Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Video Penggabungan DNA Hewan
    Misleading Content

    [SALAH] Video Penggabungan DNA Hewan

    Jane DoePublish date2023-05-12
    Share
    Facebook

    Berita

    “:green_heart: Cw // Tiktok . Guyss serius tanya emang nyampurin tes DNA hewan² gini tuh boleh ya? Seremm banget jujur liatnya :sob: Apalagi tesnya ngikutin kemauan netizen gini udah banyak pula :sob::sob:“

    HASIL CEK FAKTA

    Akun Twitter @tanyakanrl mengunggah cuitan yang melampirkan tangkapan layar yang diklaim merupakan hasil penggabungan DNA dari hewan yang berbeda. Tampak dalam unggahan yang dibagikan di Twitter, pemilik akun TikTok mengaku menggabungkan DNA katak dan babi.

    Setelah ditelusuri, tangkapan layar tersebut berasal dari unggahan akun Tiktok Wildan Mochmaul. Wildan membuat konten video menggabungkan DNA hewan yang berbeda dengan proses tertentu untuk mendapatkan hewan baru. Bukan hanya katak dan babi, pemilik akun TikTok juga mengaku telah menggabungkan DNA tikus dan babi di dalam sebuah telur ayam.

    Dikutip dari Kompas, dokter hewan sekaligus pengajar di Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang, Nusa Tenggara Timur, Aji Winarso mengatakan bahwa penggabungan DNA hewan-hewan memang dapat dilakukan. Namun Aji menegaskan, teori tersebut tidak mudah dalam praktiknya. Sebab, perlu penelitian yang panjang dan biaya yang sangat besar untuk melakukannya.

    Menurutnya, rekayasa genetik terhadap hewan harus didahului dengan usulan kajian etik oleh komisi etik. Jadi sebelum mempraktikkan, akan dikaji terlebih dahulu apakah rekayasa genetik tersebut etis atau tidak.

    Secara terpisah, Dosen Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Gadjah Mada (UGM) Slamet Raharjo menjelaskan, menggabungkan dua DNA spesies berbeda tidak sesederhana dalam video.

    Slamet melanjutkan, pita DNA yang dipotong juga harus sesuai dengan yang dipasangkan. Dokter hewan ini turut menegaskan, menggabungkan DNA tikus atau mencit dan babi di dalam telur ayam seperti salah satu video di akun TikTok, sangatlah tidak mungkin.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Agnes Amungkasari.

    Rekayasa genetik penggabungan DNA hewan yang berbeda tidak semudah yang ditampilkan pada video. Perlu proses penelitian yang panjang dan biaya yang sangat besar untuk bisa melakukan hal tersebut.

    Rujukan

    https://www.kompas.com/tren/read/2023/05/11/183000465/viral-unggahan-soal-gabungkan-dna-hewan-hewan-berbeda-bentuk-spesies-baru?page=all#page2

    Publish date : 2023-05-12

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.