Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Video “INI DATA KPU HASIL PEMILU 2024, pemungutan suara belum dilakukan, hasilnya sudah ditentukan”
    Misleading Content

    [SALAH] Video “INI DATA KPU HASIL PEMILU 2024, pemungutan suara belum dilakukan, hasilnya sudah ditentukan”

    Jane DoePublish date2023-04-28
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Twitter Bandung beautiful euyy (twitter.com/Bams27735590) pada 25 April 2023 mengunggah sebuah video dengan narasi:

    “*INI DATA KPU HASIL PEMILU 2024* *Luar biasa, negeri ini memang sakti, pemungutan suara belum dilakukan, hasilnya sudah ditentukan?* #rezimbejad”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, adanya video yang diklaim sebagai data Komisi Pemilihan Umum (KPU) hasil Pemilu 2024 yang sudah ditentukan sebelum pemungutan sura dilakukan merupakan klaim yang menyesatkan.

    Faktanya, data di video itu bukan data hasil pemungutan suara Pemilu 2024. Data di video itu merupakan data yang diklaim sebagai data pemilih yang dijual ke forum online Breached Forums oleh akun Bjorka pada September 2022.

    Tampilan awal video itu identik dengan foto tangkapan layar situs Breached Forums tempat Bjorka membuat artikel dengan judul “INDONESIA CITIZENSHIP DATABASE FROM KPU 105M” pada Selasa, 6 September 2022. Di artikel itu, Bjorka juga menyertakan logo KPU. Foto tangkapan layar tersebut salah satunya dimuat di artikel berita berjudul “KPU Buka Suara Soal Dugaan 105 Juta Data Warga Indonesia Bocor” yang terbit di situs CNN Indonesia pada 6 September 2022.

    Dilansir dari artikel tersebut, Bjorka mengklaim memiliki 105.003.428 juta data penduduk Indonesia dengan detail Nomor Induk Kependudukan (NIK), Kartu Keluarga, nama lengkap, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, umur, dan lain-lain. Data pribadi itu dijual US$5 ribu atau setara Rp7,4 juta (US$1=Rp14.898,20). Semua data tersebut disimpan dalam file 20GB (uncompressed) atau 4GB (compressed).

    Selain itu, dilansir dari PosKota, sebagai bukti, dia melampirkan beberapa baris contoh data kependudukan yang dia miliki. Selain itu, dia juga menyediakan tautan bagi yang ingin melihat sampel 2 juta data kependudukan yang dimilikinya.

    Sementara itu, Komisioner KPU Betty Epsilon Idroos mengatakan jajarannya telah menganalisis dugaan kebocoran data dalam situs Breached Forums.

    “Setelah kami analisa, koding yang dilakukan dalam situs yang dimaksud bukan merupakan data yang dimiliki KPU,” kata Epsilon Idroos melalui pesan singkat, Selasa (6/9/2022) malam.

    Dalam keterangan tersebut, ia juga memastikan masih terus berkoordinasi dengan tim satuan tugas keamanan siber KPU mengenai hal tersebut. Ia menegaskan semua sistem informasi KPU masih kondusif.

    KESIMPULAN

    BUKAN data hasil pemungutan suara Pemilu 2024. Data di video itu merupakan data yang diklaim sebagai data pemilih yang dijual ke forum online Breached Forums oleh akun Bjorka pada September 2022.

    Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

    Rujukan

    https://www.cnnindonesia.com/nasional/20220906223223-20-844262/kpu-buka-suara-soal-dugaan-105-juta-data-warga-indonesia-bocor

    https://poskota.co.id/2022/09/08/jual-105-juta-data-kependudukan-indonesia-seharga-5000-us-dollar-di-breached-forum-bjorka-bikin-kpu-gerah

    Publish date : 2023-04-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.