Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Manipulated Content»[SALAH] Video “TAK INGIN SENASIB DENGAN MALAYSIA,AUSTRALIA DIAM DIAM KEMBALI RENCANAKAN SERANGAN BESAR-BESARAN”
    Manipulated Content

    [SALAH] Video “TAK INGIN SENASIB DENGAN MALAYSIA,AUSTRALIA DIAM DIAM KEMBALI RENCANAKAN SERANGAN BESAR-BESARAN”

    Jane DoePublish date2023-03-29
    Share
    Facebook

    Berita

    NARASI: “TAK INGIN SENASIB DENGAN MALAYSIA,AUSTRALIA DIAM DIAM KEMBALI RENCANAKAN SERANGAN BESAR-BESARAN__”.

    HASIL CEK FAKTA

    SUMBER membagikan konten hasil MANIPULASI, FAKTA: isi video TIDAK sesuai dengan judul. Selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina vs Rusia dan Tiongkok vs Taiwan menjadi Australia, Indonesia dan Malaysia.

    Salah satu sumber video dengan bagian yang identik, ABC News (Australia) di YouTube: “#ABCNews #ABCNewsAustralia Prime Minister Anthony Albanese has become the first foreign leader to speak on the floor of Papua New Guinea’s parliament in Port Morseby. …”

    Artikel yang dibaca di video, RMOLID: “China tampaknya menggunakan momentum ketegangan antara Rusia dan Ukraina untuk menyiapkan rencana menyerang Taiwan. Invasi ke Taiwan dilakukan saat perhatian dunia terfokus pada kemungkinan Rusia yang menyerang Ukraina.

    Reuters: “SYDNEY, Jan 7 (Reuters) – Australian Prime Minister Anthony Albanese said on Saturday he would travel to Papua New Guinea this week in a bid to boost bilateral ties and aid “friendship” in the Pacific region.

    KESIMPULAN

    MENYESATKAN, isi video TIDAK sesuai dengan judul. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video berisi pembacaan artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina vs Rusia dan Tiongkok vs Taiwan menjadi Australia, Indonesia dan Malaysia.

    Rujukan

    https://http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),

    https://bit.ly/3wHx0lO /

    https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2] youtube.com: “IN FULL: Australian PM Anthony Albanese addresses Papua New Guinea’s parliament | ABC News”,

    https://bit.ly/3lPpCDC /

    https://archive.ph/nXErg (arsip cadangan). [3] rmol.id: “Ketika Dunia Sibuk dengan Ketegangan Rusia-Ukraina, China Diam-diam Rencanakan Invasi ke Taiwan”,

    http://bit.ly/42IMuoZ /

    https://archive.ph/f1NKB (arsip cadangan). [4] reuters.com: “Australia’s Albanese to visit Papua New Guinea to strengthen economic, security ties”,

    http://bit.ly/3lFd8Pa /

    https://archive.ph/oOiH8 (arsip cadangan).

    Publish date : 2023-03-29

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.