Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»Jika Mencoblos Gambar Partai, Calon Presiden Akan Kalah
    Fabricated Content

    Jika Mencoblos Gambar Partai, Calon Presiden Akan Kalah

    Jane DoePublish date2019-04-17
    Share
    Facebook

    Berita

    Satu hari jelang pemilihan umum, beredar himbauan lewat media sosial di Kota Makassar.

    Warga dihimbau hati-hati saat mencoblos Calon Presiden, Calon Anggota Legislatif, dan Partai. Karena akan merugikan salah satu Calon Presiden.

    Berikut informasi yang beredar lewat WhatsApp dan Facebook :

    HIMBAUAN

    Assalamualaikum .. Mohon ingatkan kpd seluruh keluarga,’ sahabat, teman, handai taulan dan para relawan, agar pada saat pencoblosan

    17 April 2019 kita

    langsung coblos calegnya jangan lambang partainya tujuan nya agar Prabowo Sandi dapat suara 2 dari caleg dan partainya,,,

    Artinya
    Kertas warna Abu2

    Coblos gambar prabowo/sandi

    Kertas warna Kuning

    Coblos nama calegnya

    Maka partai akan mendapatkan 2 point

    Kertas warna biru

    Coblos nama calegnya

    Maka partai akan mendapatkan 2 point

    Contoh

    Kalo 01 lebih banyak suara calegnya daripada partainya

    dan 02 lebih banyak suara partainya drpd celegnya maka kemungkinan 02 akan kalah,,,

    Karena pemilu sekarang memakai sistem gaya pemilu Amerika kemarin

    yg Donal Trump menang telak dari pendukung nya ketimbang partainya,,,

    Jadi kalo kita nyoblos caleg otomatis dapat 2 suara dari celeg dan partainya.

    Harus segera di sosialisasikan

    Gerindra,

    PAN

    Demokrat,

    PKS

    Berkarya,

    partai pendukung 02

    #PRABOWOSANDI

    HASIL CEK FAKTA

    Anggota Bawaslu Kota Makassar Abdul Hafid mengatakan informasi yang disebar itu hoax.

    Indonesia mengadopsi cara penghitungan perolehan suara dengan berdasarkan jumlah kursi dengan model penghitungan Sainte-Lague.

    “Tujuannya supaya perolehan suara terbagi habis ke masing-masing peserta Pemilu,” kata Hafid kepada Makassar Terkini, Selasa 16 April 2019.

    Dia mengatakan, informasi tersebut cenderung masuk kategori kampanye di masa tenang.

    “Tidak boleh lagi ada kampanye,” tegas Hafid.

    Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Sulawesi Selatan Mardiana Rusli mengatakan, sistem Pemilu di Indonesia jauh berbeda dengan Amerika.

    “Bedalah,” kata Mardiana yang juga mantan Anggota KPU Sulsel.

    Menurut Mardiana, sistem Pemilu di Indonesia sifatnya proporsional terbuka. Pola pencoblosannya beda dengan Amerika.

    Pemilu Indonesia masih menggunakan perhitungan manual. Dikerjakan oleh petugas KPPS. Berjenjang mulai dari TPS, kecamatan, kabupaten, kota, provinsi sampai tingkat paling tinggi di pusat.

    Terkait cara pencoblosan lembar suara presiden dan lembar suara partai, kata Mardiana, sama sekali tidak ada sangkut pautnya. Perolehan suara capres terpisah dengan suara partai.

    “Capres hanya dua pilihan. Pilih 01 atau 02, tidak ada gabungan dengan Caleg atau partai di surat suara yang beda. Begitupula sebaliknya,” ungkapnya.

    Jika warga memilih atau mencoblos nama satu Caleg, suaranya akan langsung diberikan ke Caleg. Bila warga memilih dua sampai tiga Caleg dalam satu partai, maka suaranya untuk partai.

    “Tidak ada istilah satu poin atau dua poin,” ungkap Mardiana.

    Pemilihan Presiden di Amerika menggunakan sistem Dewan Pemilih.

    Warga negara Amerika akan memilih sejumlah Dewan Pemilih yang dicalonkan partai.

    Selanjutnya, Dewan Pemilih terpilih yang akan menentukan siapa Presiden terpilih.
    “Kalau di Indonesia, warga langsung memilih presidennya. Tanpa diwakili,” kata Mardiana.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://makassar.terkini.id/cek-fakta-beredar-informasi-jika-mencoblos-gambar-partai-calon-presiden-kalah/

    Publish date : 2019-04-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.