Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Tidak Benar Ma'ruf Amin Minta Negara Hormati Hak LGBT
    CekFakta

    Cek Fakta: Tidak Benar Ma'ruf Amin Minta Negara Hormati Hak LGBT

    Jane DoePublish date2022-12-22
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta - Beredar di media sosial postingan yang mengklaim Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta negara menghormati hak LGBT. Postingan itu beredar sejak beberapa waktu lalu.
    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mempostingnya pada 8 Desember 2022.
    Akun itu mengunggah artikel berjudul "Ma'ruf Amin Minta Negara Hormati Hak LGBT"
    Akun itu menambahkan narasi "Yai dah mulai jadi murtad,, inget yai umur kita g tau,, jadi lah penasehat yg menurut agama mu itu baik dan benar,, jangan karena jabatan lupa dengan marwah mu sebagai kiyai,,,"
    Lalu benarkah postingan yang mengklaim Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta negara menghormati hak LGBT?

    HASIL CEK FAKTA


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan melihat gambar postingan. Dalam postingan itu terdapat keterangan bahwa artikel diunggah di Kompas.com pada 14 Juli 2020 pukul 17.38 WIB.
    Penelusuran dilanjutkan dengan mesin pencarian Google. Kami memasukkan kata kunci "Ma'ruf Amin Kompas.com 14 Juli 2020".
    Hasilnya terdapat artikel asli yang identik dengan postingan. Artikel itu berjudul "Wapres Ma'ruf: Pendidikan adalah Kunci untuk Memastikan Masa Depan Bangsa"
    Berikut isi artikelnya:
    "JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, pendidikan fomal dan vokasi merupakan kunci untuk mencapai masa depan bangsa.
    Hal tersebut disampaikan Ma'ruf dalam dialog virtual nasional lintas iman, Selasa (14/7/2020).
    "Saya meyakini bahwa kita harus memajukan pendidikan, baik formal maupun vokasi sebagai kunci untuk memastikan masa depan bangsa," ujar Ma'ruf.
    Baca juga: Wapres Minta Tokoh Agama Dorong Umat Kuasai Iptek
    Ma'ruf mengatakan, Indonesia memiliki modal berupa kekayaan dan keindahan alam yang melimpah, keanekaragaman budaya dan jumlah penduduk besar dengan komposisi yang mayoritas berusia muda.
    Menurut Ma'ruf, modal tersebut malah dapat menjadi beban jika pengelolaannya keliru.
    Sementara, bila mengamati negara-negara maju lainnya, kata Ma'ruf, kekayaan alam justru bukanlah faktor penentu kemajuan.
    Ia menilai pendidikan justru menjadi kunci dari kemajuan negara-negara tersebut.
    "Banyak negara yang miskin sumber daya alam justru maju pesat karena kemampuannya dalam melakukan inovasi dan mengasah kemampuan warganya sehingga terampil dan memiliki keahlian," kata Ma'ruf.
    Baca juga: Hadapi Covid-19, Wapres Minta Seluruh Pihak Jaga Kerukunan sebagai Aset
    Ma'ruf pun berharap Indonesia bisa melakukan hal yang sama lewat pendidikan dengan tujuan kemajuan bangsa.
    Ia mengatakan, bonus demografi yang sedang berlangsung saat ini harus menjadi peluang emas untuk menjadikan Indonesia lebih maju lagi. Peranan tokoh agama juga dinilai sangat strategis dalam memberikan bimbingan."

    KESIMPULAN


    Postingan yang mengklaim Wakil Presiden Ma'ruf Amin meminta negara menghormati hak LGBT adalah hoaks.

    Rujukan

    https://nasional.kompas.com/read/2020/07/14/17380841/wapres-maruf-pendidikan-adalah-kunci-untuk-memastikan-masa-depan-bangsa

    Publish date : 2022-12-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.