Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Benar, Penelitian Guru Besar UNS Soal Gerakan
    CekFakta

    Benar, Penelitian Guru Besar UNS Soal Gerakan

    Jane DoePublish date2023-01-10
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Melalui WhatsApp Chatbot Tempo, pembaca Cek Fakta Tempo mengirimkan informasi tentang Gerakan “Ayo Kerokan” yang diklaim bersumber dari hasil penelitian Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo Prof Didik Gunawan Tamtomo.
    Informasi tersebut memuat pesan bahwa pada tahun 2003-2005, Prof Didik Gunawan Tamtomo meneliti manfaat kerokan. Penelitian tersebut dilakukan dengan survei kuantitatif dan kualitatif terhadap 390 responden. Hasilnya, 90 persen mengaku kerokan saat ”masuk angin”.
    Berdasarkan penelitian tersebut, Didik menemukan sejumlah manfaat dari kerokan yakni melebarnya pembuluh darah membuat aliran darah lancar dan pasokan oksigen dalam darah bertambah. Kulit ari juga terlepas seperti halnya saat luluran.

    Manfaat berikutnya, kadar endorfin orang-orang yang dikerok naik signifikan. Peningkatan endorfin membuat mereka nyaman, rasa sakit hilang, lebih segar, dan bersemangat.
    Benarkah klaim di dalam informasi tersebut berdasarkan penelitian Didik Gunawan Tamtomo?

    HASIL CEK FAKTA


    Berdasarkan penelusuran Tempo, Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, dr., PAK,MM., M.Kes adalah guru besar Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sebelas Maret, Surakarta.
    Pada tahun 2008, Prof. Didik Tamtomo mengadakan penelitian yang berjudul Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional Kerokan. Hasil penelitian ini diterbitkan dalam jurnal Laboratorium Anatomi FK UNS.
    Untuk verifikasi pesan berantai ini, Tempo menelusuri jurnal penelitian dengan kata kunci “Kerokan” serta menghubungi Didik Gunawan. Tempo juga menelusuri profil peneliti pada website kampus, website jurnal kesehatan dan Google Scholar.
    Profil Peneliti
    Dilansir dari laman resmi Fakultas Kedokteran UNS, Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, dr., PAK,MM., M.Kes, merupakan staf pengajar di Fakultas Kedokteran. Ia menempuh pendidikan Kedokteran Umum di Universitas Gadjah Mada 1976, S1 Kedokteran Keluarga S3 Universitas Sebelas Maret 2001, dan S3  Ilmu Kedokteran di Universitas Airlangga 2005.
    Dilansir laman Google Scholar, pada tahun 2005, Dr. Didik Gunawan Tamtomo, mempublikasikan jurnal berjudul Kajian Biologi Molekuler Pengobatan Tradisional Kerokan Pada Penanggulangan Myalgia. Jurnal ini diterbitkan Universitas Airlangga. 
    Didik juga menulis  jurnal terkait pengobatan tradisional kerokan berjudul Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional Kerokan, tahun 2013 dan Aktivasi Komplemen pada Jejas Mekanis Pengobatan Tradisional Kerokan, tahun 2018.
    Penelitian tentang kerokan
    Kepada Tempo melalui pesan WhatsApp, Didik Gunawan membenarkan isi pesan berantai tersebut. Ia mengatakan, pada tahun 2005 pernah melakukan penelitian biologi molekuler pada pengobatan tradisional kerokan.
    “Isi pesan berantai tersebut sesuai dengan hasil penelitian yang pernah saya lakukan. Namun bukan saya yang membuat pesan berantai tersebut,” kata Didik.
    Dilansir dari artikel berjudul "Gambaran Histopatologi Kulit pada Pengobatan Tradisional Kerokan", Didik menuliskan bahwa penelitian ini dilaksanakan di Klinik Padma dan Laboratorium Patologi Anatomi Fakultas Kedokteran UNS pada September 2004. Penelitian menggunakan 38 sampel yang kemudian dibagi menjadi Grup Perlakuan dan Grup Kelompok Kontrol, masing-masing 19 orang.
    Penelitian Biologi Molekuler Pengobatan Tradisional Kerokan Pada Penanggulangan Myalgia (nyeri otot) menyimpulkan dua hal, pertama: pada pengobatan kerokan terjadi reaksi inflamasi. Inflamasi merupakan suatu proses yang meliputi perubahan pembuluh darah, perubahan jaringan ikat dan interaksi berbagai jenis sel. 
    Inflamasi bertujuan membersihkan jaringan yang mati; dan merupakan salah satu komponen penyembuhan karana dapat menyiapkan jaringan yang rusak  untuk proses penyembuhan. 
    Kedua, pada pengobatan kerokan tidak terdapat kerusakan pada kulit. Kerusakan kulit yang disebabkan gesekan uang logam  dengan kulit yang digunakan pada kerokan hanya terjadi pada lapisan stratum korneum. Stratum korneum merupakan lapisan terluar kulit ini berfungsi untuk menyerap air dan melindungi lapisan kulit yang lebih dalam. Proses kerusakan juga minimal karena pada proses pengobatan ini dipergunakan cairan pelicin.
    Namun, Didik juga menuliskan bahwa penelitian ini perlu pengembangan lebih lanjut. Pengobatan tradisional kerokan perlu dikaji dari aspek lain dan diteliti juga kerugian atau dampak negatif yang ditimbulkan.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan hasil pemeriksaan fakta di atas, Tim Cek Fakta Tempo menyimpulkan pesan perantai berjudul “Gerakan “Ayo Kerokan” adalah Benar.
    Pesan berantai tentang pengobatan tradisional kerokan untuk mengobati nyeri otot (myalgia) bersumber dari penelitian Prof. Dr. Didik Gunawan Tamtomo, staf pengajar di Fakultas Kedokteran. Penelitian ini berfokus pada pengobatan nyeri otot, bukan pada gejala sakit lainnya. 
    Meski begitu, Didik mengingatkan agar pengobatan tradisional kerokan perlu dikaji dari aspek lain dan diteliti  juga kerugian atau dampak negatif yang ditimbulkan. Masyarakat juga harus tetap meminta saran medis pada tenaga kesehatan untuk mendapatkan diagnosa dan pengobatan yang sesuai dengan sakit yang diderita.

    Rujukan

    https://wa.me/6281315777057

    https://fk.uns.ac.id/index.php/tentang/detailstaffpengajar/194803132018101

    https://scholar.google.co.id/citations?hl=en&user=DbdJ1wgAAAAJ&view_op=list_works&sortby=pubdate

    https://core.ac.uk/download/pdf/12345623.pdf

    https://repository.unair.ac.id/32100/ mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2023-01-10

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.