Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[KLARIFIKASI] Video Jokowi "yang Pilih Nomor 2 Hati-hati" Tak Terkait Pilpres 2024
    CekFakta

    [KLARIFIKASI] Video Jokowi "yang Pilih Nomor 2 Hati-hati" Tak Terkait Pilpres 2024

    Jane DoePublish date2024-02-07
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar video Presiden Joko Widodo menyampaikan untuk berhati-hati ketika memilih nomor dua.
    Namun, pernyataan Jokowi itu tidak terkait dengan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. 
    Video berisi pernyataan Jokowi untuk berhati-hati ketika memilih nomor dua dibagikan oleh akun Facebook ini (arsip), ini  (arsip) dan ini (arsip).
    Akun tersebut membagikan video singkat yang menampilkan Jokowi sedang berpidato. Dalam pidatonya Jokowi mengatakan demikian:
    Yang milih nomor 2 itu hati-hati. Karena pasti ini karena emosional dan kurang informasi. Dan sebetulnya tawarannya tidak masuk akal.
    Salah satu akun memberikan keterangan demikian:
    Yang Milih Nomor DuaItu Hati-Hati,Karena Pasti KarenaEmosional Dan Kurang Informasi.Dan Sebetulnya,Tawarannya Tidak Masuk Akal.-Presiden Jokowi
    Akun Facebook Tangkapan layar Facebook narasi yang mengeklaim Jokowi mengatakan berhati-hati memilih capres nomor urut 2

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan penelusuran Tim Cek Fakta Kompas.com, video Jokowi berpidato identik dengan video di kanal YouTube Kompas TV ini.
    Video itu diambil pada 21 Oktober 2022 ketika Jokowi menghadiri acara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-58 Partai Golkar. Video yang dicuplik yakni pada menit 46:15.
    Dalam video utuhnya Jokowi mengatakan demikian:
    Presiden itu seperti pilot, penumpangnya banyak sekali seluruh rakyat Indonesia. Dan Pilpres itu memilih pilot dan kopilot. Ini yang tidak mudah sekarang ini. Jadi saya buka-buka di Nas Daily tentang pemilihan pilot.
    Ada perusahaan perusahaan airline ingin memilih pilot. Ada dua calon.
    Pilot yang pertama ngomong agar dia bisa terpilih dia mengatakan "Saya akan patuhi hukum penerbangan internasional dan saya akan terbang di ketinggian 30.000 kaki. Ini pilot pertama.
    Pilot kedua mengatakan, semua calon penumpang akan saya dudukan di kelas bisnis semuanya dan seluruh penumpang akan saya berikan diskon tiketnya.
    Bapak ibu akan tertarik yang mana, kalau yang sekarang pasti akan yang tertarik yang nomor dua. Karena semuanya disiapin kelas bisnis dan semuanya diberikan diskon tiket gratis. Yang milih nomor 2 itu hati-hati, karena pasti ini karena emosional dan kurang informasi. Dan sebetulnya tawarannya tidak masuk akal.
    Sudah diberi kelas bisnis semuanya kemudian tiketnya didiskon. Menarik sekali tapi tidak masuk akal.
    Apa yang ingin saya sampaikan dari pemilihan pilot ini, jangan sembarangan menentukan calon pilot dan kopilot yang akan dipilih oleh rakyat juga jangan sembarangan memilih calon presiden dan wakil presiden.
    Pidato itu disampaikan Jokowi sebelum penetapan nomor urut capres-cawapres di Pilpres 2024. 
    Komisi Pemilihan Umum (KPU) baru menetapkan nomor urut pasangan capres-cawapres pada 14 November 2023.
    Berdasarkan pengundian, KPU menetapkan:

    KESIMPULAN

    Video berisi pernyataan Jokowi untuk berhati-hati ketika memilih nomor dua tidak terkait dengan Pilpres 2024.
    Video itu diambil pada 21 Oktober 2022, sebelum penetapan nomor urut pasangan capres-cawapres pada 14 November 2023.

    Rujukan

    https://www.kompas.com/tag/jokowi

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=10225069855994518&id=1261801808&mibextid=9R9pXO

    http://../../../../web/20240207074529/

    https://http:/web.archive.org/screenshot/

    https://https:/www.facebook.com/story.php?story_fbid=10225069855994518&id=1261801808&mibextid=9R9pXO

    https://www.facebook.com/watch/?v=909290997260070

    http://../../../../web/20240207080122/

    https://http:/web.archive.org/screenshot/

    https://https:/www.facebook.com/watch/?v=909290997260070

    https://www.facebook.com/story.php?story_fbid=1066628607876214&id=100035872547963&mibextid=9R9pXO

    http://../../../../web/20240207080500/

    https://http:/web.archive.org/screenshot/

    https://https:/www.facebook.com/story.php?story_fbid=1066628607876214&id=100035872547963&mibextid=9R9pXO

    https://www.kompas.com/tag/cek-fakta

    https://www.youtube.com/watch?v=wrSXGwHefn4

    https://t.me/kompascomupdate

    Publish date : 2024-02-07

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.