Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Clarification»Kericuhan di TPS akibat Anggota Ormas Pakai Pin Paslon
    Clarification

    Kericuhan di TPS akibat Anggota Ormas Pakai Pin Paslon

    Jane DoePublish date2019-04-17
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    Sebuah video viral di akun sosial media Instagram menunjukkan kericuhan di sebuah tempat pemungutan suara (TPS) di Tanjung Duren, Jakarta Barat, Rabu (17/4/2019). Dalam video yang diunggah akun @kentaschester, tampak beberapa pria yang mengenakan pakaian khas organisasi yang dinarasikan sebagai Forum Pembela Islam (FPI), dan juga memakai pin garuda merah yang merupakan atribut dari paslon 02 Prabowo-Sandi.

    HASIL CEK FAKTA

    Saat dihubungi Kompas.com, Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren AKP Rensa Aktadivia membenarkan peristiwa keributan tersebut.

    Menurut dia, keributan itu terjadi di TPS 75-84 di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat pada Rabu (17/4/2019) siang. Peristiwa itu terjadi akibat sekelompok orang datang ke TPS dengan mengenakan atribut FPI.

    Mereka menunjukkan dukungan kepada pasangan calon presiden dan calon wakil presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, dengan menggunakan pin berbentuk garuda. Menurut polisi, kericuhan terjadi karena pihak dari pendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin memprotes penggunaan atribut pasangan calon.

    "Jadi ada tujuh orang menggunakan atribut 02 dengan pin garuda merah. Lalu, diminta keluar oleh pihak kubu 01, karena sebelumnya ada perjanjian tidak boleh membawa atribut masing-masing calon," ujar Rensa.

    Sekelompok orang tersebut kemudian merasa tidak terima lantaran diusir dari TPS sehingga terlibat cekcok hingga pihak kepolisian pun membantu mengamankan mereka. Rensa mengatakan, saat ini ada tujuh orang yang diamankan pihak kepolisian.

    "Dari tujuh, dua orang itu anak di bawah umur," kata Rensa.

    KESIMPULAN

    Benar adanya peristiwa tersebut, seperti yang disampaikan langsung oleh pihak Kepolisian.

    Rujukan

    https://megapolitan.kompas.com/read/2019/04/17/17231301/cek-fakta-kericuhan-di-tps-akibat-anggota-ormas-pakai-pin-paslon

    https://tirto.id/7-orang-bawa-pin-garuda-merah-brosur-prabowo-ke-tps-mediterania-dmwF

    https://kabar24.bisnis.com/read/20190417/15/912833/polsek-tanjung-duren-amankan-7-orang-pembawa-atribut-02-ke-tps

    Publish date : 2019-04-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.