Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[BELUM TERBUKTI] Akar Pepaya dan Garam Mampu Obati Gigitan Hewan Berbisa
    Misleading Content

    [BELUM TERBUKTI] Akar Pepaya dan Garam Mampu Obati Gigitan Hewan Berbisa

    Jane DoePublish date2025-01-23
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Facebook “Fadli” pada Selasa (31/12/2024) membagikan video [arsip unggahan dan arsip video] disertai narasi:
    “Pertolongan pertama jika digigit hewan berbisa seperti lipan, kalajengking dan lain-lain cukup menggunakan akar pepaya dan garam halus caranya agar pepaya ini ditumbuk sampai benar-benar halus kemudian ditambah dengan garam halus diaduk sampai tercampur rata kemudian tumpukan dari si daun eh akar pepaya ini ya ditempelkan ke bagian yang digigit hewan berbisa tadi. Ini tujuannya untuk menghambat racun supaya tidak cepat menyebar setelah itu cepat-cepat pergi ke klinik terdekat.”

    Hingga Kamis (23/1/2025) unggahan tersebut telah disukai lebih 11.000 pengguna dan menuai 200-an komentar.

    HASIL CEK FAKTA

    Disadur dari artikel Cek Fakta Tempo.co.

    Tempo verifikasi klaim ini dengan meminta pendapat pakar toksikologi, emergency medicine (EM) dan hasil riset.

    Dr. Heru Wiyono SpPD dari Fakultas Kedokteran Universitas Surabaya mengatakan, pertolongan pertama saat mengalami gigitan hewan berbisa adalah mengamankan korban dan membersihkan luka.

    “Kalau ada orang tergigit binatang berbisa, amankan dulu korbannya, kemudian lakukan pembersihan luka, sebisa mungkin penolong menggunakan sarung tangan, dengan air mengalir dan sabun atau deterjen kalau ada” kata Heru.

    Sabun atau deterjen digunakan karena memiliki sifat menguraikan lemak seperti penggunaannya di rumah untuk cuci piring. Sabun dan deterjen dapat merusak dinding selaput virus dan bakteri.

    “Selain sabun, dapat menggunakan larutan yang mengandung povidone iodine yang biasa digunakan untuk membersihkan luka. Cairan ini dijual di toko dan apotek,” lanjutnya.

    Sedangkan terkait penggunaan garam pada luka, Heru mengatakan garam memiliki sifat menyerap cairan (absorbent) di sekitarnya.

    “Pemberian garam pada luka akan membantu mengeringkan luka dan diharapkan merusak selaput virus dan bakter, tapi masih perlu banyak diteliti dulu keamanannya,” lanjut dia.

    Heru menegaskan, jika timbul gejala alergi seperti bentol-bentol di wajah, sesak nafas, dan suara parau, atau ada keluhan lainnya, korban harus segera ke fasilitas kesehatan terdekat.

    Tempo menemukan terdapat beberapa studi tentang potensi kandungan pada akar pepaya (Carica Papaya Linn) yang diekstraksi untuk pengobatan. Dilansir oleh artikel Duru dan Chidi (2019), akar pepaya memiliki potensi dan dapat diaplikasikan untuk mengobati malaria, penyakit kardiovaskular, peradangan, dan infeksi mikroba.

    Penelitian lain yang dipublikasikan Sciencedirect.com menyebutkan ekstrak air dari akar pepaya (Carica Papaya Linn) memiliki potensi mengobati penyakit dan membantu penyembuhan alami keracunan zat kimia. Namun, riset ini tidak menyebut secara spesifik pada keracunan akibat gigitan serangga dan masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

    KESIMPULAN

    Unggahan berisi narasi ”akar pepaya dan garam mampu obati gigitan hewan berbisa” merupakan konten yang menyesatkan (misleading content).

    (Ditulis oleh Moch. Marcellodiansyah)

    Rujukan

    https://http[tempo.co] Belum Ada Bukti, Akar Pepaya Mengobati Gigitan Hewan Berbisa

    https://www.facebook.com/reel/9036744296407750 (tautan asli unggahan Facebook “Fadli”)

    https://bit.ly/40iYvRK (arsip unggahan akun Facebook “Fadli”)

    https://bit.ly/3CvBFye (arsip video unggahan akun Facebook “Fadli”)

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/3369/belum-ada-bukti-akar-pepaya-mengobati-gigitan-hewan-berbisa

    Publish date : 2025-01-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.