Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Video Australia Serahkan Diri ke Indonesia
    CekFakta

    Keliru, Video Australia Serahkan Diri ke Indonesia

    Jane DoePublish date2022-12-30
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah akun di Facebook mengunggah video berdurasi 10 menit 5 detik dengan judul "Angkat tangan lawan NKRI!! Australia akhirnya serahkan diri ke Indonesia".
    Video yang dibagikan pada 28 Desember 2022 tersebut memperlihatkan wawancara Perdana Menteri Australia Anthony Albanese dan masa yang turun ke jalan dengan membawa atribut berupa bendera dan poster-poster berbagai macam tulisan. Hingga artikel ini ditulis sudah mendapat 9,4 ribu suka, 789 ribu komentar dan ditonton hingga 408 ribu kali.

    Narator video mengatakan invasi Indonesia ke Australia menyebabkan demonstrasi semakin memanas. Beberapa ribu orang berkumpul dengan membawa bendera Indonesia dan Australia di depan kantor pemerintahan di Canberra meminta agar perang Indonesia-Australia dihentikan.
    Benarkah klaim video tersebut?

    HASIL CEK FAKTA


    Tim Cek Fakta Tempo menemukan demonstrasi warga Australia di Kedutaan Besar RI di Darwin, Australia tidak terkait dengan perang Indonesia-Australia. 
    Untuk membuktikannya, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video menjadi beberapa gambar tangkapan layar, lalu memverifikasinya dengan menggunakan tools Yandex Image, mesin pencarian Google dan YouTube. Berikut ini adalah fakta-faktanya:
    Video 1

    Potongan video Perdana Menteri Anthony Albanese ini muncul di awal video pada detik ke-4. Anthony Albanese dilantik sebagai Perdana Menteri Australia dari Partai Buruh kiri-tengah. 
    Albanese menggulingkan koalisi konservatif pendahulu Scott Morrison pada pemilihan 2022. Koalisi tersebut telah berkuasa di bawah tiga perdana menteri selama sembilan tahun.Video ini pernah diunggah oleh akun Zee News English pada 24 Mei 2022 berjudul "Who is the new PM of Australia". Video identik terlihat mulai menit ke-1:35.
    Video 2

    Potongan video ini muncul pertama kali pada detik ke-10. Video yang sama pernah diunggah oleh kanal Youtube Guardian News pada 22 Agustus 2021 berjudul "Thousands protest against Melbourne's lockdown restrictions".
    Warga Melbourne melakukan demonstrasi sebagai bentuk protes diberlakukannya lockdown terhadap kota tersebut. Ribuan orang berkumpul di jalan-jalan menyebabkan lebih dari 200 penangkapan dan setidaknya sembilan petugas polisi dirawat di rumah sakit.
    Video 3

    Potongan video ini juga muncul di detik ke-39. Video identik terdapat pada kanal YouTube Sky News Australia di detik ke-19. Dari keterangan video, ribuan pengunjuk rasa turun ke CBD Melbourne dalam demonstrasi menentang undang-undang pandemi pemerintah Victoria.
    Ada dua aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung, dengan gerakan yang lebih besar melibatkan lebih dari 1.000 orang, yang berbaris di Jalan Bourke menuju Gedung Parlemen.
    Video 4

    Potongan video ini muncul pada detik ke-51 hingga ke-54. Video yang sama pernah terlihat di detik ke-15 pada kanal YouTube Wion yang diunggah tanggal 22 September 2022 dengan judul "Australia: Thousands protest against day of mourning for Queen Elizabeth II".  
    Di Australia, lebih dari seribu orang menggelar protes menentang Hari Berkabung Nasional untuk Ratu Elizabeth II. Orang-orang di Sydney dan Melbourne berkumpul dan menyerukan lebih banyak hak masyarakat adat.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan hasil pemeriksaan Tempo di atas, video yang diklaim Australia akhirnya menyerahkan diri ke Indonesia adalah keliru.
    Narasi dan potongan video yang dirangkum tidak terkait dengan judul di atas.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/watch/?v=698701205025140

    https://www.youtube.com/watch?v=yefsBxeJam0

    https://www.youtube.com/watch?v=RKGEEuJm9SA

    https://www.youtube.com/watch?v=jzl5h7l2j1I

    https://www.youtube.com/watch?v=abokvHIlM7Q

    https://wa.me/6281315777057

    Publish date : 2022-12-30

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.