Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] SWISS MELARANG VAKSIN COVID-19
    Misleading Content

    [SALAH] SWISS MELARANG VAKSIN COVID-19

    Jane DoePublish date2023-05-02
    Share
    Facebook

    Berita

    “News from the Front Lines
    Switzerland bans the COVID vaccines, Spike protein kills brain cells, AAPS updates, Twitter at war with Sbstck.”
    Click on the link, if you dare to see the article. But careful though, according to Twitter censorship – it may not be safe… more red pills on the other side.
    http://tinyurl[dot]com/ycksnres

    Terjemahan: “Berita dari Garis Depan
    Swiss melarang vaksin COVID, protein Spike membunuh sel otak, pembaruan AAPS, Twitter berperang dengan Sbstck.”
    Klik tautannya, jika Anda berani melihat artikelnya. Tapi hati-hati, menurut sensor Twitter – mungkin tidak aman… lebih banyak pil merah di sisi lain.

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar cuitan dari aku twitter bernama @RWMaloneMD pada 8 April 2023 yang mengklaim bahwa Swiss melarang vaksin Covid-19.

    Melansir factcheck.afp.com, Pemerintah Swiss tidak melarang vaksin Covid-19, tetapi tidak merekomendasikannya pada musim semi dan musim panas 2023 karena rendahnya penularan dan tingginya imunitas warga. Hal ini dicapai melalui vaksinasi dan infeksi sebelumnya.

    Cindy Prins, seorang profesor epidemiologi klinis di University of Florida mengatakan rekomendasi tersebut disesuaikan dengan kebutuhan negara masing-masing. Juru bicara Kantor Kesehatan Masyarakat Federal (FOPH) menjelaskan bahwa hampir semua masyarakat Swiss telah divaksinasi dan/atau terinfeksi dan sembuh dari Covid-19.

    Perusahaan biotek Amerika Novanax mengatakan kepada AFP bahwa vaksin Covid-19 miliknya tidak dilarang di Swiss. Pfizer juga memastikan vaksin yang mereka hasilkan masih tersedia di Swiss.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa Swiss melarang vaksin Covid-19 tidak terbukti dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya pemerintah Swiss hanya tidak merekomendasikannya pada musim semi dan musim panas 2023 karena rendahnya penularan dan tingginya imunitas warga.

    Rujukan

    https://www.merdeka.com/cek-fakta/cek-fakta-hoaks-swiss-melarang-vaksin-covid-19.html

    https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.33CZ8KQ

    Publish date : 2023-05-02

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.