Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Alergi Kacang Disebabkan Kandungan Minyak Kacang dalam Vaksin Anak
    CekFakta

    [HOAKS] Alergi Kacang Disebabkan Kandungan Minyak Kacang dalam Vaksin Anak

    Jane DoePublish date2024-07-30
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar narasi yang mengeklaim alergi kacang disebabkan oleh kandungan minyak kacang dalam vaksin yang disuntikkan ke anak-anak.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi tersebut hoaks.

    Narasi alergi kacang disebabkan kandungan minyak kacang dalam vaksin dibagikan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini, pada Juli 2024.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Peanut allergies are a result of peanut oil placed in childhood vaccines. (Alergi kacang dipicu oleh kandungan minyak kacang dalam vaksin yang disuntikkan kepada anak-anak.)

    HASIL CEK FAKTA

    Dilansir Mayo Clinic, alergi kacang terpicu ketika sistem kekebalan tubuh mengidentifikasi kacang yang tertelan atau terhirup sebagai sesuatu yang berbahaya bagi tubuh.

    Hal ini dapat memicu respons imun yang menghasilkan gejala seperti gatal-gatal, masalah pencernaan, dan reaksi alergi akut dan parah (anafilaksis).

    Meskipun akar penyebab alergi kacang tidak diketahui, faktor-faktor seperti usia, genetika, dan alergi lainnya dianggap sebagai penyebabnya.

    Sementara itu, pemeriksa fakta Snopes menemukan bahwa narasi vaksin untuk anak-anak mengandung minyak kacang berasal dari artikel The New York Times yang terbit pada 1964.

    Artikel itu memberitakan uji klinis perusahaan farmasi Merck terhadap vaksin flu yang mengandung ekstrak minyak kacang yang diberi nama "Adjuvant 65".

    Namun, artikel tersebut sama sekali tidak menyebutkan bahwa vaksin yang beredar pada 1960-an umumnya mengandung minyak kacang.

    Sebaliknya, artikel itu memberitakan, vaksin yang diuji oleh Merck tidak disetujui untuk digunakan secara umum di Amerika Serikat.

    Adapun pemeriksa fakta Health Feedback menemukan sebuah publikasi di jurnal akademik "Vaccine" pada 2005, yang menjelaskan bahwa perusahaan farmasi hanya menggunakan minyak kacang sebagai bahan pembantu dalam uji klinis awal vaksin selama tahun 1960-an.

    Bahan pembantu atau adjuvan adalah bahan yang digunakan dalam beberapa vaksin untuk menciptakan respons imun yang lebih kuat.

    Saat ini, satu-satunya bahan berbasis minyak yang digunakan sebagai adjuvan vaksin adalah squalene (minyak hati ikan hiu).

    KESIMPULAN

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengeklaim alergi kacang disebabkan kandungan minyak kacang dalam vaksin untuk anak-anak adalah hoaks.

    Akar penyebab alergi kacang masih belum diketahui, tetapi faktor-faktor seperti usia, genetika, dan alergi lainnya dianggap sebagai penyebabnya.

    Sementara itu, perusahaan farmasi hanya menggunakan minyak kacang sebagai bahan pembantu dalam uji klinis awal vaksin selama tahun 1960-an.

    Saat ini, satu-satunya bahan berbasis minyak yang digunakan sebagai adjuvan vaksin adalah squalene (minyak hati ikan hiu).

    Rujukan

    https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid0G9feTfcciTPJAXpYXmFin5akeHjvrqiEEksnbPprwo7Hw9U5QHQSSY5rEaLYfxbhl&id=100081555016737

    https://www.facebook.com/permalink.php?story_fbid=pfbid02NUW7qCsRgHKpy2KrWjNCmgpdeLraghwxAkfxReEXSFtTvbsAeSaL667GkmqhJmbkl&id=100070521020815

    https://www.facebook.com/Christina.D.Weis/posts/pfbid02skB3XgE1BaMF4wfXbQFaPvWJ3srDHM1ZQyz4v163j4nFeX64j15cPgnpPvzB4TPFl

    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/peanut-allergy/symptoms-causes/syc-20376175#:~:text=Peanut%20allergy%20occurs%20when%20your,Direct%20contact.

    https://www.snopes.com/fact-check/pharmaceutical-companies-peanut-oil-vaccines/

    https://healthfeedback.org/claimreview/peanut-oil-isnt-ingredient-vaccines-doesnt-cause-peanut-allergies/

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-07-30

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.