Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[KLARIFIKASI] Labubu Terinspirasi dari Mitologi Eropa, Bukan Monster Taotie di China
    CekFakta

    [KLARIFIKASI] Labubu Terinspirasi dari Mitologi Eropa, Bukan Monster Taotie di China

    Jane DoePublish date2024-09-26
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Karakter Labubu, yang bonekanya tengah menjadi tren, disebut terinspirasi monster Taotie yang berasal dari mitologi China.

    Narasi yang beredar tersebut keliru dan perlu diluruskan informasinya.

    Menurut Kasing Lung yang merupakan desainer dan seniman pencipta karakter Labubu, inspirasinya bukan dari mitologi China melainkan Eropa.

    Beberapa narasi di Facebook, misalnya ini, ini, dan ini, mengatakan bahwa Taotie adalah monster yang melambangkan keserakahan. Ia memakan apa pun, termasuk tubuhnya sendiri.

    Berikut kutipan narasi yang beredar di Facebook:

    Teori fenomena mengerikan tentang boneka labubu ini saya rangkum secara singkat dari berbagai sumber. 

    Pertama, kreator labubu atau yang juga disebut boneka demon (iblis) ini berasal dari Hong Kong bernama Kasing Lung, yang terinspirasi kemungkinan besar dari monster yang bernama taotie.

    Dalam cerita mitologi Tiongkok, Taotie adalah monster yang suka makan apa saja termasuk makan manusia.

    Bahkan dia memakan tubuhnya sendiri, karena itu Taotie digambarkan hanya dengan mulut yang besar dan kepala yang besar. 

    Taotie juga dianggap sebagai simbol keserakahan dan kerakusan.

    HASIL CEK FAKTA

    Karakter Labubu diciptakan oleh seniman Kasing Lung pada 2015. Dalam wawancara dengan Hypebeast pada 2017, Lung mengungkapkan inspirasi di balik penciptaan Labubu.

    Lung menuturkan bahwa semasa kecil, keluarganya pindah ke Belanda. Pindah ke Belanda membuat Lung kecil akrab dengan dongeng dan mitologi Eropa.

    "Sewaktu saya masih kecil, saya senang membaca buku cerita dan terpengaruh oleh legenda elf Eropa kuno," kata Lung, yang lahir di Hong Kong pada 1972.

    Lung mengatakan, ia tidak memiliki konsol gim atau komputer semasa kecil. Satu-satunya hiburannya adalah menggambar boneka.

    "Jadi, saya punya ide menggambar karakter dongeng sejak saya masih kecil," tuturnya.

    Lung mengungkapkan, Labubu merupakan salah satu karakter favoritnya. Ia menyebut Labubu sebagai karakter yang baik sekaligus jahat.

    "Meskipun Labubu terlihat jahat dan licik, dia sebenarnya baik hati," ujar Lung.

    Dikutip dari PBS, Taotie adalah monster dari mitologi China. Narasi tertulis tentang Taotie mulai muncul sekitar abad ke-4 SM.

    Cerita tentang Taotie dimulai dari tradisi Zuo atau komentar Zuo, yang juga merupakan karya narasi lengkap pertama dalam literatur China.

    Menurut cerita, pada masa lampau, lahir seorang anak keempat yang jahat dan rakus dari klan Jinyun. Anak tersebut tidak pernah memiliki rasa puas.

    Ia menimbun makanan, menolak untuk berbagi bahkan dengan mereka yang paling membutuhkan. Anak tersebut dipanggil Taotie.

    Dilansir Bangkok Post, Labubu adalah bagian dari "The Monsters", sekumpulan karakter yang diciptakan oleh Lung. Karakter The Monsters lainnya yaitu, Zimomo, Tycoco, dan Spooky.

    Labubu digambarkan sebagai monster yang tersenyum lebar dengan telinga runcing serta gigi tajam. Penampilan Labubu mengesankan bahwa ia adalah karakter yang jahat.

    Namun dalam cerita Lung, Labubu sebenarnya adalah karakter yang baik hati yang selalu ingin membantu, tetapi tidak sengaja melakukan hal-hal buruk.

    Pada 2019, Lung menandatangani perjanjian lisensi eksklusif dengan Pop Mart, untuk memproduksi dan mendistribusikan mainan berdasarkan karakter The Monsters.

    Dilansir Kompas.id, tren boneka labubu di Indonesia berlangsung sejak akhir Juli 2024. Boneka tersebut juga menjadi barang populer di China, Thailand, Vietnam, dan Singapura.

    Naiknya popularitas Labubu diduga terjadi setelah sejumlah personel grup vokal perempuan Korea Selatan, Blackpink, memamerkan boneka karakter tersebut di media sosial.

    KESIMPULAN

    Narasi yang menyatakan bahwa Labubu terinspirasi dari mitologi China, yaitu monster Taotie merupakan informasi yang keliru dan perlu diluruskan informasinya.

    Dalam mitologi China, Taotie merupakan karakter iblis yang menyimbolkan keserakahan. Taotie memakan apa saja yang ditemui, termasuk manusia. Bahkan Taotie memakan tubuhnya sendiri.

    Namun, Kasing Lung sebagai pencipta Labubu mengatakan bahwa inspirasinya atas karakter Labubu didapatkan dari mitologi Eropa kuno.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid03AUfkyTmQ4bDUc37yMSfzA4juH3PAotpYE5Rdi1BYps1vsMvPNEqZra11yer3Leul&id=100066898696733

    https://www.facebook.com/umi.khuzaymah/posts/pfbid0wvYYWVViUYRVK6iTJJV4BMvbS8CsrZVGwspwy1sqqvyiYaDo2pVdb7Ww39KGccFxl

    https://www.facebook.com/agkartikadp/posts/pfbid0zX35T1AFcBBQb9ThZj9tp4TbmizBr567zFwLoPVfpHe7nPzAt4e4VKvDB39rrx6el

    https://hypebeast.com/hk/2017/6/hypebeast-interview-with-kasing-lung

    https://www.pbs.org/video/taotie-the-mystery-of-chinese-mythologys-famous-glutton-xzpbtl/

    https://www.bangkokpost.com/thailand/people/2783937/kasing-lung-the-artist-behind-labubu

    https://www.kompas.id/baca/humaniora/2024/09/18/boneka-labubu-dan-repotnya-menjadi-orang-fomo

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-09-26

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.