Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Video “Ri Tolak Perdamaian Tingkatkan Serangan Brutal Ke Kota Kuala Lumpur Malaysia”
    Misleading Content

    [SALAH] Video “Ri Tolak Perdamaian Tingkatkan Serangan Brutal Ke Kota Kuala Lumpur Malaysia”

    Jane DoePublish date2023-01-05
    Share
    Facebook

    Berita

    NARASI: “Ri Tolak Perdamaian !! Tingkatkan Serangan Brutal Ke Kota Kuala Lumpur Malaysia”.

    HASIL CEK FAKTA

    SUMBER membagikan konten yang isinya menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya hanya mentranskrip artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina vs Rusia menjadi Malaysia vs Indonesia.

    Salah satu sumber potongan video yang identik dengan yang digunakan oleh SUMBER, CNN di YouTube: “CNN’s Fareed Zakaria examines the use of drones on the battlefield and argues that, at least for now, they’re mostly a sidekick to other tactics and weapons systems. #CNN #News”

    Artikel yang ditranskrip di video, KOMPAS.com: “Kota Kherson di selatan Ukraina yang baru-baru ini dibebaskan terkena serangan mortir dan artileri hebat dari pasukan Rusia di seberang sungai Dnipro. Di sisi lain, Kremlin menolak rencana perdamaian Ukraina, menuntut Kyiv menerima aneksasi empat wilayahnya. Dilansir dari Reuters, Kherson tetap berada di bawah pengeboman dari pasukan Rusia yang mundur ke tepi timur sungai ketika kota itu direbut kembali dalam kemenangan besar bagi Ukraina bulan lalu.

    Salah satu sumber foto yang muncul di video, RFE/RL: “Vagner founder Yevgeny Prigozhin praised the gruesome video, which he described as having “excellent directional work.”” (deskripsi foto)

    KESIMPULAN

    MENYESATKAN. FAKTA: selain berisi potongan-potongan video dari peristiwa yang TIDAK berkaitan, video sebenarnya hanya mentranskrip artikel dengan mengganti aspek yang berkaitan dengan konflik Ukraina vs Rusia menjadi Malaysia vs Indonesia.

    Rujukan

    https://http[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate),

    https://bit.ly/3wHx0lO /

    https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan). [2] youtube.com: “See how drone attacks in Ukraine are reshaping warfare”,

    https://bit.ly/3GBwOej /

    https://archive.ph/2PZZK (arsip cadangan). [3] kompas.com: “Rusia Tolak Rencana Damai, Malah Tingkatkan Serangan Brutal”,

    https://bit.ly/3Z86fEJ /

    https://archive.ph/erKU0 (arsip cadangan). [4] rferl.org: “Telegram Channel With Vagner Group Ties Shows Apparent Sledgehammer Killing Of Alleged Defector To Ukrainian Side”,

    https://bit.ly/3CqL8DR /

    https://archive.ph/3ZnkY (arsip cadangan).

    Publish date : 2023-01-05

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.