Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] IDI: Kematian Petugas KPPS PEMILU 2019 Bukan Karena Kelelahan tapi Karena DIRACUN
    Misleading Content

    [SALAH] IDI: Kematian Petugas KPPS PEMILU 2019 Bukan Karena Kelelahan tapi Karena DIRACUN

    Jane DoePublish date2023-09-28
    Share
    Facebook

    Berita

    “*IDI (Ikatan Dokter Indonesia) sepakat memutuskan bahwa Kematian Petugas KPPS PEMILU 2019 Bukan Karena Kelelahan tapi Karena DIRACUN…..*:bangbang:”

    HASIL CEK FAKTA

    Unggahan sebuah video yang menunjukkan pembawa acara berita yang mengabarkan bahwa IDI menyatakan penyebab banyak KPPS meninggal dunia akibat kelelahan, kemudian video disambung dengan sekumpulan dokter melakukan konferensi pers. Disebutkan dalam caption bahwa IDI sepakat memutuskan bahwa penyebab kematian tersebut karena diracun.

    Setelah ditelusuri klaim tersebut menyesatkan. Faktanya IDI menyebut bahwa penyebab utama kematian penyebab KPPS pada Pemilu 2019 bukan karena kelelahan, yang menjadi penyebab utama adalah penyakit bawaan seperti ada darah tinggi atau penyakit lainnya yang tidak minum obat atau minum obat yang tidak teratur.

    Dilansir dari Kompas.com, penelitian yang dilakukan di Yogyakarta oleh tim ahli peneliti dari UGM yang terdiri dari lintas fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol), Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat dan Keperawatan (FKKMK), dan Fakultas Psikologi, mengungkapkan bahwa penyebab kematian terjadi secara natural, tidak ditemukan indikasi keracunan.

    “Semuanya disebabkan oleh problem kardiovaskuler, entah jantung, stroke atau gabungan dari jantung dan stroke,” kata Koordinator Peneliti UGM, Abdul Gaffar Karim di Gedung KPU, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (25/6/2019), mengutip dari Kompas.com.

    Dengan demikian IDI: kematian petugas KPPS Pemilu 2019 bukan karena kelelahan tapi karena diracun adalah tidak benar dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Mochamad Marcell

    Klaim tersebut adalah hoaks lama yang beredar kembali. Faktanya peneliti UGM tidak menemukan indikasi diracun, mereka mengungkapkan penyebab kematian KPPS pada Pemilu 2019 semuanya disebabkan oleh problem kardiovaskular. Selengkapnya pada bagian penjelasan.

    Rujukan

    https://nasional.tempo.co/read/1206687/idi-kelelahan-bukan-sebab-utama-meninggalnya-petugas-kpps

    https://nasional.kompas.com/read/2019/06/25/16553651/penelitian-ugm-ungkap-penyebab-kematian-petugas-kpps-bukan-diracun?lgn_method=google

    https://news.detik.com/berita-jawa-barat/d-4544311/viral-petugas-kpps-bandung-tewas-diracun-keluarga-hoaks

    https://turnbackhoax.id/2019/05/11/salah-petugas-kpps-bandung-meninggal-diracun/

    Publish date : 2023-09-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.