Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Belum Ada Bukti, Klaim Gibran Rakabuming bahwa Food Estate Gunung Mas Berhasil karena Telah Panen Jagung dan Singkong
    CekFakta

    Belum Ada Bukti, Klaim Gibran Rakabuming bahwa Food Estate Gunung Mas Berhasil karena Telah Panen Jagung dan Singkong

    Jane DoePublish date2024-01-22
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Calon Wakil Presiden (Cawapres) nomor urut 2 untuk Pilpres 2024, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan bahwa food estate ada yang berhasil dan sudah panen, misalnya di Gunung Mas Kalteng sudah panen jagung, singkong.
    “Ini harus kita evaluasi, dan kita jangan memberikan narasi yang menakutkan kepada warga. Intinya adalah, program yang sudah berjalan sekarang, nomor 1 dan nomor 3 kompak bilang food estate gagal. Saya tegaskan lagi pak, memang ada yang gagal, tapi ada yang berhasil juga dan panen, misalnya di Gunung Mas di Kalteng, itu sudah panen jagung, singkong. Itu pak. Cek saja datanya, intinya adalah, warga jangan diberikan narasi-narasi yang menakutkan,” kata Gibran saat debat cawapres Pemilu 2024 yang digelar KPU, Minggu, 21 Januari 2024.

    HASIL CEK FAKTA


    Menurut peneliti Koalisi Sistem Pangan Lestari, Romauli Panggabean. klaim tersebut belum dapat dibuktikan karena saat ini jagung baru ditanam sebagai pengganti singkong.
    “Komoditas singkong yang ditanam mengalami kegagalan, kemudian digantikan dengan jagung. Penan jagung  di tanah mayoritas pasir itu, belum dapat dibuktikan," katanya.
    Dilansir dari Prokalteng.co program strategis nasional food estate singkong di Gunung Mas gagal sehingga ditanami komoditas lain yakni jagung untuk merehabilitasi lahan. Tanaman jagung varietas Lamuru tersebut sebagai uji coba seluas 2,3 ha.  
    Peneliti Sajogyo Institute, Kiagus M. Iqbal menyebut food estate telah mengalami kegagalan. Komoditas jagung yang ditanam di lahan food estate di Gunung Mas, Kalimantan Tengah, dipaksakan demi menutupi kegagalan proyek perkebunan singkong yang mangkrak di tangan Kementerian Pertahanan. Laporan soal gagalnya food estate salah satunya dimuat oleh BBC. 
    Dikutip dari VOA, Greenpeace Indonesia bersama sejumlah organisasi lingkungan lainnya menemukan jagung di lahan lumbung pangan (food estate) di Gunung Mas, Kalimantan Tengah yang hanya ditanam di polybag.
     “Soal digantinya komoditas singkong ke jagung, kami juga mengunjungi. Jadi bukan hanya 1-3 pot saja, kami punya data dan foto, di lokasi itu hampir sebagian besar yang sudah tumbuh memang ditanam di atas polybag. Dan kami melihat memang ada logonya Kementan,” uujar Forest Campaign Team Leader Greenpeace Indonesia Arie Rompas.
    Direktur Advokasi dan HAM Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN), Muhammad Arman, mengatakan tanaman singkong gagal ditanam di area food estate. Sedangkan jagung baru ditanam, itu pun ditanam di polybag. “Jadi belum ada panen,” kata dia kepada Tempo, Senin, 22 Januari 2024.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan verifikasi Tempo, bisa disimpulkan bahwa food estate gunung mas panen jagung dan singkong adalah belum ada bukti.
    Food Estate Gunung Mas gagal menanam singkong dan diganti dengan komoditas jagung. Belum ada bukti food estate Gunung Mas berhasil panen jagung.
    **Punya informasi atau klaim yang ingin Anda cek faktanya? Hubungi ChatBot kami. Anda juga bisa melayangkan kritik, keberatan, atau masukan untuk artikel Cek Fakta ini melalui email cekfakta@tempo.co.id
    Artikel ini adalah hasil kolaborasi Aliansi Jurnalis Independen, Asosiasi Media Siber Indonesia, Masyarakat Anti-Fitnah Indonesia, Cekfakta.com bersama 18 media di Indonesia dan 8 panel ahli di Indonesia

    Rujukan

    https://prokalteng.jawapos.com/prohukrim/pro-kalteng/05/12/2023/tanaman-singkong-belum-berhasil-kini-food-estate-di-gunung-mas-diganti-jagung/#google_vignette

    https://www.bbc.com/indonesia/articles/cll73n5n95jo

    https://www.voaindonesia.com/a/aktivis-lingkungan-temukan-jagung-di-lahan-food-estate-hanya-ditanam-di-polybag/7410572.html

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2024-01-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.