Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Klaim Vaksin Covid-19 Bunuh Lebih Banyak Warga Jepang Dibandingkan Perang Dunia II
    CekFakta

    Keliru, Klaim Vaksin Covid-19 Bunuh Lebih Banyak Warga Jepang Dibandingkan Perang Dunia II

    Jane DoePublish date2023-03-24
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Salah satu akun Instagram membagikan unggahan dengan klaim bahwa Vaksin Covid-19 membunuh rakyat Jepang lebih besar daripada korban mereka dalam Perang Dunia II. Unggahan itu berupa tangkapan layar percakapan di WhatsApp dengan foto seorang pria mengenakan jas hitam yang sedang berbicara di sebuah forum.  
    Tidak hanya itu, pada bagian gambar itu juga terdapat pernyataan, Pemerintah Jepang didesak untuk mengatakan yang sebenarnya tentang banyaknya cedera akibat vaksin dan kematian yang berlebihan. Menyatakan kematian pada orang yang divaksin 38 kali lebih tinggi dibandingkan setelah divaksin flu.

    Dibagikan 14 Maret 2023, unggahan ini disukai 14 pengguna Instagram dan 1 komentar. Namun, benarkah vaksin Covid-19 membunuh lebih banyak warga Jepang dibandingkan perang dunia kedua?

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan, Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, mengatakan hanya ada satu kasus kematian di Jepang, yang memiliki hubungan dengan vaksin Covid-19. Sejak Covid-19 melanda Jepang mulai Januari 2020 hingga 23 Maret 2023, jumlah kematian akibat virus itu mencapai 73.551 jiwa. Korban tewas akibat Perang Dunia II di Jepang dilaporkan sebanyak 2,6 juta jiwa.  
    Tangkapan layar yang dibagikan tersebut terlihat seorang pria yang berdiri memakai jas hitam. Pria itu adalah anggota Parlemen Jepang bernama Hirofumi Yanagase. Tempo menemukan, Yanagase membahas soal vaksin Covid-19 yang diduga telah menyebabkan kematian yang tinggi di hadapan Parlemen Jepang, pada 13 Maret 2023.
    Dikutip dari Slay New, Yanagase menuntut agar pemerintah berterus terang setelah negara itu baru saja mencatat 210.000 kematian berlebih yang mengejutkan, jumlah tertinggi sejak Perang Dunia II. Dia kemudian meminta ada penyelidikan terhadap angka kematian yang dikaitkan dengan vaksin Covid-19.
    Pada kesempatan itu, Menteri Kesehatan Jepang Katsunobu Kato, membantah jumlah kematian yang tinggi akibat vaksin Covid-19. Dari kematian yang terjadi, pemerintah Jepang hanya menemukan satu kasus yang terkait dengan vaksin,” kata Katsunobu Kato dikutip dari channel YouTube Hirofumi Yanagase, yang ditayangkan pada 13 Maret 2023.
    Dilansir The Japan Time, satu kematian terjadi pada seorang wanita berusia 42 tahun pada bulan November 2022 setelah menerima vaksin COVID-19. Wanita itu dibawa ke rumah sakit tetapi meninggal karena gagal jantung akut satu jam 40 menit, setelah menerima vaksin COVID-19. CT scan postmortem menunjukkan bahwa dia telah mengalami edema paru akut, penumpukan cairan di paru-paru secara tiba-tiba
    Dikutip dari situs resmi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), angka kematian karena Covid-19 di Jepang sejak Januari 2020 hingga 23 Maret 2023 mencapai 73.551 jiwa, dari total infeksi 33.374.303 orang. Sementara jumlah vaksin yang diberikan hingga 26 Februari 2023 sebanyak 381.845.653 dosis. 
    Penyebab Tingginya Kematian di Jepang
    Pakar medis percaya, kombinasi faktor adalah alasan meningkatnya kematian akibat Covid-19 di Jepang. Pertama dan terpenting adalah tingginya jumlah orang tua di negara tersebut. Jepang memiliki rasio populasi lansia tertinggi di dunia, 29,1 persen penduduknya berusia di atas 65 tahun. Menurut para ahli, sebagian besar kematian akibat Covid-19 terbaru adalah orang lanjut usia dengan kondisi medis yang mendasarinya.
    Kepala pusat pengendalian dan pencegahan penyakit di National Center for Global Health and Medicine, dan penasehat Pemerintah Metropolitan Tokyo, Norio Ohmagari, kepada Bloomberg mengatakan, Jepang adalah masyarakat yang sangat menua, yang berarti proporsi orang dengan risiko kematian yang lebih besar adalah tinggi.
    “Dalam jangka panjang, kemungkinan Jepang akan menjadi salah satu negara dengan tingkat kematian yang tinggi,” kata Ohmagari, dikutip dari situs Firstpost dengan judul Japan’s COVID-deaths are at an all-time high. What’s age got to do with it?, 3 Februari 2023.
    Alasan lain tingginya angka kematian akibat Covid-19 adalah karena jumlah orang yang terinfeksi sangat tinggi. Kemudian, ledakan kasus dikaitkan dengan pembukaan semua perjalanan internasional telah dilanjutkan dan juga karena pelonggaran protokol Covid.
    “Angka kematian semakin besar jika ada banyak kasus,” kata Ketua Kebijakan Kesehatan Global di Tokyo Foundation for Policy Research, Prof Kenji Shibuya.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, klaim vaksin Covid membunuh lebih banyak warga Jepang dibandingkan perang dunia adalah keliru.
    Sejauh ini otoritas Jepang merilis hanya ada satu kasus kematian yang memiliki hubungan dengan vaksin Covid-19. Sejak Covid-19 melanda Jepang Januari 2020 hingga 23 Maret 2023, jumlah kematian karena virus SARS-CoV-2 mencapai 73.551 jiwa. Sedangkan korban tewas Perang Dunia II di Jepang sebanyak 2,6 juta jiwa.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/CpxTZDrh7ZX/

    https://www.kompas.com/stori/read/2022/07/19/170631779/jumlah-korban-perang-dunia-ii-lebih-dari-60-juta-jiwa?page=all

    https://slaynews.com/news/japan-records-highest-excess-deaths-since-wwii-officials-demand-truth/

    https://www.youtube.com/watch?v=ZskHneVoHE4

    https://www.japantimes.co.jp/news/2023/03/10/national/japan-first-covid19-vaccine-death/

    https://covid19.who.int/region/wpro/country/jp

    https://www.firstpost.com/explainers/japans-covid-deaths-record-high-ageing-population-health-care-12097512.html

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-03-24

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.