Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Kapal Tenggelam di Selat Bali pada 8 Oktober 2024
    CekFakta

    [HOAKS] Kapal Tenggelam di Selat Bali pada 8 Oktober 2024

    Jane DoePublish date2024-10-09
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Sebuah kapal penumpang dikabarkan tenggelam di Selat Bali pada Selasa (8/10/2024). Informasi ini beredar luas di media sosial hingga hari ini, Rabu (9/10/2024).

    Narasi itu disertai video yang menunjukkan sebuah kapal penuh penumpang terbalik dan orang-orang jatuh ke air.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi kapal penumpang tenggelam di Selat Bali pada Selasa (8/10/2024) dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Kapal tenggelam di selat Bali

    Video yang dibagikan dibubuhi teks sebagai berikut:

    selat BALI BERDUKA 08.10.2024

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Cek Fakta Kompas.com menemukan bahwa video yang dibagikan sama dengan klip yang diklaim sebagai kapal terbalik di Gowa, Sulawesi Selatan, pada 6 Oktober 2024.

    Adapun narasi kapal terbalik di Gowa, Sulsel, telah dibantah Kompas.com dalam artikel ini.

    Penelusuran gambar menggunakan Google Lens mendeteksi video tersebut sebagai peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo (DRC).

    Video yang sama diunggah oleh kanal YouTube CGTN Africa pada 4 Oktober 2024. Sebanyak 78 orang dilaporkan tewas dalam insiden tersebut.

    Dilansir BBC, kapal tersebut melakukan perjalanan dari Minova di Kivu Selatan dan tenggelam saat tiba di pantai Goma pada 3 Oktober pagi.

    Gubernur Kivu Selatan, Jean Jacques Purisi mengatakan, kapal tersebut mengangkut 278 penumpang.

    "Diperlukan waktu setidaknya tiga hari untuk mendapatkan jumlah (korban) pastinya, karena belum semua jenazah ditemukan," kata Purisi kepada Reuters.

    Video mengenai kapal tenggelam di Kongo itu juga pernah disalahgunakan untuk menyebarluaskan hoaks dengan narasi peristiwa itu terjadi di Gowa, Sulawesi Selatan.

    Tim Cek Fakta Kompas.com sudah membongkar hoaks itu melalui artikel berikut: [HOAKS] Kapal Terbalik di Gowa, Sulsel, pada 6 Oktober 2024

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi kapal penumpang tenggelam di Selat Bali pada Selasa (8/10/2024) adalah hoaks.

    Video yang dibagikan adalah peristiwa kapal terbalik di Danau Kivu, Republik Demokratik Kongo, pada 3 Oktober 2024. Insiden itu menewaskan 78 orang.

    Ini merupakan hoaks yang berulang. Video kapal terbalik di Kongo disebar dengan narasi keliru, seolah-olah terjadi di Indonesia.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/1192695105348084

    https://www.facebook.com/reel/839569204695776

    https://www.facebook.com/budiarni.manik/posts/pfbid0YwKGW7hk6JDqQJppjifGJ584SZE7bUzYRY5tHFpHBKT8P6rizPtJJgh3KjDHGTXNl

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/10/08/141400682/-hoaks-kapal-terbalik-di-gowa-sulsel-pada-6-oktober-2024

    https://www.youtube.com/watch?v=46c6U20BfvQ

    https://www.bbc.com/news/articles/cvg37vnm9yqo

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2024/10/08/141400682/-hoaks-kapal-terbalik-di-gowa-sulsel-pada-6-oktober-2024

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-10-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.