Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Narasi Para Pemimpin Dunia Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Sekjen PBB
    CekFakta

    Keliru, Narasi Para Pemimpin Dunia Desak Jokowi Segera Dilantik Jadi Sekjen PBB

    Jane DoePublish date2023-01-26
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah akun Facebook membagikan video dengan narasi para pemimpin dunia mendesak Presiden Jokowi segera dilantik menjadi Sekjen PBB.
    Video berjudul “Demi Kestabilan Ekonomi Global, Para Delegasi Dunia Desak Jokowi Segera Dilantik” itu memperlihatkan para pemimpin dunia sedang berada di sebuah ruangan.
    Beberapa di antaranya yaitu Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, Antonio Guterres terlihat sedang berbincang dengan Presiden Joko Widodo. Narator video mengatakan Presiden Widodo didorong bisa menjadi Sekretaris Jenderal PBB. Hal itu disampaikan oleh salah satunya Indonesia Yout Episentrum (IYE) atau yang bergerak di bidang pemberdayaan pemuda dan masyarakat. 

    Sejak diunggah pada 20 Januari 2023, video berdurasi 6 menit 9 detik ini sudah mendapat 2,1 ribuan tanggapan, 207 komentar dan 48 ribu kali tayang. Namun, benarkah para pemimpin dunia desak Jokowi segera dilantik menjadi Sekjen PBB?

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil penelusuran Tempo, narasi pemimpin dunia desak Jokowi segera dilantik menjadi Sekjen PBB tidak berkaitan dengan isi video. Potongan video yang menampilkan beberapa kepala negara itu membahas isu-isu penting bagi masing-masing negara dan juga dunia, seperti penanganan pandemi Covid-19, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim dan perdamaian dalam keberagaman.
    Pembahasan topik-topik tersebut terjadi di dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York pada 2018, 2019 hingga 2021.
    Untuk memeriksa kebenaran klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo memfragmentasi video itu menjadi gambar dan menelusurinya menggunakan beberapa tools milik Google, seperti Yandex Image Search dan Google Reverse Image.
    Video 1

    Dalam video menit ke-1:08 ini menampilkan Presiden Joko Widodo sedang berbincang dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres. Hasil penelusuran Tempo, ini merupakan pertemuan bilateral Joko Widodo dengan Antonio Guterres di Ruang Balai Citra, Hotel The Laguna Nusa Dua, Kabupaten Badung, Bali. Dikutip dari Detik, dalam pertemuan itu, Guterres memuji aksi pemerintah Indonesia yang cepat menangani bencana Lombok dan Sulawesi Tengah.
    Potongan video lainnya, Jokowi juga ditampilkan, termasuk saat menyampaikan pidato saat Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-76 di New York, 21-27 September 2021. Pada kesempatan itu, dia menyampaikan empat topik, di antaranya penanganan pandemi Covid-19, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim dan perdamaian dalam keberagaman.
    "Harapan besar masyarakat dunia tersebut, harus kita jawab dengan langkah nyata dengan hasil yang jelas. Itulah kewajiban yang ada di pundak kita, yang ditunggu masyarakat dunia. Itulah kewajiban kita untuk memberikan harapan masa depan dunia," kata Jokowi dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden.
    Video 2

    Pada menit ke-3:46, Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Retno Marsudi, terlihat sedang melakukan konferensi pers.
    Dikutip dari Channel YouTube United Nations, ini merupakan momen saat Retno Marsudi mengumumkan terpilihnya Indonesia sebagai anggota tidak tetap baru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York pada 8 Juni 2018. Pada saat itu Retno Marsudi menyebut empat fokus Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap DK PBB.
    Video 3

    Kemudian video berikutnya memperlihatkan Donald Trump, yang saat itu masih menjabat sebagai Presiden Amerika Serikat. Pada kesempatan itu, ia mengatakan negaranya sedang berusaha mendapatkan keadilan terkait dengan 'hilangnya 60.000 pabriknya' sejak China menjadi anggota Organisasi Perdagangan Dunia (WTO) tahun 2001.
    "China telah menerapkan model ekonomi berdasarkan hambatan pasar besar-besaran, subsidi negara yang sangat besar, manipulasi mata uang, pemaksaan transfer teknologi dan pencurian hak cipta, di samping juga rahasia dagang dalam skala besar-besaran," kata Trump saat berpidato di sidang ke-74 Majelis Umum PBB di New York pada hari Selasa, 24 September 2019 dikutip dari BBC.
    Trump berharap negaranya akan mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan dengan China, tetapi bea masuk yang diterapkannya telah membantu terciptanya perdagangan yang lebih adil. Jadi, tidak ada kaitan antara potongan video ini dengan yang disampaikan narator terkait pemimpin dunia mendesak PBB agar melantik Joko Widodo menjadi Sekjen PBB.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta, narasi para pemimpin dunia desak Jokowi segera dilantik menjadi Sekjen PBB, adalah keliru.
    Karena, potongan video yang menampilkan beberapa kepala negara itu membahas isu-isu penting bagi masing-masing negara dan juga dunia, seperti penanganan pandemi Covid-19, pemulihan perekonomian global, ketahanan iklim dan perdamaian dalam keberagaman. Pembahasan topik-topik tersebut di dalam Sidang Umum PBB di New York, yang tahun kegiatannya tidak sama, yaitu mulai dari 2018, 2019 hingga 2021.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/watch/?v=729078898532571

    https://finance.detik.com/moneter/d-4252048/jokowi-bertemu-sekjen-pbb-di-imf-wb-ini-yang-dibahas

    https://www.youtube.com/watch?v=wx6fdzUN6kc

    https://www.youtube.com/watch?v=kHm-U7_hQVc

    https://www.bbc.com/indonesia/dunia-49816664?xtor=AL-73-%5Bpartner%5D-%5Btribunnews.com%5D-%5Blink%5D-%5Bindonesian%5D-%5Bbizdev%5D-%5Bisapi%5D

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-01-26

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.