Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Cek Fakta: Tidak Benar Nurofen Ibuprofen Mengandung Logam Graphene Oxide
    CekFakta

    Cek Fakta: Tidak Benar Nurofen Ibuprofen Mengandung Logam Graphene Oxide

    Jane DoePublish date2022-11-08
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita


    Liputan6.com, Jakarta- Cek Fakta Liputan6.com mendapati klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide, klaim tersebut diunggah salah satu akun Facebook, pada 6 Agustus 2022.
    Unggahan klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide berupa video yang menampilkan seorang mengambil tablet Nurofen Ibuprofen kemudian tablet tersebut dimasukan ke dalam gelas yang berisi air.
    Setelah tablet tersebut larut kemudian ada sebuah benda berbahan besi ditempelkan pada gelas terbut dan terlihat gumpalan besi menempel pada dinding gelas.
    Dalam video tersebut terdapat narasi suara yang mengatakan sedang menunjukan graphene oxide di dalam tablet.
    Benarkah klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com.
     

    HASIL CEK FAKTA


    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide, menggunakan Google Search dengan kata kunci 'Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide'. Penelelusuran mengarah pada berbagai judul artikel, salah satunya "Nurofen tablets do not contain graphene oxide" yang dimuat situs factcheck.afp.com, pada 29 Maret 2022.
    Dalam artikel situs factcheck.afp.com perwakilan produsen Nurofen, Reckitt Benckiser mengatakan partikel hitam itu adalah zat pewarna yang disebut oksida besi hitam.
    "Tinta yang digunakan pada tablet Nurofen sesuai dengan persyaratan peraturan. Ini mengandung bahan Black Iron Oxide, yang digunakan secara luas dalam industri farmasi dan aman untuk dikonsumsi manusia," kata juru bicara itu.
    "Tinta tidak mengandung graphene atau zat serupa."
    Graphene dan graphene oxide tidak terdaftar sebagai bahan dalam salah satu dari 24 obat Nurofen yang disetujui oleh Australian Register of Therapeutic Goods (ARTG).
    Beberapa obat-obatan, termasuk tablet yang terlihat dalam video, Nurofen Zavance, memang mengandung "besi oksida hitam" sebagai bahannya.
    Dusan Losic, direktur Pusat Penelitian Grafena Dewan Riset Australia, mengatakan bahwa sementara oksida graphene dapat digunakan sebagai pembawa molekul obat, itu "bukan sesuatu yang Anda harapkan" ada di tablet Nurofen.
    Dia mengatakan partikel oksida graphene kecil dapat dilihat dengan mata telanjang jika ada kelompok yang cukup besar, tetapi mereka akan memiliki "warna agak kuning hingga coklat" ketika terdispersi dalam air, bukan hitam seperti yang terlihat dalam video.
    Therapeutic Goods Administration (TGA), yang mengawasi keamanan dan kemanjuran obat-obatan di Australia, mengatakan oksida besi hitam juga disebut besi oksida hitam dalam tablet Nurofen aman untuk dikonsumsi manusia.
    "Besi oksida hitam biasanya digunakan sebagai pigmen pewarna dalam tinta cetak pada kapsul dan tablet. Ini diizinkan untuk digunakan sebagai zat pewarna dalam obat-obatan untuk penggunaan oral asalkan memenuhi persyaratan kualitas dan kuantitas," kata seorang juru bicara kepada AFP.
    "Oksida besi hitam yang ada di Nurofen Zavance memenuhi persyaratan ini."
    Spesifikasi TGA untuk penggunaan oksida besi hitam dan pewarna lain yang digunakan dalam obat-obatan tersedia di situs webnya.
    Mathew Martin-Iverson, seorang ahli farmakologi di University of Western Australia mengatakan oksida besi hitam juga digunakan sebagai zat pewarna dalam makanan.
    "Besi oksida banyak digunakan sebagai zat pewarna dalam beberapa makanan seperti manisan, buah zaitun atau kulit keju dan disetujui untuk penggunaan itu dan memiliki nama E172 sebagai zat tambahan di Eropa," katanya kepada AFP.
     

    KESIMPULAN


    Hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com, klaim tablet Nurofen Ibuprofen mengandung logam graphene oxide tidak benar.
    Partikel hitam pada tablet Nurofen Ibuprofen adalah zat pewarna yang disebut oksida besi hitam.
    Graphene oxide tidak terdaftar sebagai bahan dalam salah satu dari 24 obat Nurofen yang disetujui oleh Australian Register of Therapeutic Goods (ARTG).

    Rujukan

    https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.326R9AX  

    Publish date : 2022-11-08

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.