Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Video Direktur Jenderal WHO yang Mengatakan Akan Memusnahkan Media Independen
    CekFakta

    Keliru, Video Direktur Jenderal WHO yang Mengatakan Akan Memusnahkan Media Independen

    Jane DoePublish date2024-03-15
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita



    Sebuah akun di Instagram mengunggah video kolase yang menarasikan Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, akan memusnahkan media-media independen agar tidak menghalangi agenda perbudakan yang direncanakan. 



    Dalam video ini, memuat tangkapan layar berita yang dilengkapi foto dokter Tedros Adhanom Ghebreyesus. Benarkah Direktur Jenderal WHO menyatakan hal tersebut?

    HASIL CEK FAKTA



    Tim Cek Fakta Tempo memeriksa klaim video ini dengan menelusuri situs yang mengunggah berita tersebut. Lalu mencocokkan narasi dalam berita dengan pernyataan resmi WHO serta pemberitaan media kredibel lainnya.

    Berdasarkan penelusuran Tempo, tangkap layar berita tersebut merupakan versi terjemahan bahasa Indonesia dari situs thepeoplesvoice.tv. Hal ini terlihat dari kesamaan nama penulis artikel serta logo pada kiri atas. 



    Laman berita ini membuat klaim yang seolah olah merujuk pernyataan Direktur Jenderal WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia Tedros Adhanom Ghebreyesus pada The World Governments Summit, 12 Februari 2024 di Dubai.

    Penelusuran Tempo, Tedros Adhanom Ghebreyesus menyampaikan pidatonya pada Opening session of the World Government Summit. Pidato tersebut disiarkan secara langsung di kanal YouTube Reuters.

    Dalam transkrip wawancara yang dipublikasikan laman WHO, Tedros banyak berbicara tentang bagaimana dunia dan pimpinan dunia belajar dalam menangani Covid-19. Ia mengatakan bahwa Covid-19 merupakan pelajaran menyakitkan, tetapi terancam dilupakan karena perhatian beralih ke berbagai krisis lain yang sedang dihadapi dunia.

    “Tetapi jika kita gagal mempelajari pelajaran tersebut, kita akan membayar mahal di lain waktu. Dan akan ada waktu berikutnya. Sejarah mengajarkan kita bahwa pandemi berikutnya adalah masalah kapan, bukan jika,” kata Tedros.

    Ia juga menyinggung soal perjanjian internasional tentang kesiapsiagaan dan respons pandemi yang belum disepakati bersama oleh negara anggota WHO. Terhambatnya perjanjian ini salah satunya ditengarai karena banyaknya kebohongan dan teori konspirasi tentang perjanjian tersebut. Seperti tuduhan bahwa perjanjian tersebut adalah "serangan terhadap kebebasan dan WHO ingin mengendalikan kehidupan masyarakat”.

    “Ini adalah beberapa kebohongan yang disebarkan. Jika tidak begitu berbahaya, kebohongan-kebohongan ini akan terasa lucu. Tapi mereka membahayakan kesehatan masyarakat dunia. Dan itu bukan bahan tertawaan,” lanjutnya.

    Tedros juga menegaskan bahwa klaim-klaim ini sepenuhnya  salah. Semua orang dapat membaca draft perjanjian tersebut yang tersedia di situs web WHO.

    Pembacaan Tempo pada transkrip pidato Tedros tidak menemukan pernyataan yang eksplisit bahwa WHO akan memusnahkan media-media independen. Ia hanya menyampaikan bahwa salah satu yang membuat kerja sama penanganan Covid19 tidak berlangsung baik adalah banyaknya berita bohong dan teori konspirasi.

    Penelusuran Tempo, pada laman The People's Voice.tv, ditemukan sejumlah artikel teori konspirasi seputar Covid-19. Termasuk artikel propaganda anti vaksin, kehidupan alien, illuminati dan masih banyak lagi.



    Media Bias/Fact Check menilai The People's Voice sebagai sumber yang patut dipertanyakan karena bias sayap kanan yang ekstrem dan mempromosikan konspirasi. Jadi, situs web ini tidak memiliki kredibilitas karena secara rutin menerbitkan berita palsu.

    Dilansir Poynter, YourNewsWire yang berganti nama jadi The People’s Voice merupakan situs klaim palsu paling tinggi dari semua website telah yang diperiksa pemeriksa fakta IFCN. Ini menjadikannya situs berita palsu paling populer di dunia. 

    Situs ini dijalankan oleh dua orang di Los Angeles yang secara teratur menyebarkan berita bohong dan teori konspirasi. Mereka terlibat mempromosikan teori konspirasi Pizza Gate. Dengan demikian situs ini tidak dapat dijadikan sumber referensi atau tidak kredibel.

    KESIMPULAN



    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video yang diberi keterangan “WHO akan memusnahkan media-media independen” adalahkeliru.

    Klaim dalam berita tersebut tidak bersumber dari pernyataan langsung Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Dalam pidatonya, Tedros, secara eksplisit maupun implisit tidak mengatakan demikian.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/reel/C4cLYJqJPrW/

    http://thepeoplesvoice.tv

    https://www.youtube.com/watch?v=IFiiOMg-HIc

    https://www.who.int/director-general/speeches/detail/who-director-general-s-speech-at-the-world-governments-summit---12-february-2024

    https://apps.who.int/gb/inb/pdf_files/inb5/A_INB5_6-en.pdf

    https://www.who.int/director-general/speeches/detail/who-director-general-s-speech-at-the-world-governments-summit---12-february-2024

    http://mediabiasfactcheck.com

    https://www.poynter.org/fact-checking/2018/fact-checkers-have-debunked-this-fake-news-site-80-times-its-still-publishing-on-facebook/ mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2024-03-15

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.