Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[KLARIFIKASI] Tidak Benar Banjir Demak adalah Pertanda Selat Muria Muncul Lagi
    CekFakta

    [KLARIFIKASI] Tidak Benar Banjir Demak adalah Pertanda Selat Muria Muncul Lagi

    Jane DoePublish date2024-03-22
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Banjir parah yang melanda Kabupaten Demak, Jawa Tengah, disebut sebagai pertanda kemunculan kembali Selat Muria.

    Selat Muria merupakan selat yang pernah ada pada zaman Kerajaan Demak, menghubungkan antara Pulau Jawa dan Pulau Muria, serta salah satu kawasan perdagangan yang ramai.

    Namun, sekitar tahun 1657, endapan-endapan sungai yang bermuara di Selat Muria perlahan-lahan mulai terbawa laut sehingga selat ini semakin dangkal dan akhirnya menghilang.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi mengenai kemunculan Selat Muria perlu diluruskan.

    Narasi yang menyebutkan banjir Demak sebagai pertanda kemunculan kembali Selat Muria dibagikan oleh akun Facebook ini, pada Rabu (20/3/2024).

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Pekan ini jejak Laut purba selat Muria muncul kembali dalam bentuk Banjir Di Karanganyar demak menyandera jalur Pantura jilid 2 Di tahun 2024 hanya selang selapan atau kurang lebih 40 hari dari kedatangannya yg pertamaKali ini di lengkapi dengan fenomena weduz kendit yg cukup gagah

    Akun Facebook lain membagikan narasi sebagai berikut:

    Selat Muria (1657) terindikasi muncul kembali; Demak, Kudus, Semarang, Purwodadi, Rembang, Pati, dulunya adalah selat. Akankah mengarah pada Sabdo Palon nagih janji..?, sebab janji itu dimulai dari peradaban Demak....Diluar fenomena itu semoga warga terdampak bisa tertolong, dan cepat mendapatkan bantuan pihak terkait....PRAY FOR JAWA TENGAH..

    Sementara, akun Facebook ini, ini, dan ini membagikan video banjir melanda permukiman dengan teks sebagai berikut: Apakah pertanda selat Muria akan muncul kembali?

    Screenshot Klarifikasi, tidak benar banjir Demak adalah pertanda Selat Muria muncul lagi

    HASIL CEK FAKTA

    Demak dilanda banjir terparah sejak 1992. Pada Rabu (20/3/2024), banjir kian meluas dan telah merendam 13 kecamatan.

    Diberitakan Kompas.com, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Demak, Agus Nugroho mengatakan, Kecamatan Karanganyar menjadi wilayah terparah, dengan ketinggian air mencapai 3 meter dan membuat semua warganya mengungsi.

    Jumlah warga yang terdampak banjir Demak mencapai 97.000 jiwa. Sementara, jumlah pengungsi kurang lebih 25.000 orang yang tersebar di Demak dan Kabupaten Kudus.

    Banjir parah itu mendorong beredarnya narasi soal kemunculan kembali Selat Muria.

    Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyatakan bahwa banjir Demak dan Kudus bukan pertanda kemunculan kembali Selat Muria.

    Peneliti Pusat Riset Kebencanaan Geologi BRIN Eko Soebowo menjelaskan, banjir di Demak murni disebabkan pengaruh alam, yakni kondisi cuaca ekstrem.

    "Cuaca memang ekstrem dan daerah aliran sungai di wilayah sana tidak mampu menampung volume air hujan yang tinggi karena terjadi sedimentasi," kata Eko, seperti diberitakan Antara, Kamis (21/3/2024).

    Menurut Eko, pembabatan hutan dan perubahan tata guna lahan menjadi pemicu sedimentasi di sisi selatan sungai.

    Selain itu, pengambilan air tanah berlebih membuat kawasan pesisir pantai utara Jawa mengalami penurunan muka tanah yang signifikan, yaitu 5 sampai 10 sentimeter per tahun.

    Bantahan soal kemunculan kembali Selat Muria juga disampaikan Dosen Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Salahuddin Husein.

    Menurut Salahuddin, Selat Muria di Jawa Tengah tidak bisa muncul kembali karena proses geologi berupa erosi Lajur Perbukitan Kendeng dan Lajur Perbukitan Rembang oleh jejaring Sungai Tuntang, Sungai Serang, dan Sungai Juwana masih berlangsung dan membawa sedimen yang tinggi.

    Kondisi tersebut menyebabkan garis pantai di pesisir Demak maupun pesisir Juwana, Pati, Jawa Tengah, akan terus bergerak maju.

    Menurut dia, pembentukan selat memerlukan proses geologis berupa pembentukan cekungan laut (sea-basin subsidence) yang membutuhkan waktu hingga jutaan tahun.

    "Suatu selat akan terbentuk secara geologis, yaitu apabila kerak Bumi di kawasan tersebut mengalami peregangan (rifting) dan penurunan (subsidence) secara tektonis," kata Salahuddin, seperti diberitakan Kompas.com, Kamis (21/3/2024).

    Salahuddin melaporkan bahwa sampai saat ini indikasi awal proses tektonis tersebut masih belum terlihat. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Selat Muria tidak akan terbentuk kembali dalam skala waktu manusia.

    KESIMPULAN

    Peneliti BRIN menyatakan, banjir parah di Demak disebabkan pengaruh alam, yakni kondisi cuaca ekstrem, bukan pertanda kemunculan kembali Selat Muria.

    Sementara itu, Ahli Geologi UGM Salahuddin Husein menyebutkan, Selat Muria tidak akan terbentuk kembali dalam skala waktu manusia.

    Rujukan

    https://www.kompas.com/stori/read/2022/12/17/100000479/kedudukan-selat-muria-yang-menjadi-pelabuhan-kerajaan-demak

    https://www.facebook.com/edi.purnama.10/posts/pfbid0DQUWJqj1KASFSV5NKaDMX9SQ9ZaPgdJic535ApZUKv1sJehhGGJqkbgy5aPcWEmul

    https://www.facebook.com/dimar.muttaqin/posts/pfbid0TgqJt5PYzwswa4PD9DyNydLdAhSVyHCWof5KyGaJ9UVaS6wCGkFhmfyNdE8gJomil

    https://www.facebook.com/watch/?v=867305021751615

    https://www.facebook.com/watch/?v=936113824975312

    https://www.facebook.com/reel/1421951285360529

    https://regional.kompas.com/read/2024/03/20/154044478/terparah-sejak-1992-banjir-demak-rendam-13-kecamatan-ketinggian-capai-3

    https://jogja.antaranews.com/berita/673164/brin-tak-terkait-banjir-dengan-isyarat-kemunculan-selat-muria

    https://www.kompas.com/tren/read/2024/03/21/123000465/selat-muria-tak-bisa-muncul-lagi-ini-alasannya-menurut-ahli-geologi-ugm?page=all#page2

    https://t.me/kompascomupdate

    Publish date : 2024-03-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.