Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[HOAKS] Ayam Broiler Disuntik Hormon untuk Percepat Pertumbuhan
    CekFakta

    [HOAKS] Ayam Broiler Disuntik Hormon untuk Percepat Pertumbuhan

    Jane DoePublish date2024-03-09
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Narasi soal ayam broiler berbahaya bagi kesehatan karena telah disuntik hormon untuk mempercepat pertumbuhan masih beredar di media sosial.

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, narasi itu hoaks.

    Narasi soal bahaya mengonsumi ayam broiler dibagikan oleh akun TikTok ini pada 14 Agustus 2023.

    Berikut narasi yang dibagikan:

    Hormon esterogen yang telah disuntikkan pada ayam broiler telah mendarah daging dan melekat pada ayam. Apabila seseorang terlalu sering mengonsumsi ayam broiler, akan mengakibatkan berlebihnya kadar hormon esterogen, sehingga hormon lain di dalam tubuh dapat terganggu bahkan berubah. Resistensi bakteri pun juga akan terjadi pada tubuh manusia yang telah terpapar residu antibiotik. Ini artinya bakteri tertentu akan kebal terhadap antibiotik sejenis, apabila seseorang mengobatinya maka bakteri tersebut tidak akan mati. Tidak hanya itu akibatnya sering muncul penyakit keputihan, asam urat, kolesterol, kanker dll.

    HASIL CEK FAKTA

    Anggapan bahwa ayam broiler mendapat suntikan hormon tertentu untuk mempercepat pertumbuhan telah dibantah pakar peternakan.

    Dosen Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada Ali Agus menegaskan, anggapan itu tidak benar.

    "Engak ada, itu isu atau hoaks. Secara teknis tidak memungkinkan menyuntik satu per satu ayam broiler," kata Ali, seperti diberitakan Kompas.com, 31 Mei 2022.

    Selain itu, penyuntikan antibiotik yang dulu kerap dilakukan kini sudah tidak lagi dipraktikkan.

    "Antibiotik sudah dilarang dan barangnya sudah tidak tersedia, kecuali harus ada preskripsi (resep) dokter hewan," jelas dia.

    Ali menjelaskan, hanya satu hal yang membedakan antara ayam kampung dan ayam broiler, yaitu masa panennya.

    Ayam broiler dapat dipanen dalam waktu 32 hari, sedangkan ayam kampung membutuhkan waktu 70 hari untuk siap dipanen.

    Hal senada disampaikan Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) Kementerian Pertanian, I Ketut Diarmita.

    Ketut menjelaskan, ayam broiler bisa dipanen lebih cepat dibandingkan ayam kampung karena faktor genetik, bukan suntikan hormon.

    Ayam broiler merupakan ayam yang secara genetik diseleksi untuk dapat tumbuh cepat dengan pemeliharaan yang spesifik, terukur, dan disiplin.

    "Jadi tidak ada sama sekali penggunaan hormon pertumbuhan pada ternak ayam," kata Ketut, dikutip dari situs Ditjen PKH, pada 3 April 2020.

    KESIMPULAN

    Anggapan bahwa ayam broiler mendapat suntikan hormon tertentu untuk mempercepat pertumbuhannya adalah hoaks.

    Ayam broiler bisa dipanen lebih cepat dibandingkan ayam kampung karena faktor genetik, bukan suntikan hormon.

    Rujukan

    https://www.tiktok.com/@lailulrifka/video/7267136607503830278

    https://www.kompas.com/tren/read/2022/05/31/080000365/mitos-ayam-broiler-merupakan-ayam-suntikan-ini-kata-ahli

    https://ditjenpkh.pertanian.go.id/berita/1107-penjelasan-kementan-tentang-hoax-ayam-diberi-hormon-pertumbuhan

    https://t.me/kompascomupdate

    Publish date : 2024-03-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.