Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan, Klaim Gempa Turki Dikaitkan karena Negara itu Mengutuk Israel
    CekFakta

    Menyesatkan, Klaim Gempa Turki Dikaitkan karena Negara itu Mengutuk Israel

    Jane DoePublish date2023-02-20
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah video di Facebook berisi klaim gempa Turki akibat Turki atau Erdogan yang mengutuk Israel. Video tersebut berisi kompilasi situasi evakuasi para korban gempa Turki.
    “Erdogan atau Turki yang mengutuk Israel lalu kena malapetaka gempa bumi, malah dibalas oleh Israel dengan mengirim pertolongan,” tulis narasi pemilik akun.

    Video yang diunggah pada Senin, 13 Februari 2023 telah ditanggapi 5,2 ribuan pengguna Facebook, mendapatkan 1,5 ribuan komentar dan 52 ribu kali ditonton. Namun, benarkah gempa bumi di Turki berkaitan karena negara itu mengutuk Israel?

    HASIL CEK FAKTA


    Verifikasi Tempo menunjukkan bahwa kompilasi video yang dibagikan tersebut bagian dari aktivitas tim Search and Rescue (SAR) Israel Defense Forces (IDF) saat mendirikan rumah sakit dan proses evakuasi korban gempa bumi di Turki yang melanda pada Senin 6 Februari 2023, dengan lebih dari 25.000 orang meninggal. 
    Akan tetapi gempa bumi di Turki bukan karena negara itu pernah mengutuk Israel setelah serangan polisi anti huru hara Israel di dalam kompleks masjid Al-Aqsa yang menyebabkan setidaknya 152 warga Palestina terluka pada pertengahan April 2022.
    Menurut para ahli seismologi, Turki merupakan daerah rawan gempa yang terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik yang membentuk kerak bumi, yaitu lempeng Anatolia, Arab, dan Afrika. Dikutip dari situs Forbes, seorang seismolog, Jenny Jenkins, Asisten Profesor Departemen Ilmu Bumi, Universitas Durham, Inggris, Pergerakan lempeng tektonik membangun tekanan pada zona patahan di perbatasannya. Pelepasan tekanan secara tiba-tiba inilah yang menyebabkan gempa bumi dan getaran tanah.
    Gempa terbaru ini kemungkinan besar terjadi di salah satu patahan besar yang menandai batas antara lempeng Anatolia dan Arab: patahan Anatolia Timur atau patahan Transformasi Laut Mati. Ini adalah "strike-slip faults", yang berarti mereka mengakomodasi beberapa gerakan lempeng yang bergerak melewati satu sama lain.
    Sementara daerah ini mengalami banyak gempa bumi setiap tahun yang disebabkan oleh pergerakan lempeng tektonik yang sedang berlangsung. Gempa kali ini sangat besar dan merusak karena begitu banyak energi yang dilepaskan.
    Dalam website BBC, Dr Jessica Hawthorne, profesor di Departemen Ilmu Bumi, Universitas Oxford, Inggris, mengatakan meskipun gempa dapat membentuk patahan-patahan baru, di beberapa gempa besar, patahannya telah terjadi sejak awal yang sudah ada diklasifikasi menjadi tiga jenis patahan umum: sesar normal, sesar mundur, dan sesar mendatar.
    Sesar mendatar, jenis patahan ini terjadi ketika dua bidang saling bergesekan satu sama lain secara horizontal. Sesar mendatar biasanya terjadi secara vertikal dan membelah lurus ke bawah, terkadang mencapai kedalaman 15 sampai 20 kilometer. Salah satu contoh adalah Patahan Anatolia Timur, sebuah patahan sepanjang 700 km yang terletak di perbatasan antara lempengan Anatolia dan lempengan Arab di Turki.
    Untuk memverifikasi kebenaran video di atas, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video tersebut menjadi gambar pakai Keyframe dan menelusurinya menggunakan Yandex Image Search.
    Video 1

    Video menit ke-1:43 ini merupakan salah satu aktivitas para tenaga medis, militer dan relawan Israel yang sedang menyiapkan bantuan terhadap korban-korban gempa bumi di Turki.
    Potongan video ini ditayangkan di channel YouTube CBN News pada 11 Februari 2023 dengan judul "Israeli Rescue Teams Help Find Survivors in Turkey and Syria". Kemudian di i24News berjudul "Israeli delegation sets up field hospital to treat earthquake victims", yang menampilkan sejumlah proses evakuasi korban gempa bumi di Turki.
    Video 2

    Pada menit ke-2:38, Kepala Rumah Sakit Israel Defense Forces (IDF), Brigjen Jenderal Dr. Elon Glassberg, menyampaikan beberapa hal terkait upaya mereka untuk membantu korban bencana gempa bumi di Turki dengan mendirikan rumah sakit.
    “Ini adalah saat yang sulit bagi bangsa Turki, dan kami bangga bisa datang dan membantu. Kemampuan mengirim rumah sakit ke negara lain adalah kemampuan yang unik. Hanya sedikit negara yang mampu melakukan hal seperti itu dan kami bangga menjadi pihak yang datang dan membantu,” kata Glassberg dikutip dari Times of Israel.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, Tempo menyimpulkan klaim gempa bumi terkait dengan Erdogan/Turki mengutuk Israel adalah menyesatkan.
    Para ahli di bidang seismologi menyebutkan, Turki merupakan daerah yang rawan gempa, karena terletak di persimpangan tiga lempeng tektonik yang membentuk kerak bumi, yaitu lempeng Anatolia, Arab, dan Afrika.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/100022145403657/videos/566664235400036/

    https://www.forbes.com/sites/davidbressan/2023/02/07/turkey-syria-earthquakes-a-seismologist-explains-what-has-happened/?sh=476644657351

    https://www.bbc.com/indonesia/articles/c7243d2rk44o

    https://www.youtube.com/watch?v=Iy_aTc5Jrm4

    https://www.youtube.com/watch?v=n4RJov6YScw

    https://www.timesofisrael.com/idf-to-set-up-field-hospital-in-turkey-to-treat-injured-in-earthquake/

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-02-20

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.