Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Vaksin AstraZeneca Mengandung Virus Mpox
    CekFakta

    [HOAKS] Vaksin AstraZeneca Mengandung Virus Mpox

    Jane DoePublish date2024-08-22
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi dengan klaim yang menyatakan vaksin Covid-19 AstraZeneca mengandung virus cacar monyet atau monkeypox (Mpox), yang saat ini ditetapkan sebagai darurat kesehatan global.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi vaksin AstraZeneca mengandung virus MpoX dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Selasa (20/8/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    VAKSIN ASTRAZENECA MENGANDUNG CACAR MONYET!!!!!!!!!

    HASIL CEK FAKTA

    Dilansir AAP Fact-Check, pakar imunologi Alexandra Spencer, yang tergabung dalam tim pengembangan vaksin AstraZeneca, menjelaskan tentang vektor virus dalam vaksin.

    "Virus merupakan vektor yang baik karena memberikan informasi tambahan kepada sistem kekebalan tubuh untuk mengindikasikan bahwa protein tersebut asing dan tubuh perlu meningkatkan respons kekebalan terhadapnya," kata Spencer.

    Ia mengatakan, vektor virus vaksin AstraZeneca menggunakan adenovirus simpanse, yang telah digunakan dalam uji klinis untuk melawan berbagai macam penyakit.

    Spencer membantah narasi yang mengeklaim adenovirus tersebut merupakan virus Mpox.

    "Adenovirus dan virus Mpox termasuk dalam kelas virus yang sama sekali berbeda," kata Spencer.

    Sementara itu, Profesor Virologi di University of Reading, Ian Jones, mengatakan kepada Reuters pada Juni 2022 bahwa adenovirus simpanse sepenuhnya berbeda dengan Mpox.

    Kemudian, Joshua Szanyi dari Melbourne School of Population and Global Health, mengatakan kepada RMIT FactLab pada Agustus 2022 bahwa adenovirus simpanse tidak terkait dengan virus yang menyebabkan cacar monyet.

    Dilansir The Guardian, Mpox sebelumnya dikenal sebagai cacar monyet, dan merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus.

    Gejala infeksi Mpox mirip flu, yakni demam, menggigil, dan nyeri otot. Kemudian, muncul ruam berisi cairan. Ruam ini akan melepuh dan pada akhirnya membentuk koreng.

    Secara garis besar ada dua jenis Mpox, yang dikenal sebagai Clade I dan Clade II. Keduanya dapat berakibat fatal, meski secara historis clade I memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi.

    Sebuah cabang baru dari Clade I, Clade Ib, telah terdeteksi di bagian timur Kongo dan telah dikonfirmasi di Kenya, Rwanda dan Uganda.

    Para ilmuwan percaya bahwa varian ini berperan dalam penyebaran cepat Mpox baru-baru ini.

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi vaksin AstraZeneca mengandung virus MpoX adalah hoaks.

    Sejumlah pakar virologi telah menegaskan bahwa adenovirus simpanse dalam vaksin AstraZeneca berbeda dengan virus penyebab Mpox.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/gene.dumont.5/posts/pfbid0nfYDFA3F4c8nARiRdaJyjNsoQ7vyoEJCA4WcQW1jpEfsGMRJB84i24wD3PZLg31Yl

    https://www.facebook.com/christy.m.fellers/posts/pfbid02BDSRiJkBDTnrGXcXMicP64PbrJTNCNpXr4awFJCgf9AncZYmaiXbCysqhViWLMDfl

    https://www.facebook.com/groups/896553958308107/?multi_permalinks=1168579721105528&hoisted_section_header_type=recently_seen

    https://www.aap.com.au/factcheck/mpox-outbreak-falsely-linked-to-covid-vaccines/

    https://www.theguardian.com/world/article/2024/aug/16/what-do-we-know-mpox-outbreak-africa

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-08-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.