Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Sindrom Stiff-Person yang Diderita Penyanyi Celine Dion Disebabkan Vaksin Pfizer
    Misleading Content

    [SALAH] Sindrom Stiff-Person yang Diderita Penyanyi Celine Dion Disebabkan Vaksin Pfizer

    Jane DoePublish date2022-12-28
    Share
    Facebook

    Berita

    “Celine Dion was diagnosed with stiff-person syndrome. It’s a neurological disorder with features of an autoimmune disease. Over the past year she started to experience debilitating symptoms which surely couldn’t have been brought on by multiple jabs. And here is the side effect “stiff person syndrome” listed on Pfizer’s list of side effects they wanted to hide from the public for 70+ years. @celinedion do you see this?? Will you speak out about it? Don’t you want to save others from this same fate?”

    Terjemahan:

    “Celine Dion didiagnosis dengan sindrom orang kaku. Ini adalah gangguan neurologis dengan fitur penyakit autoimun. Selama setahun terakhir dia mulai mengalami gejala yang melemahkan yang tentunya tidak mungkin disebabkan oleh banyak suntikan. Dan inilah efek samping “sindrom orang kaku” yang terdaftar di daftar efek samping Pfizer yang ingin mereka sembunyikan dari publik selama 70+ tahun. @Celine Dion apakah kamu melihat ini?? Apakah Anda akan membicarakannya? Apakah Anda tidak ingin menyelamatkan orang lain dari nasib yang sama?”

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar sebuah unggahan di Twitter yang menunjukkan daftar dampak penyakit yang ditimbulkan setelah melakukan vaksinasi Covid-19 dengan menggunakan vaksin Pfizer, unggahan tersebut mengklaim bahwa penyakit sindrom Stiff-Person yang dialami Celine Dion merupakan dampak dari pemberian vaksin Pfizer dalam melakukan vaksinasi Covid-19.

    Setelah ditelusuri, klaim tersebut salah. Faktanya, klaim mengenai penyakit Sindrom Stiff-Person yang disebabkan oleh vaksinasi Covid-19 merupakan klaim yang ‘tidak masuk akal secara ilmiah’. Hasil penelusuran oleh AFP menunjukkan dokumen yang dimiliki oleh Pfizer bukan dokumen yang menunjukkan efek samping yang dimiliki setelah melakukan vaksinasi Covid-19 dan belum memiliki hubungan sebab akibat yang berarti.

    Melalui AFP Wakil Kepala Pusat Farmakovigilans Regional Burgundy mengatakan bahwa Sindrom Stiff-Person bukan salah satu dari efek samping yang dilaporkan pasca penyuntikan vaksin Pfizer. Selain itu, Dalam catatan medis yang dimiliki Celine Dion disampaikan bahwa, dirinya sudah mengalami gejala kesehatan tersebut jauh sebelum Covid-19 muncul.

    Dengan demikian, Sindrom Stiff-Person yang diderita penyanyi Celine Dion disebabkan vaksin Pfizer merupakan hoax dengan kategori Konten yang Menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Mochamad Marcell

    Klaim tersebut salah, faktanya tidak terdapat bukti yang menunjukkan penyakit Sindrom Stiff-Person disebabkan penggunaan vaksin Pfizer sebagai vaksin Covid-19. Kabar yang menyesatkan ini dikaitkan dengan penyakit Stiff-Person yang diderita penyanyi Celie Dion. Selengkapnya di bagian penjelasan.

    Rujukan

    https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.333Y8V4

    https://www.reuters.com/article/factcheck-celine-syndrome-idUSL1N3331WP

    Publish date : 2022-12-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.