Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan, Video dengan Klaim Ribuan Santri Kepung Kantor PDIP pada 2023
    CekFakta

    Menyesatkan, Video dengan Klaim Ribuan Santri Kepung Kantor PDIP pada 2023

    Jane DoePublish date2023-03-07
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah akun di Facebook, mengunggah video yang memuat klaim ribuan santri mengepung kantor PDIP. Aksi unjuk rasa itu dikaitkan setelah beredar video Megawati Soekarnoputri pada Februari 2023 menyindir ibu-ibu yang ikut pengajian dalam salah satu pidatonya. 
    Selain menampilkan video Megawati, beberapa potongan video berisi rekaman aksi demonstrasi di sejumlah wilayah. 

    Benarkah video demonstrasi tersebut dilakukan ribuan santri untuk mengepung kantor PDIP pada 2023? Berikut pemeriksaan faktanya?

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tempo, kompilasi video unjuk rasa dalam unggahan itu bukanlah demonstrasi ke kantor PDIP pada tahun 2023, atau setelah pidato Megawati yang disampaikan pada 16 Februari 2023. Unjuk rasa tersebut terjadi dalam berbagai konteks peristiwa dan sebelum 2023.
    Untuk verifikasi video tersebut, Tim Cek Fakta Tempo Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar menggunakan Keyframe dan menelusurinya pakai Yandex Image Search.
    Video 1

    Pada detik ke-10, fragmen video menampilkan pengunjuk rasa membawa tulisan “Tangkap, Seret dan Pidanakan”.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, poster tersebut identik dengan foto pada berita IDN Times tanggal 6 April 2016. 
    Dilansir IDN Times, massa yang terdiri Alumni 212, FPI dan GNPF melakukan aksi di depan Bareskrim Polri terkait dugaan penodaan agama Islam oleh Sukmawati Soekarnoputri.
    Video 2

    Pada menit ke-03:29, fragmen video menampilkan sejumlah besar orang baju putih memenuhi jalan. Tampak juga sebuah truk bak terbuka dengan poster dan pengeras suara di atasnya.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, fragmen gambar tersebut identik dengan gambar dalam berita yang diunggah CNN Indonesia di YouTube tanggal 6 April 2018. Dilansir CNN Indonesia, massa dari berbagai ormas dan Alumni 212, berunjuk rasa untuk menuntut polisi agar Sukmawati Soekarno diproses secara hukum, meskipun telah minta maaf. Aksi masa ini menyebabkan kemacetan total di Jalan Merdeka Timur, Jakarta Pusat.
    Dilansir Tempo.co, aksi ini merupakan reaksi atas puisi berjudul "Ibu Indonesia" yang diciptakan Sukmawati Soekarnoputri. Puisi tersebut dibacakan Sukmawati dalam acara "29 Tahun Anne Avantie Berkarya" di Indonesia Fashion Week 2018. Beberapa ormas islam menilai puisi tersebut menista agama Islam.
    Video 3

    Pada menit ke-5:58, fragmen video ini menampilkan sejumlah besar orang berkumpul. Sebagian besar menggunakan baju putih. Massa tampak memenuhi badan jalan.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, video tersebut identik dengan tayangan langsung CNN Indonesia di YouTube tanggal 2 Desember 2016. Dilansir CNN Indonesia, massa berkumpul di Monas untuk menuntut Gubernur DKI Jakarta non aktif Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok segera di penjara.
    Dilansir Tempo, pada tanggal 2 Desember 2016, para peserta aksi mulai bergerak menuju Monumen Nasional dari Masjid Istiqlal. Rangkaian Aksi Bela Islam III dimulai dengan sholat jumat bersama.
    Konteks pernyataan Megawati
    Pada tanggal 16 Februari 2023, Megawati berpidato dalam acara “Kick Off: Pancasila Dalam Tindakan: Gerakan Semesta Berencana Mengatasi Stunting” yang dilaksanakan oleh Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Kegiatan tersebut disiarkan secara langsung di Kanal Youtube BKKBN OFFICIAL.
    Dalam pidatonya Megawati mengatakan “Saya lihat ibu-ibu itu ya, maaf ya, sekarang kan kayaknya budayanya, beribu maaf, jangan lagi nanti saya di-bully, kenapa to seneng banget ngikut pengajian ya? Iya loh, maaf beribu maaf, saya sampai mikir gitu, iki pengajian ki sampai kapan toh yo? Anake arep diapakke (anaknya mau diapakan)? Iya dong? Boleh, bukan berarti nggak boleh, boleh, saya pernah pengajian kok".
    Pernyataan Megawati ini memicu berbagai reaksi. Pada tanggal 21 Februari, sekelompok warga dari Aliansi Pecinta Pengajian Ibu-ibu (APPI) melakukan aksi massa di depan Patung Kuda Monas dan kediaman Megawati di Jalan Teuku Umar.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan video yang diklaim ribuan santri berdemonstrasi mengepung kantor PDIP pada 2023 adalah menyesatkan.
    Meskipun aksi demonstrasi memang terjadi untuk memprotes pernyataan Megawati tersebut, namun kompilasi video yang diunggah tersebut bukanlah bagian dari aksi itu. Aksi dalam video tersebut terkait dugaan penistaan agama islam yang dilakukan Sukmawati Soekarno dan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok yang dilakukan FPI, ormas Islam, dan Alumni 212.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/watch/?v=145041531797238

    https://www.idntimes.com/news/indonesia/akhmadmustaqim/massa-aksi-64-tuntut-sukmawati-segera-diproses-hukum-1?page=all

    https://www.youtube.com/watch?v=GW45MOpeTZ0

    https://metro.tempo.co/read/1077003/alumni-212-tuntut-sukmawati-soekarnoputri-diproses-seperti-ahok

    https://www.youtube.com/watch?v=2ooWFaP1sSg

    https://m.tempo.co/read/824900/hujan-deras-massa-aksi-212-bertakbir-sebelum-salat-jumat

    https://www.youtube.com/watch?v=ogJr5snMxaM

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-03-07

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.