benarkah foto jenazah kakak-beradik tersebut adalah korban bencana longsor di Kabupaten Padang Pariaman?

    HASIL CEK FAKTA

    Tempo memverifikasi konten tersebut melalui analisis visual, deteksi konten akal imitasi, serta wawancara dengan otoritas di Sumatera Barat. Hasilnya menunjukkan bahwa meski ada dua anak menjadi korban longsor dan banjir bandang di Kecamatan Malalak, visual yang beredar merupakan produk akal imitasi.

    Juru Bicara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat, Ilham Wahab, menyebut konten tersebut memuat klaim yang tidak akurat. Ia menyoroti kesalahan lokasi Kecamatan Malalak yang dalam unggahan disebut berada di Kabupaten Padang Pariaman, padahal wilayah itu masuk administratif Kabupaten Agam.

    Selain itu, terdapat tiga korban hilang dalam bencana di Kecamatan Malalak pada Agustus dan akhir November 2025. Korban tersebut terdiri atas seorang perempuan berusia 50 tahun serta sepasang kakak-beradik berumur 1 tahun dan 8 tahun.

    Usia kakak dan adik yang meninggal dunia tidak sesuai dengan visual dalam unggahan. Dalam konten tersebut, jarak usia kedua anak terlihat sangat dekat, sementara korban asli memiliki selisih usia tujuh tahun. “Cerita ini hanya dibuat-buat,” kata Ilham kepada Tempo pada Jumat, 2 Januari 2026.



    Sumbarkita.id melaporkan penemuan jenazah seorang anak perempuan di Nagari Malalak Timur, Kecamatan Malalak, pada Sabtu, 3 Januari 2026. Namun, korban bernama Aqila yang berusia tujuh tahun tersebut ditemukan seorang diri, bukan dalam posisi berpelukan.

    Camat Malalak Ulya Satar menyebut tim menemukan jenazah itu secara tidak sengaja saat sedang membersihkan perkampungan. Tim berhasil mengidentifikasi korban melalui pakaian yang ia gunakan serta keterangan dari pihak keluarga.

    Tempo juga menganalisis foto tersebut menggunakan perangkat deteksi akal imitasi Hive Moderation. Hasilnya, perangkat tersebut menyimpulkan probabilitas konten itu dibuat menggunakan akal imitasi mencapai 96,4 persen.



    Sementara alat Image Whisperer menyatakan gambar itu konten AI dengan konfidensial tinggi. Alat deteksi lainnya, AI or NOT menunjukkan kemungkinan 58 persen konten dibuat dengan AI.



    Bencana di Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam

    Dilansir Tempo, seorang warga Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, bernama Fendi menceritakan banjir bandang di kampungnya terjadi tanggal 26 November 2025. Banjir disertai berbagai material yang disebut sebagai lumpur galado itu menerjang kampung dari arah bukit pukul 15.00 WIB.

    Selain melihat kedatangan air, Fendi mengaku mendengar suara letupan yang ia duga berasal dari berbagai benda yang tertabrak arus. Ia berteriak memperingatkan tetangga serta berupaya mengevakuasi keluarganya.

    Fendi tidak menyangka kampungnya yang semula tenang dengan hamparan sawah luas bisa hancur seketika. Keesokan harinya, tim SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas Padang, Brimob Polda Sumbar, BPBD, PMI, relawan, serta masyarakat mulai menyisir area perkampungan untuk mencari korban.

    Saat ini, pemerintah tengah memperbaiki jalan, jembatan, serta fasilitas air bersih sembari membahas kelanjutan permukiman warga penyintas banjir. Sumbar Daily melaporkan 60 warga menolak rencana relokasi ke wilayah Maninjau karena ingin tetap tinggal di tanah kelahiran mereka.

    Bupati Agam Benni Warlis menugaskan seluruh camat untuk mencari lokasi relokasi terbaik. Pemerintah akan membangun rumah di lokasi baru menggunakan dana APBN melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Danantara, serta bantuan dari Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.

    KESIMPULAN

    Verifikasi Tempo menyimpulkan bahwa gambar yang diklaim sebagai jenazah kakak-beradik berpelukan terkubur lumpur banjir bandang di Padang Pariaman adalah keliru. Gambar itu dibuat menggunakan mesin AI.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/groups/6739296462858626/posts/25857897497238569

    https://www.instagram.com/reels/DS_Km6pE8nx/

    https://www.threads.com/@mama_jimjeput/post/DS3zOeTk8GR

    https://perma.cc/7FCU-LSTC

    https://x.com/CAMERALIVE6849/status/2006655250879623431

    https://www.instagram.com/reels/DTCzwRkEbke/

    https://hivemoderation.com/

    https://imagewhisperer.org/

    https://www.aiornot.com/ /cdn-cgi/l/email-protection#8eedebe5e8efe5faefcefaebe3fee1a0ede1a0e7ea

    Publish date : 2026-01-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.