Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Misleading Content»[SALAH] Covid-19 Subvarian XBB berbeda, mematikan dan tidak mudah terdeteksi dengan baik
    Misleading Content

    [SALAH] Covid-19 Subvarian XBB berbeda, mematikan dan tidak mudah terdeteksi dengan baik

    Jane DoePublish date2022-11-06
    Share
    Facebook

    Berita

    “berita singapura!
    Semua orang disarankan memakai masker karena virus corona varian baru COVID-Omicron XBB berbeda, mematikan dan tidak mudah terdeteksi dengan baik:-
    Gejala virus novel COVID-Omicron XBB adalah sebagai berikut:-

    Tidak batuk.
    Tidak ada demam.
    Hanya akan ada banyak :-
    Nyeri sendi.
    Sakit kepala.
    Sakit leher.
    Sakit punggung bagian atas.
    Pneumonia.
    Umumnya tidak nafsu makan.
    Tentu saja, COVID-Omicron XBB 5 kali lebih beracun daripada varian Delta dan memiliki tingkat kematian yang lebih tinggi daripada Delta.
    Dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk kondisi mencapai tingkat keparahan yang ekstrim, dan kadang-kadang tidak ada gejala yang jelas.
    Mari lebih berhati-hati!
    Jenis virus ini tidak ditemukan di daerah nasofaring, dan secara langsung mempengaruhi paru-paru, “jendela”, untuk waktu yang relatif singkat

    HASIL CEK FAKTA

    Beredar melalui pesan berantai informasi tentang Covid-19 Subvarian XBB yang telah terdeteksi di Indonesia adalah varian mematikan dan tidak bisa terdeteksi.

    Mengutip dari laman sehatnegeriku.kemkes.go.id , Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril menyampaikan bahwa ada gejala seperti batuk, pilek dan demam. Pasien pertama Covid-19 Subvarian XBB dari Lombok Nusa Tenggara Timur tersebut melakukan pemeriksaan dan dinyatakan positif pada 26 September. Setelah menjalani isolasi, pasien telah dinyatakan sembuh pada 3 Oktober. Jubir Syahril menambahkan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.

    Dilansir dari liputan6.com Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dr. Reisa Broto Asmoro. Ia menyampaikan vaksin covid-19 masih efektif menghadapi gejala berat dari varian XBB. Penjelasan yang senada juga disampaikan oleh Ketua Satgas Covid-19 IDI, Erlina Burhan, menurutnya gejala yang ditimbulkan oleh subvarian XBB cenderung mirip dengan gejala COVID-19 varian Omicron secara umum. Sejauh ini, lanjut Erlina, belum ada laporan resmi yang mengatakan bahwa XBB menyebabkan COVID-19 dengan gejala yang lebih berat.

    Menurut Jubir Satgas Covid-19 RS UNS Solo, dr Tonang Dwi Ardyanto melalui akun Facebook pribadinya, XBB tetap dapat dideteksi di nasofaring, jadi tidak benar bahwa langsung masuk ke paru-paru. Maka XBB tetap dapat dideteksi seperti juga cara mendeteksi varian lainnya. Jadi tes PCR dan Antigen yang ada saat ini, mampu mendeteksinya. Dua pekan terakhir, laporan positivitas memang meningkat. Walau jumlah kesakitan dan kematian tetap masih rendah.

    “XBB TIDAK lebih ganas dibandingkan delta, karena ini adalah sub-varian Omicron. Jadi tidak benar juga bahwa XBB lebih ganas daripada gelombang pertama covid.” tambah Tonang.

    Berdasarkan penjelasan di atas klaim terkait Covid-19 Subvarian XBB yang mematikan dan tidak mudah dideteksi adalah keliru dan termasuk dalam kategori konten yang menyesatkan.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Riza Dwi (Anggota Tim Kalimasada)

    Juru Bicara Covid-19 Kementerian Kesehatan dr. M. Syahril mengatakan meski varian baru XBB cepat menular, namun fatalitasnya tidak lebih parah dari varian Omicron.

    Rujukan

    http://sehatnegeriku.kemkes.go.id/baca/umum/20221022/0541350/varian-xbb-terdeteksi-di-indonesia-masyarakat-diminta-waspada/

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5115383/cek-fakta-tidak-benar-covid-19-subvarian-xbb-5-kali-lebih-beracun-dan-mematikan-daripada-varian-delta

    https://www.facebook.com/tonang.ardyanto/posts/pfbid0QVL6jYuQc6WWQJwUpBa3gV6Dc2CW6zm9kVWJDJ6VmWdKkEtXQeZ9tmM2WhJxqho4l

    Publish date : 2022-11-06

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.