Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Bahaya Parah yang Dilakukan Vaksin Covid-19 pada Otak
    Misleading Content

    [SALAH] Bahaya Parah yang Dilakukan Vaksin Covid-19 pada Otak

    Jane DoePublish date2023-01-26
    Share
    Facebook

    Berita

    Akun Twitter 𝕎𝕠𝕟𝕘 ℕ𝕕𝕖𝕤𝕠 (@Angon_Kebo77) pada tanggal 12 Januari 2023 membuat cuitan dengan klaim bahwa Dr Vernon Coleman menjelaskan bahaya parah yang dilakukan Vaksin Covid-19 pada Otak. Akun tersebut juga mengutip pernyataan Dr. Vernon Coleman dengan narasi: “Ini adalah video paling menakutkan yang pernah saya buat dan mungkin video paling menakutkan yang pernah dibuat siapa pun. Dan itu semua benar.”

    HASIL CEK FAKTA

    Dilansir dari artikel CNN Indonesia, informasi mengenai vaksin Covid-19 bisa merusak otak manusia merupakan hoaks. Bimo A. Tejo, Associate Professor dan Peneliti Kimia Farmasi Universiti Putra Malaysia mengatakan bahwa virus yang menyerang otak memang ada, namun bukan karena vaksin atau kandungan aluminium. Semua vaksin yang sudah mendapat izin edar berarti sudah lolos uji klinis. Adapun kandungan garam aluminium dalam vaksin kecil sekali sehingga tidak berbahaya bagi otak. Hingga saat ini belum ada yang bisa membuktikan vaksin yang mengandung aluminium bisa menyerang otak manusia.

    Berdasarkan artikel dari Wikipedia, Vernon Coleman merupakan seorang ahli teori konspirasi Inggris, aktivis anti vaksinasi, penyangkal AIDS, blogger dan novelis yang menulis tentang isu yang berkaitan dengan kesehatan manusia, politik dan hewan.
    Dilansir dari artikel Alodokter yang berjudul “Macam-Macam Infeksi Otak dan Faktor Risikonya” diterangkan bahwa ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya infeksi otak yaitu memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah akibat HIV/AIDS, efek samping kemoterapi, diabetes, kecanduan alkohol atau penyalahgunaan obat terlarang, terdapat infeksi pada gigi dan rongga sinus, belum mendapatkan vaksinasi, mengalami cedera kepala, serta berusia lebih dari 60 tahun.

    KESIMPULAN

    Konten yang menyesatkan. Informasi bahwa vaksin Covid-19 berbahaya bagi otak adalah sesat, tidak ada bukti yang menyatakan kebenaran klaim tersebut. Faktanya, vaksin Covid-19 sudah diuji secara klinis sebelum diedarkan.

    Rujukan

    https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20210126184323-192-598699/vaksin-bisa-rusak-otak-manusia-hoaks

    https://en.wikipedia.org/wiki/Vernon_Coleman

    https://www.alodokter.com/kenali-penyebab-infeksi-otak-faktor-risiko-dan-jenisnya

    Publish date : 2023-01-26

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.