Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»[KLARIFIKASI] Muhaimin Ralat Pernyataan soal Wisata Haram
    CekFakta

    [KLARIFIKASI] Muhaimin Ralat Pernyataan soal Wisata Haram

    Jane DoePublish date2024-01-23
    Kompas
    Share
    Facebook

    Berita

    KOMPAS.com - Beredar konten media sosial yang mengaitkan pernyataan calon wakil presiden nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, mengenai wisata haram dengan pelarangan penjualan kuliner babi guling dan minuman beralkohol di Bali.
    Namun, politikus yang akrab disapa Cak Imin itu telah mengklarifikasi pernyataannya. Ia menegaskan, tidak ada wisata haram dan mengakui diksi yang digunakannya tidak benar.
    Narasi yang beredar
    Narasi yang mengaitkan pernyataan Muhaimin soal wisata haram dengan pelarangan penjualan babi guling dan minuman beralkohol terdapat di akun TikTok ini dan ini.
    Pengguna TikTok menyertakan tangkapan layar artikel dari beberapa media, seperti Pelita Jambi, Detik, dan Kumparan.
    Berikut teks yang tertera pada video yang diunggah 15 Desember 2023: Warga Bali harap bersiap2 dilarang jual bab1 guling dan alko0h0l.

    HASIL CEK FAKTA

    Muhaimin menggunakan diksi wisata haram saat memberikan sambutan dalam haul Masyayikh ke-21 dan Silaturahmi Nasional Alumni Pondok Pesantren Terpadu Al-Yasini di Pasuruan, Jawa Timur, pada Minggu (14/1/2024).
    Kala itu Muhaimin berjanji memajukan wisata halal di Indonesia jika terpilih dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.
    Menurut dia, wisata halal bisa lebih berkembang karena Indonesia merupakan negara dengan umat Islam terbanyak di dunia.
    "Wisata halal kita masak kalah sama Malaysia yang jumlahnya sedikit. Insya Allah (jika) Anies-Muhaimin (Amin) menang, Indonesia akan menjadi wisata halal terbesar di dunia," ujar Cak Imin.
    "Mboten wonten malih (tidak ada lagi) wisata haram, wisata yang berbagai hal yang menghambat kekuatan ekonomi umat Islam dunia. Insya Allah Amin menang, Indonesia akan menjadi pusat budaya Islam terbesar terbanyak di dunia," ucap dia.
    Kemudian, dalam hari yang sama, Muhaimin mengklarifikasi pernyataannya soal wisata haram. Ia menegaskan, tidak ada wisata haram dan mengakui diksi yang digunakan tidak benar.
    Klarifikasi itu disampaikan Cak Imin kepada wartawan dalam penerbangan dari Surabaya menuju Jakarta pada Minggu malam.
    "Bahwa tidak ada wisata haram. Adanya wisata halal, bukan berarti ada wisata haram," ujar Cak Imin.
    "Perlu saya jelaskan, bahwa yang saya sampaikan bahwa wisata halal itu tidak meniadakan (wisata lain) yang sudah ada," tutur dia.
    Muhaimin pun meminta publik tidak salah persepsi, seolah-olah wisata Indonesia akan diseragamkan menjadi halal seluruhnya jika pasangan Anies-Muhaimin terpilih.
    Ia menjelaskan maksud pernyataan sebelumnya, yakni pemberian akses yang mudah bagi wisatawan dari negara-negara muslim dalam menikmati berbagai destinasi wisata di Tanah Air.
    "Jadi ini bukan wisata syariah, bukan. Ini wisata halal yang tentu menghormati betul lokalitas, keunikan. Misalnya Bali. Bali itu semua ingin menikmati," kata Cak Imin.
    "Tapi berikan akses (di sana). Akses di mana pilihan-pilihan untuk menikmati kuliner halal, fashion muslim, kemudian menikmati fasilitas tempat ibadah yang gampang," ucap dia.
    Aksesibilitas yang dimaksud Cak Imin juga tidak meniadakan selera yang berbeda-beda maupun kultur lokal masing-masing daerah.
    "Tetap harus wisata Indonesia menghargai pluralitas, menghargai keberbagaian selera, apalagi kekhasan wilayah-wilayah wisata seperti Bali malah harus kita kembangkan," ungkap dia.
    Kesimpulan
    Muhaimin telah mengklarifikasi pernyataannya soal wisata haram. Ia menegaskan, tidak ada wisata haram dan mengakui diksi tersebut tidak benar.
    Ia pun meminta publik tidak salah persepsi, seolah-olah wisata Indonesia akan diseragamkan menjadi halal seluruhnya apabila pasangan Anies-Muhaimin terpilih.

    KESIMPULAN

    Rujukan

    https://www.kompas.com/tag/muhaimin-iskandar

    https://www.tiktok.com/@prabowo_gibran_maju/video/7324175323682180358

    https://www.tiktok.com/@vanjiarya/video/7324900085303758085

    https://nasional.kompas.com/read/2024/01/14/13381841/janji-kembangkan-wisata-halal-di-indonesia-cak-imin-tak-ada-lagi-wisata

    https://www.kompas.com/tag/wisata-halal

    https://www.kompas.com/tag/wisata-halal

    https://www.kompas.com/tag/anies-muhaimin

    https://nasional.kompas.com/read/2024/01/15/07592511/klarifikasi-ucapannya-cak-imin-tak-ada-wisata-haram-pariwisata-harus-hargai?page=all

    https://www.kompas.com/tag/klarifikasi

    https://t.me/kompascomupdate

    Publish date : 2024-01-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.