Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Belum Ada Bukti, Data FDA Soal Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech
    CekFakta

    Belum Ada Bukti, Data FDA Soal Efek Samping Vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech

    Jane DoePublish date2023-02-13
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Melalui WhatsApp chatbot, pembaca Tempo membagikan sebuah pesan dengan klaim Pfizer kalah dalam kasus pengadilan dan diharuskan mengungkapkan semua efek samping yang serius. Pesan ini beredar di grup-grup WhatsApp serta menyatakan bahwa vaksin telah memberi dampak efek samping yang mengerikan.
    Pesan tersebut juga mengklaim, dari 46.000 orang yang diuji menggunakan vaksin, 42.000 mengalami reaksi merugikan dan 1200 orang meninggal. Sehingga, orang yang memutuskan belum divaksin sudah bijak dan benar.
    Di akhir pesan, terdapat tautan artikel berbahasa Mandarin yang diberi judul “Itu meledak! FDA kalah dalam kasus ini! Pfizer terpaksa mengungkapkan data vaksin! Ada 9 halaman efek samping! Seluruh jaringan tercengang”.
    Selamat bagi yang belum divaksinasi ! Kegigihan Anda benar-benar bijaksana dan benar !
    FDA kalah kasus! Pfizer terpaksa mengungkapkan data efek samping vaksin! 9 halaman efek samping! Seluruh dunia tercengang.
    Jaringan Informasi US168 05-03-2022 02:1
    kardiomiopati, gagal napas akut, vaskulitis tempat suntikan, kejang, alopesia areata, syok anafilaktik, Anafilaksis kehamilan, anemia aplastik, trombosis, Aritmia, radang sendi, Asma, bronkospasme, henti jantung, gagal jantung,Ketidaknyamanan dada, tersedak, glomerulonefritis autoimun kronis, lupus eritematosus kulit kronis, urtikaria spontan kronis, anemia hemolitik,

    Apakah benar ada dokumen yang menyebutkan vaksin Covid-19 Pfizer Bio-NTech memberi dampak buruk? Berikut pemeriksaan faktanya.

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tempo, klaim bahwa Pfizer diwajibkan merilis 80.000 halaman dokumen terkait penelitian dan lisensi vaksin Covid-Pfizer telah beredar sejak bulan juni 2022 di Amerika Serikat. Data 80.000 halaman tersebut mengklaim bahwa vaksin Pfizer hanya memiliki tingkat kemanjuran 12% dan memiliki banyak efek samping.
    Untuk memverifikasi narasi pada video di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan media-media dan institusi yang kredibel. 
    Fakta 1
    Klaim tersebut diatas mencantumkan tautan artikel dari Weixin, sebuah laman berbahasa Mandarin. Laman tersebut menulis bahwa, pada tanggal 1 Maret, Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat kalah dalam gugatan. 
    Sumber: mp.weixin.qq.com
    Pengadilan mewajibkan FDA untuk mempercepat pengungkapan 329.000 halaman dokumen vaksin baru Pfizer sebelum musim panas ini. Sekarang, FDA telah merilis gelombang pertama dari dokumen.
    Berdasarkan penelusuran Tempo, lama tersebut mengutip judul dari artikel yang ditulis Zachary Brennan, pada laman ENDPOINTS  pada 2 Maret 2022. Ia menuliskan bahwa, dokumen apa yang akan dirilis belum dapat ditebak.
    Sebelumnya pada tanggal 6 Januari, pengadilan Federal di Distrik Utara Texas, memerintahkan FDA merilis dokumen terkait vaksin Covid-19 Pfizer. Keputusan ini diambil  setelah sebuah lembaga bernama Public Health and Medical Professionals for Transparency (PHMPT) memenangkan gugatan Freedom of Information Act (FOIA) atas FDA. Penggugat dikenal sebagai lembaga yang mendukung gerakan anti vaksin di Amerika Serikat.
    Dilansir Bloomberg Law, pengacara penggugat Aaron Siri dari Siri&Grimstad mengatakan, sekelompok ilmuwan dan peneliti medis menggugat FDA di bawah FOIA untuk memaksa rilis ratusan ribu dokumen terkait lisensi vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech. 
    Dengan gugatan FOIA atas dokumen vaksin Pfizer, FDA harus merilis 55.000 halaman per bulan. Namun, pihak FDA mengajukan keberatan dan meminta izin kepada hakim federal agar publik harus menunggu hingga tahun 2096 untuk mengungkapkan semua data lisensi vaksin Covid-19 Pfizer.
    Dilansir Euro Weekly News, FDA mengatakan perlu 75 tahun untuk sepenuhnya merilis data vaksin COVID-19 Pfizer kepada publik. Hal ini mengacu pada regulasi FOIA.
    Dilansir USA Today, sampai saat ini belum ada dokumen yang dirilis secara resmi oleh FDA. Adapun data yang disadur oleh Sonia Elijah dalam artikel "Was Pfizer's 95% vaccine efficacy fraudulent all along?," bukan merupakan data yang diminta oleh PHMPT. Data tersebut bersumber dari dokumen briefing Vaccines and Related Biological Products Advisory Committee Meeting, pada tanggal 10 Desember 2020. 
    Fakta 2
    Gugatan ini kembali jadi pembicaraan setelah adanya gerakan #Pfizer #pfizerdatadump di Twitter yang menyebutkan bahwa tingkat efektifitas vaksin Covid-19 Pfizer hanya 12%, jauh di bawah standar FDA minimum FDA sebesar 50%.
    Namun berdasarkan penelusuran Tempo dalam jurnal yang dipublikasikan oleh The New England Journal of Medicine (NEJM), Vaksin BNT162b2 mRNA Covid-19 yang diproduksi Pfizer–BioNTech menunjukkan efektivitas sebesar 97% dalam kasus Covid-19 yang parah.
    Sumber: The New England Journal of Medicine
    Dalam laman resmi FDA, pada tanggal 11 Desember 2020, pihaknya memberikan otorisasi penggunaan vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech untuk pencegahan sindrom pernapasan akut Covid-19 pada pasien dengan usia 16 tahun ke atas.
    FDA juga menyebutkan, setelah divaksin, pasien akan mengalami kejadian pasca imunisasi seperti nyeri di tempat suntikan, kelelahan, sakit kepala, nyeri otot, menggigil, nyeri sendi, dan demam selama beberapa hari setelah suntik dosis pertama
    WHO dalam laman resminya juga menuliskan Kelompok Penasihat Strategis Ahli Imunisasi Strategic Advisory Group of Experts on Immunization (SAGE) WHO telah mengeluarkan rekomendasi sementara untuk penggunaan vaksin Pfizer BioNTech (BNT162b2) untuk Covid-19. Menurut SAGE, vaksin mRNA Pfizer-BioNTech COVID-19 aman dan efektif.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan bahwa telah beredar dokumen dan data FDA  yang menyebutkan Vaksin Pfizer hanya memiliki efektifitas 12 % adalah belum ada bukti.
    Sampai saat ini, walaupun sudah diperintahkan oleh Pengadilan Federal Distrik Utara Texas, FDA keberatan dan meminta waktu 75 tahun untuk merilis dokumen terkait vaksin Covid-19 Pfizer-BioNTech.

    Rujukan

    https://mp.weixin.qq.com/s/9C0ETAd9IOPTRMzZjDu1Tw

    https://endpts.com/fda-begins-court-mandated-release-of-thousands-of-pages-on-pfizers-covid-19-vaccine-review/

    https://news.bloomberglaw.com/health-law-and-business/why-a-judge-ordered-fda-to-release-covid-19-vaccine-data-pronto

    https://euroweeklynews.com/2021/12/09/fda-says-it-needs-75-years-to-release-pfizer-covid-19-vaccine-data-to-the-public/

    https://www.foia.gov/faq.html

    https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2022/06/09/fact-check-false-claims-stem-80-000-page-pfizer-release/9664481002/

    https://soniaelijah.substack.com/p/was-pfizers-95-vaccine-efficacy-fraudulent?s=r

    https://twitter.com/hashtag/pfizerdatadump?src=hash&ref_src=twsrc%5Etfw

    https://www.nejm.org/doi/full/10.1056/NEJMoa2110345

    https://wayback.archive-it.org/7993/20201217213102/

    https://www.fda.gov/emergency-preparedness-and-response/coronavirus-disease-2019-covid-19/pfizer-biontech-covid-19-vaccine

    https://www.who.int/news-room/feature-stories/detail/who-can-take-the-pfizer-biontech-covid-19--vaccine-what-you-need-to-know

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-02-13

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.