Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan, Larangan Konsumsi Empat Jenis Makanan Karena Sebabkan Kematian Mendadak
    CekFakta

    Menyesatkan, Larangan Konsumsi Empat Jenis Makanan Karena Sebabkan Kematian Mendadak

    Jane DoePublish date2022-10-26
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah akun media sosial Facebook membagikan video berisi narasi tentang larangan mengkonsumsi empat jenis makanan karena dapat menyebabkan kematian. 
    Empat jenis makanan tersebut yakni biji buah, biji pala, ikan tuna dan singkong. 
    Biji buah diklaim mengandung zat beracun hidrogen sianida. Biji pala diklaim membuat halusinasi. Ikan tuna disebut mengandung merkuri yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan merusak otak. Sedangkan singkong berbahaya jika dimakan secara mentah. 
    Tangkapan layar unggahan reel video di Facebook dengan klaim 4 makanan ini bisa menyebabkan kematian mendadak
    Unggahan pada 15 Oktober 2022 tersebut disukai 5,2 ribu kali dan telah dibagikan 1,5 ribu kali. Benarkah klaim tersebut?

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memeriksa klaim tersebut, Tempo menggunakan rujukan dari sejumlah situs kredibel. Berikut fakta-faktanya:
    Klaim 1: Biji buah seperti biji apel mengandung zat beracun hidrogen sianida
    Fakta: Dikutip dari laman kesehatan Halodoc, keracunan sianida akibat konsumsi biji buah apel sangat jarang terjadi, terutama jika secara tidak sengaja menelannya. Biasanya di dalam satu buah apel, terdapat sekitar lima biji dan dalam jumlah kecil ia dapat didetoksifikasi oleh enzim di tubuh. 
    Namun, biji buah apel bisa berbahaya dan menyebabkan keracunan sianida jika dikonsumsi dalam jumlah besar 200 biji atau sekitar 40 inti buah apel.
    Sedangkan buah-buahan seperti buah ceri, persik, dan aprikot juga mengandung bahan kimia sianida. Dikutip dari artikel CNN Indonesia, sianida yang terkandung dalam buah ini berbeda dengan sianida hidrogen yang biasanya ditemukan dalam pestisida ataupun pelarut logam tersebut.
    Klaim 2: Biji pala mengandung zat Myristicin
    Fakta: Dikutip dari Viva, mengkonsumsi biji pala mentah meski dalam jumlah yang sedikit, dapat menimbulkan gejala halusinogen. Gejala ini membuat seseorang berhalusinasi. Tidak hanya itu, mengonsumsi lima gram biji pala mentah akan menyebabkan konvulsi atau kejang. 
    Namun, lima gram bubuk biji pala dalam masakan tidak akan berdampak buruk, karena sudah melewati proses pengolahan.  
    Klaim 3: Singkong mentah
    Fakta: Salah satu jenis singkong mengandung racun mematikan seperti jenis Singkong Taun. Bagian yang beracun dari singkong ini adalah akar serabut, kulit, dan daun. Singkong Taun memiliki ciri daunnya lebih besar, lebar, dan memiliki bercak hijau kebiruan.
    Klaim 4: Ikan tuna mengandung merkuri
    Fakta: Dikutip dari situs kesehatan Alodokter, ikan tuna sebenarnya kaya akan nutrisi dan memiliki banyak manfaat bagi kesehatan. Akan tetapi tidak disarankan untuk mengonsumsi ikan tuna berlebihan karena tuna termasuk salah satu ikan dengan kandungan merkuri yang tinggi. 
    Namun ikan tuna masih tergolong aman selama dipilih dengan tepat dan dikonsumsi dengan bijak. Tidak semua ikan tuna memiliki kandungan merkuri yang tinggi. Besar tubuh dan jenis ikan tuna dapat mempengaruhi kadar kandungan merkuri yang ada di dalamnya.
    Contohnya, ikan tuna putih atau albakora mengandung kadar merkuri yang lebih tinggi dibandingkan jenis tuna lainnya. Sementara itu, ikan tuna skipjack, atau yang dikenal juga dengan nama ikan cakalang, memiliki kadar merkuri yang cukup rendah.
    Tak hanya itu, disarankan juga untuk mengkonsumsi ikan tuna sebanyak 2–3 porsi dalam seminggu atau sekitar 150–300 gram untuk orang dewasa dan 30–110 gram untuk anak-anak.
    Pastikan ikan tuna telah dimasak hingga matang dan sebisa mungkin hindari mengkonsumsi ikan tuna yang masih mentah. 

    KESIMPULAN


    Dari hasil pemeriksaan fakta, klaim bahwa empat makanan di atas dapat menyebabkan kematian secara mendadak adalah menyesatkan.
    Makanan tersebut berbahaya bila dikonsumsi secara berlebihan. Khusus untuk singkong, tidak semua jenis singkong mengandung racun berbahaya.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/reel/2255893154588634/?_rdc=1&_rdr

    https://www.halodoc.com/artikel/makan-apel-bisa-alami-keracunan-sianida-mitos-atau-fakta

    https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20170829231538-262-238219/3-jenis-buah-yang-ternyata-mematikan

    https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/792594-waspadai-makanan-ini-jadi-racun-jika-dikonsumsi-mentah?page=all

    https://www.viva.co.id/gaya-hidup/kesehatan-intim/792594-waspadai-makanan-ini-jadi-racun-jika-dikonsumsi-mentah?page=all

    https://www.alodokter.com/ternyata-ikan-tuna-bisa-berbahaya#:~:text=Bahaya%20Ikan%20Tuna%20bagi%20Kesehatan&text=Hal%20ini%20karena%20ikan%20tuna,paru%2Dparu%2C%20dan%20jantung

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2022-10-26

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.