Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Genosida Uni Eropa Membuat 100 Ribu Kematian
    CekFakta

    Cek Fakta: Tidak Benar Vaksin Genosida Uni Eropa Membuat 100 Ribu Kematian

    Jane DoePublish date2022-11-09
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim vaksin genosida Uni Eropa membuat 100 ribu kematian dalam seminggu. Informasi tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 27 Oktober 2022.
    Klaim vaksin genosida Uni Eropa membuat 100 ribu kematian dalam seminggu berupa tangkapan layar tumbnails YouTube berjudul "SHOCKING: 100,000 PLUS DEATHS A WEEK! - VACCINE GENOCIDE! - EU To PROSECUTE PRESIDENT?"
    Tangkapan layar tersebut diberi keterangan sebagai berikut.
    "📣 SHOCKING : LEBIH 100.000 KEMATIAN DALAM SEMINGGU - PEMBANTAIAN MASSAL VAKSIN - EUROPA UNION ______________
    #yang dipuja - puja sebagai pemimpin hanya wayang demi membunuh 95% populasi dunia!"
    Benarkah klaim vaksin genosida Uni Eropa membuat 100 ribu kematian dalam seminggu? Simak faktanya.
     

    HASIL CEK FAKTA


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim vaksin genosida Uni Eropa membuat 100 ribu kematian dalam seminggu, menggunakan Google Search dengan kata kunci '100,00 plus deaths a week-vaccine genocide - EUROPEAN UNION'. 
    Penelusuran mengarah pada artikel berjudul "Fact Check-Claim of tens of thousands of vaccine-related EU deaths is based on a misreading of data" yang dimuat situs reuters.com.
    Dalam situs reuters.com Juru Bicara organisasi kesehatan Eropa (EMA) mengatakan, situs remsi EMA tidak menyajikan total kasus kematian akibat vaksin, data yang beredar di banyak artikel dan unggahan media sosial tidak benar.
    Posisi EMA tetap bahwa vaksin efektif dalam mengurangi risiko COVID-19, rawat inap, dan kematian.
    Artikel berjudul "What can explain the excess mortality in the U.S. and Europe in 2022?" yang dimuat situs healthfeedback.org menyebutkan, beberapa faktor yang mungkin berkontribusi terhadap kematian berlebih yang terus-menerus ini.
    Pertama, virus SARS-CoV-2 masih beredar dan data epidemiologi menunjukkan bahwa kematian akibat COVID-19 masih merupakan bagian signifikan dari kelebihan kematian.
    Kedua, gelombang panas yang luar biasa pada bulan Juli dan Agustus 2022 kemungkinan telah meningkatkan risiko kematian, karena panas yang berlebihan dapat menyebabkan kematian secara langsung atau tidak langsung.
    Ketiga, sistem perawatan kesehatan di banyak negara masih belum pulih dari pandemi COVID-19. Banyak rumah sakit tetap kekurangan dana, tidak dilengkapi, dan kekurangan staf, yang mengarah pada perawatan pasien yang kurang optimal.
    Tetapi satu hal yang kita tahu tidak berkontribusi terhadap kematian berlebih adalah vaksin COVID-19, bertentangan dengan klaim oleh beberapa orang. Seperti yang kami tunjukkan sebelumnya, tidak ada korelasi antara cakupan vaksinasi dan jumlah kematian berlebih, juga tidak ada korelasi positif dengan penyebaran kampanye vaksinasi COVID-19 publik. Oleh karena itu, bukti yang tersedia bertentangan dengan klaim ini.
     
    Sumber: 
    https://www.reuters.com/article/factcheck-coronavirus-eu-idUSL1N2UJ0SH
    https://healthfeedback.org/what-can-explain-the-excess-mortality-in-the-u-s-and-europe-in-2022/

    KESIMPULAN


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim vaksin genosida Uni Eropa membuat 100 ribu kematian dalam seminggu tidak benar.
    Vaksin tidak termasuk sebagai penyebab tingginya angka kematian.
     

    Publish date : 2022-11-09

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.