Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Putin Perintahkan Hancurkan Semua Stok Vaksin Covid-19 karena Sebabkan HIV/AIDS
    CekFakta

    Keliru, Putin Perintahkan Hancurkan Semua Stok Vaksin Covid-19 karena Sebabkan HIV/AIDS

    Jane DoePublish date2023-03-23
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah tangkapan berita dari realrawnews.com berisi klaim bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penghancuran semua stok vaksin Covid-19 di tanah Rusia.Klaim itu juga menyebabkan bahwa perintah Putin itu lantaran vaksin Covid-19 menyebabkan infeksi HIV atau dijuluki "Moscow Vax".
    Informasi berjudul “Putin Orders Destruction of All Covid-19 Vaccine in Russia” beredar di Instagram, 18 Maret 2023.
    Akun yang menyebarkan informasi itu menulis: Pada Desember 2022, Kementerian Kesehatan Rusia melaporkan lonjakan infeksi HIV secara dramatis di seluruh negeri setelah  orang-orang menerima tiga atau lebih vaksinasi Covid-19 dan tidak sesuai dengan standar demografis - homoseksual dan pengguna jarum suntik. Antara 2015-2019, Rusia mencatat rata-rata 16.000 infeksi baru per tahun. Pada tahun 2022, angka itu meroket menjadi 63.000 termasuk selibat, bukan pengguna narkoba.

    Benarkah Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penghancuran semua stok vaksin Covid-19 di Rusia lantaran menyebabkan HIV/AIDS?

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk membuktikan klaim di atas, Cek Fakta Tempo menelusuri informasi tersebut dari sumber kredibel. Hasilnya tidak ditemukan laporan berita terpercaya atau sumber lain untuk menguatkan klaim postingan tersebut.
    Dikutip dari Cek Fakta Associated Press, unggahan tentang Putin yang memerintahkan semua vaksin COVID-19 untuk dimusnahkan di Rusia merupakan cerita yang berasal dari sebuah tulisan blog pada 4 Maret 2023 yang diterbitkan oleh Real Raw News. Situs ini merupakan situs web yang selalu menerbitkan konten-konten yang berisikan humor, parodi, dan sindiran. Catatan pada situs ini lalu ramai setelah dibagikan pengguna media sosial.  
    USAToday, media berbasis di Amerika Serikat menemukan informasi itu ramai menjadi perbincangan di sosial media usai Kementerian Kesehatan Rusia membagikan postingan di Telegram pada 5 Maret 2023 yang mengatakan Rusia akan mengirimkan vaksin asal perusahaan Rusia, Sputnik V ke beberapa wilayah di negara tersebut.
    Informasi ini kemudian diikuti dengan klaim bahwa Putin memerintahkan penghancuran semua vaksin COVID-19 di Rusia. USAtoday menyatakan tidak ada laporan berita yang kredibel tentang hal itu.
    Politifact, organisasi cek fakta berbasis di Amerika Serikat mengelompokkan informasi itu sebagai informasi palsu yang bertujuan untuk memprovokasi.  
    Sementara terkait klaim vaksin COVID-19 dapat meningkatkan risiko terpapar HIV/AIDS adalah merupakan klaim keliru yang sempat ramai beredar pada pertengahan Juli 2022.
    Hasil pemeriksaan tim Cek Fakta Tempo, bahkan tidak mendapati laporan atau bukti dari uji klinis vaksin COVID-19 atau data tindak lanjut terkontrol yang menghubungkan vaksin COVID-19 dapat meningkatkan risiko kanker atau HIV/AIDS. 
    David Wohl, pakar penyakit menular dari University of North Carolina, mengatakan vaksin COVID-19 tidak menyebabkan imunosupresi. Yakni suatu kondisi penurunan fungsi kekebalan yang membuat seseorang rentan terhadap infeksi oportunistik. Faktanya, vaksin COVID-19 memacu fungsi kekebalan tubuh untuk melindungi dari infeksi SARS-CoV-2. Karenanya vaksin COVID-19 tidak mungkin dapat menyebabkan infeksi HIV/AIDS.

    KESIMPULAN


    Hasil pemeriksaaan Fakta TEMPO, klaim Presiden Rusia Vladimir Putin memerintahkan penghancuran semua stok vaksin Covid-19 di tanah Rusia lantaran menyebabkan HIV/AIDS adalah keliru. 
    Informasi itu diketahui merupakan cerita yang berasal dari sebuah tulisan blog pada 4 Maret 2023 yang diterbitkan oleh Real Raw News. Situs ini merupakan situs web yang selalu menerbitkan konten-konten yang berisikan humor, parodi, dan sindiran. Catatan pada situs ini lalu ramai setelah dibagikan pengguna media sosial. 
    Sementara terkait klaim vaksin Covid-19 dapat meningkatkan risiko terpapar HIV AIDS diketahui merupakan klaim keliru yang sebelumnya sempat ramai beredar pada pertengahan Juli 2022.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/Cp6sg5QpzM2/

    https://apnews.com/article/fact-check-Russia-vaccine-Sputnik-888212089010

    https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2023/03/17/fact-check-false-claim-russia-destroyed-all-covid-19-vaccines/11480036002/

    https://www.politifact.com/factchecks/2023/mar/09/blog-posting/no-vladimir-putin-didnt-order-covid-19-vaccines-to/

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/1806/keliru-klaim-vaksin-covid-19-bisa-meningkatkan-risiko-hivaids

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-03-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.