Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Mainan Lato-Lato Berhubungan dengan Yahudi, Teori Konspirasi Illuminati, dan Freemason
    CekFakta

    Keliru, Mainan Lato-Lato Berhubungan dengan Yahudi, Teori Konspirasi Illuminati, dan Freemason

    Jane DoePublish date2023-01-11
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Gambar mainan lato-lato yang disandingkan dengan simbol Illuminati dan Freemason beredar melalui pesan berantai. Gambar tersebut disertai klaim bahwa permainan lato-lato merupakan teori konspirasi Illuminati dan Freemason.
    Di Instagram, gambar tangkapan layar tersebut dibagikan akun ini pada 8 Januari 2023. Pada keterangan gambar dalam pesan berantai itu juga dikatakan bahwa lato-lato berasal dari Bahasa Ibrani yang memiliki arti "Saya Yahudi". 

    Hingga artikel ini dimuat, gambar tangkapan layar itu telah disukai lebih dari 2.300 akun lainnya dan mendapat 770 komentar. Apa benar mainan lato-lato berhubungan dengan Yahudi, Teori Konspirasi Illuminati dan Freemason?

    HASIL CEK FAKTA


    Dosen Sastra Daerah Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Firman Saleh menjelaskan bahwa orang Makassar menyebutnya latto-latto, karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan. Sementara Sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono menganggap mainan lato-lato kurang masuk akal jika dihubungkan dengan teori konspirasi.
    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri pemberitaan terkait melalui sejumlah media kredibel.
    Kata Latto-Latto
    Tempo menggunakan cara paling sederhana untuk mengetahui makna lato (Bahasa Ibrani) yakni dengan menggunakan Google Translate. Hasilnya: Lato berarti pelan-pelan. Bukan "Aku Yahudi" sebagaimana klaim dalam gambar tangkapan layar di atas. 
    Kata "latto" merupakan bahasa Makassar yang berarti bunyi yang dikeluarkan dari dua benda yang berbenturan. Kata ini kemudian digunakan oleh masyarakat Makassar untuk menamai permainan clakers ball yang kembali booming di Makassar.
    Dosen Sastra Daerah Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Firman Saleh menjelaskan orang Makassar menyebutnya latto-latto, karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan.
    "Latto itu bunyi yang dikeluarkan akibat 2 benturan benda sehingga mengeluarkan bunyi," jelasnya dikutip dari Detik.com.
    Sementara pengulangan kata latto-latto menggambarkan bunyi yang berulang dari permainan tersebut.
    "Kalau dalam bahasa dia reduplikasi, artinya sering, selalu atau berulang sehingga disebut latto-latto," jelasnya. Penamaan latto-latto untuk permainan ini lantas meluas di media sosial hingga digunakan di berbagai daerah lainnya.
    Asal Mula Mainan Lato-Lato
    Lato-Lato sebenarnya telah populer di tengah anak-anak Amerika Serikat (AS) sejak tahun 1960-an. Di Negeri Paman Sam, mainan ini dikenal dengan sebutan clackers ball. Dari AS, mainan ini pun tersebar ke berbagai penjuru dunia, hingga di Indonesia pada sekitar 1990-an.
    Dulu, mainan ini terdiri dari dua bandul yang terbuat dari bahan akrilik. Sama seperti yang sekarang, kedua bola akrilik ini diikat pada tali dengan cincin atau pegangan kecil di bagian tengah. Cincin itu berfungsi untuk membuat kedua bandul saling mengadu dan bersuara.
    Kini, lato-lato kembali populer di tengah masyarakat. Siapa saja boleh memainkan lato-lato, asalkan digunakan dengan berhati-hati.
    Pada 6 Desember 1985 Komisi Keamanan Produk Konsumen Amerika Serikat (CPSC) mengumumkan bahwa clackers ball sebagai permainan yang dilarang. Kantor Marsekal Amerika Serikat di Phoenix, Arizona menyita hampir 4.600 mainan "clacker ball".
    Komisi Keamanan Produk Konsumen menguji mainan ini, bolanya pecah atau retak. Selain itu, banyak pegangan yang patah. Untuk mencegah cedera akibat fragmentasi bola atau dari propulsi komponen saat terbongkar secara tiba-tiba saat digunakan, produk tunduk pada peraturan yang diberlakukan oleh Komisi Keamanan Produk Konsumen, yang mengharuskannya lulus uji ketahanan khusus.
    Teori Konspirasi Illuminati dan Freemason
    Mengutip BBC, Illuminati adalah teori konspirasi yang membuat semua teori konspirasi lain di muka bumi ini tak ada artinya. Ibaratnya induk dari setiap intrik lain di kolong langit, Illuminati seakan jadi maha penguasa yang mengendalikan seluruh urusan dunia, yang beroperasi diam-diam sembari tekun membangun Tata Dunia Baru.
    Ketika kebanyakan orang mencoba menelisik sejarah kelompok rahasia ini, mereka terdampar di Jerman bersama Orde Illuminati di masa Pencerahan atau Renaisans. Kelompok masyarakat rahasia Bayern ini didirikan pada tahun 1776, sebagai wadah bagi para intelektual untuk berkumpul bersama dan menentang pengaruh berlebihan agama dan kaum elit dalam kehidupan sehari-hari.
    Banyak kaum progresif terkenal yang bergabung, namun, sebagaimana Freemason, lambat laun mereka dilarang oleh kalangan konservatif dan Kristen, mereka pun lenyap.
    Dilansir dari nationalgeographic.grid.id, Freemason adalah Organisasi Persaudaraan Tertua di Dunia. Kelompok ini dimulai pada abad pertengahan di Eropa sebagai sebuah serikat pekerja yang terampil. Karena runtuhnya bangunan katedral, fokus kelompok itu bergeser.
    Saat ini, menurut Margaret Jacob, Profesor Sejarah di Universitas California, Los Angeles, Freemason adalah organisasi sosial dan filantropis yang dimaksudkan untuk membuat anggotanya menjalani kehidupan yang berbudi luhur dan berorientasi sosial.
    Meskipun ia bukan serikat rahasia, tetapi ia memiliki sandi dan ritual rahasia yang berasal dari perkumpulan abad pertengahan. 
    "Di serikat asli, ada tiga gelar: Apprentice, Fellowcraft, dan Master Mason yang mengawasi semua orang yang bekerja di sebuah situs. Sekarang, gelar ini lebih filosofis," kata Jacob.
    Sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Drajat Tri Kartono menganggap permainan latto-latto kurang masuk akal jika dihubungkan dengan teori konspirasi.
    Kemunculan teori konspirasi ini biasanya bertujuan untuk mengingatkan tatanan yang ada akan tergantikan oleh tatanan baru. Karena itu, teori ini kerap muncul dengan memanfaatkan momen-momen yang sedang banyak dibicarakan.
    Ia menjelaskan, adanya teori konspirasi ini merupakan bentuk kecemasan sekelompok orang atau rasa traumatik dunia terkait kekuatan-kekuatan baru yang mampu mengendalikan dunia.
    "Kalau di kasus latto-latto ini bukan untuk itu, tapi seperti penunggang gelap untuk mendompleng viralnya latto-latto kemudian dijadikan satu alat untuk mengingatkan kembali tentang teori konspirasi itu," kata Drajad kepada Kompas.com, Minggu, 8 Januari 2022.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, gambar tangkapan layar dengan klaim mainan lato-lato berhubungan dengan Yahudi, Teori Konspirasi Illuminati dan Freemason adalah keliru.
    Kata "latto" merupakan bahasa Makassar yang berarti bunyi yang dikeluarkan dari dua benda yang berbenturan. Dosen Sastra Daerah Bugis-Makassar dari Universitas Hasanuddin (Unhas) Dr. Firman Saleh menjelaskan orang Makassar menyebutnya latto-latto, karena permainan tersebut menimbulkan suara ketukan. 
    Sementara sosiolog Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS), Drajat Tri Kartono, menganggap mainan lato-lato kurang masuk akal jika dihubungkan dengan teori konspirasi.

    Rujukan

    https://www.instagram.com/p/CnKPu3QB-Lp/

    https://www.detik.com/sulsel/budaya/d-6496442/bahasa-makassar-latto-latto-viral-akibat-permainan-clakers-ball-ini-artinya

    https://www.cpsc.gov/Recalls/1985/dangerous-toys-seized-by-us-marshal-in-phoenix

    https://www.bbc.com/indonesia/vert-fut-40950323

    https://nationalgeographic.grid.id/read/132471302/tujuh-perkara-yang-mungkin-belum-anda-ketahui-tentang-fakta-freemason?page=all

    https://www.kompas.com/tren/read/2023/01/08/193100265/latto-latto-dan-mengapa-masih-banyak-teori-konspirasi-bermunculan-?page=2

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-01-11

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.