Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Video Bayi Bermata Tiga
    CekFakta

    [HOAKS] Video Bayi Bermata Tiga

    Jane DoePublish date2024-04-05
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video bayi yang memiliki tiga mata di media sosial. Mata ketiganya ada di kening.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu tidak benar atau hoaks.

    Video bayi bermata tiga disebarkan oleh akun Facebook ini, ini, dan ini. Berikut narasi yang ditulis salah satu akun pada 24 Februari 2024:

    ALLAHU AKBAR! Viral bayi bermata tiga.

    akun Facebook Tangkapan layar manipulasi video di sebuah akun Facebook, 24 Februari 2024, soal bayi bermata tiga.

    HASIL CEK FAKTA

    Tim Cek Fakta Kompas.com mengambil tangkapan layar video lalu menelusurinya menggunakan Google Lens. Hasil pencarian menunjukkan bahwa konten tersebut telah ada sejak 2020.

    Dilansir News Checker, narasi soal video bayi bermata tiga berasal dari Jerman. Namun, apabila dicermati, gerak mata di kening bayi sama persis dengan gerak mata kirinya.

    Penilaian serupa juga dibuat Factly, yang menemukan bahwa manipulasi video dengan menduplikat salah satu mata dapat dilakukan menggunakan perangkat lunak After Effects.

    Perangkat yang dikembangkan oleh Adobe ini memungkinkan pengguna membuat animasi dan rekayasa visual.

    Video bayi bermata tiga pertama kali diunggah oleh akun X ini pada 9 Juli 2020. Pengguna berbahasa Mandarin tersebut kerap mengunggah konten hasil rekayasa digital.

    Sebagai informasi, memang ada kasus duplikasi sebagian wajah yang disebut dengan diprosopus monocephalus tri ophthalmos.

    Pada Januari 2018, terdapat studi kasus terhadap seorang anak berusia satu tahun yang memiliki tiga mata sejak lahir.

    Kendati demikian, bayi dalam video yang beredar bukan mengalami diprosopus, tetapi hasil manipulasi digital.

    KESIMPULAN

    Video bayi bermata tiga merupakan hasil manipulasi menggunakan perangkat lunak After Effect.

    Video tersebut pertama kali diunggah pada 2020 oleh pengguna X yang kerap mengunggah konten rekayasa digital.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/653131553146089

    https://www.facebook.com/100007393998202/videos/2803175069938932/

    https://www.facebook.com/tony.abat.12/videos/192696712273782

    https://lens.google.com/search?ep=subb&hl=en-US&re=df&s=4&p=AbrfA8qUKzUicCGIEuArIN9ONeWtwDW2cXzSZ-eU89AWxcMn6COXmVJiiSbUwrLMg4HO5rgmoG14cIiA-xvkwwXCKdY8lfZ-7tR00ou8l9I4DDCHZIUbV8TmbWxlf5E9VcFd5CtVrhJA-53EcohSa0qbIMygpwsJ_rdHV1428JSDH7wga4Fz6zeUixGe-e1xU80bI6ikgWtlxELhA2p7mhs3SbSBU4rO09Rpa7-jiEJZizXurJSu9D5Pk6f9jMQ9K1VMfQ7l1CNOxWdmwKSKedHqCU1DNXCUPlmwUPJF#lns=W251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsbnVsbCxudWxsLDEsIkVrY0tKR1ZpTVdGa00ySTVMVGt5Wm1RdE5HUXhNQzFpTUdNNUxXRmtObVZqWVRVMlpHUmhOeElmZDNsT1gzUnhYelJzTFVWbE9FZHRjM3A0VFdaRGJIUnVRVk0zV0Rab1p3PT0iLG51bGwsbnVsbCxbW251bGwsbnVsbCxudWxsLG51bGwsMjddLFtdXSwxLG51bGwsW251bGwsbnVsbCxbMCwwLDk4OTU1LDEwMDAwMF1dLFtudWxsLG51bGwsW251bGwsWzAsMCw5ODk1NSwxMDAwMDBdXV1d

    https://newschecker.in/fact-check/baby-with-three-eyes-born-in-germany/

    https://factly.in/an-edited-video-falsely-shared-as-a-video-of-baby-born-with-three-eyes/

    https://twitter.com/ccglobal30/status/1281238219535921154

    https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26586597/

    https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D

    Publish date : 2024-04-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.