Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] KELOMPOK ANTI LGBTQ DILARANG BELI STARBUCKS
    Misleading Content

    [SALAH] KELOMPOK ANTI LGBTQ DILARANG BELI STARBUCKS

    Jane DoePublish date2023-02-25
    Share
    Facebook

    Berita

    Starbucks CEO: ” If You Support Traditional Marriage DON’T Buy Our Coffee”

    CEO Starbucks: ” Jika kalian mendukung pernikahan tradisional JANGAN beli kopi kami” (Dalam bahasa Indonesia}

    HASIL CEK FAKTA

    Akun twitter @DavidKotiw membagikan sebuah gambar bertuliskan narasi yang mengklaim bahwa CEO Starbucks Howard Schultz berucap jika kelompok penentang perkawinan pasangan sesama jenis dilarang membeli kopi Starbucks.

    Melansir kompas.com, Starbucks telah membantah klaim tersebut melalui email yang diterima AFP pada 2 Februari 2023.

    Menurut AFP, ucapan Howard Schults tersebut telah disalah artikan oleh konten tersebut. Ketika rapat pemegang saham pada 2013, analis dan investor Tom Stauber menanyakan kepada Howard Schultz tentang sikap perusahaan yang mendukung pernikahan pasangan sesama jenis.

    Howard Schults mengklaim bahwa boikot yang dilakukan oleh kelompok anti-LGBTQ National Organization for Marriage telah berdampak pada keuangan perusahaan.

    Howard Schults mengatakan “Bagi saya, ini bukan keputusan ekonomi. Keputusan ini dibuat dengan sudut pandang orang-orang kami. Kami dengan senang hati mempekerjakan lebih dari 200.000 orang di perusahaan ini dan kami ingin merangkul semua jenis keragaman”.

    Dia kemudian mempersilakan Stauber untuk menjual sahamnya di Starbucks dan membeli saham di perusahaan lain.

    Lebih dari dua tahun kemudian, setelah Mahkamah Agung AS memutuskan untuk melegalkan pernikahan sesama jenis, Starbucks mengeluarkan pernyataan yang memuji berita tersebut.

    Berdasarkan penjelasan di atas, klaim bahwa kelompok anti-LGBTQ dilarang membeli kopi Starbucks adalah keliru dan termasuk ke dalam konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Pekik Jalu Utomo.
    Faktanya ucapan CEO Starbucks Howard Schultz telah disalah artikan oleh konten tersebut. Starbucks telah membantah klaim tersebut melalui email yang diterima AFP pada 2 Februari 2023.

    Rujukan

    https://www.kompas.com/cekfakta/read/2023/02/09/121200882/infografik–tidak-benar-kelompok-lgbtq-dilarang-beli-kopi-starbucks

    https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.338E79T

    Publish date : 2023-02-25

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.