Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Akun Twitter @VIVACoid Dinonaktifkan Setelah Beritakan Kematian Kolonel TNI AL Penemu Kokain Senial Rp 1 Triliun
    Fabricated Content

    [SALAH] Akun Twitter @VIVACoid Dinonaktifkan Setelah Beritakan Kematian Kolonel TNI AL Penemu Kokain Senial Rp 1 Triliun

    Jane DoePublish date2022-09-23
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar sebuah unggahan di media sosial Facebook yang menampilkan hasil tangkapan layar sebuah akun Twitter @VIVACoid. Dalam narasi unggahan tersebut dituliskan bahwa akun Twitter ini telah dinonaktifkan setelah memberitakan kasus meninggalnya seorang kolonel angkatan laut yang menemukan kokain senilai Rp 1 triliun. Terdapat pula sebuah hasil tangkapan layar sebuah artikel dari media VIVA.co.id yang menyatakan bahwa mereka melakukan penggantian terhadap sebuah judul artikel karena permintaan dari Cyber Operation Centre (COC) Satuan Siber TNI Angkatan Laut. Diketahui unggahan ini diunggah pada tanggal 22 Agustus 2022 dan telah mendapat banyak tanggapan dari pengguna Facebook lainnya.

    HASIL CEK FAKTA

    Namun setelah dilakukan penelusuran, ditemukan fakta bahwa klaim dari unggahan Facebook ini tentang kecurigaan terhadap nonaktifnya akun Twitter @vivacoid dan penggantian judul artikel di media tersebut sesuai permintaan Satuan Siber TNI AL adalah hoaks. Sampai pada unggahan Facebook ini dibuat, akun Twitter @VIVACoid tidak pernah nonaktif atau suspend. Akun Twitter ini masih aktif membuat unggahan dan tidak ada informasi resmi tentang akun ini dinonaktifkan.

    Selain itu perihal artikel dari viva.co.id, tentang judul yang diganti sesuai permintaan Satuan Siber TNI AL, ternyata tidak ada sangkut pautnya dengan kecurigaan di dalam unggahan Facebook tersebut. Di dalam artikel aslinya, media viva.co.id, dalam hal ini Viva Militer, isi dari artikel tersebut membahas tentang meninggalnya Kolonel TNI Budi Iryanto. Beliau diketahui telah menjadi sorotan setelah keberhasilan Lanal Banten menggagalkan penyelundupan narkoba kelas dunia dengan jumlah terbesar di tahun 2022 ini. Jadi pada Minggu, 8 Mei 2022, prajurit TNI AL anak buah almarhum dari Lanal Banten, Koarmada I menemukan plastik di perairan Selat Sunda tak jauh dari Pelabuhan Merak. Plastik itu ditemukan secara tak sengaja oleh prajurit TNI dari Kapal Patroli TNI AL, Patkamla Sanghiang.

    Secara khusus, Cyber Operation Centre (COC) Satuan Siber TNI Angkatan Laut meminta judul dari artikel Viva Militer yang semula, “Innalillahi, Kolonel TNI Penemu Kokain Rp1,2 Triliun Meninggal Dunia” diubah menjadi, “Innalillahi, Kolonel TNI Budi Iryanto Meninggal Dunia”. Namun secara keseluruhan, isi dari artikel tersebut adalah sama.

    Jadi dapat disimpulkan bahwa unggahan Facebook yang mengklaim bahwa akun Twitter @VIVACoid dinonaktifkan setelah membuat artikel berita tentang kolonel TNI AL adalah hoaks kategori fabricated content atau konten palsu.

    KESIMPULAN

    Hasil Periksa Fakta Gabriela Nauli Sinaga (Universitas Sumatera Utara)

    Faktanya, akun Twitter @vivacoid tidak pernah dinonaktifkan karena menerbitkan artikel tentang kematian kolonel TNI AL penemu kokain senilai Rp 1 Triliun.

    Rujukan

    https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1511695-innalillahi-kolonel-tni-budi-iryanto-meninggal-dunia?page=all

    Publish date : 2022-09-23

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.