Keliru, Video Berjudul Nyali Tentara Malaysia Rontok dan Takut Serang Indonesia

-

Sebuah akun Facebook mengunggah video yang berjudul Viral !! Nyali Tentara Malaysia Rontok, Ternyata Ini Penyebab Malaysia Takut Serang Indonesia. Video tersebut memperlihatkan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) sedang latihan tempur, termasuk menembakkan rudal dari sebuah tank di tengah hutan. Selain militer Indonesia, di dalam video itu juga muncul Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob dan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. Sejak diunggah pada Kamis, 11 Agustus 2022, video ini sudah tayang 373 ribu kali, 9,9 ribu tanggapan dan mendapat 843 komentar dari netizen. Tangkapan layar video yang beredar di Facebook dengan narasi TNI membuat tentara Malaysia rontok Namun benarkan nyali tentara Malaysia rontok dan takut menyerang Indonesia?

Hasilnya, potongan-potongan video tersebut merupakan rangkaian latihan Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan tidak ada kaitannya dengan narasi tentang nyali tentara Malaysia rontok. Kedua pimpinan negara juga tidak bicara soal tentara.  Untuk memverifikasi kebenaran klaim tersebut, Tim Cek Fakta Tempo melakukan fragmentasi terhadap potongan-potongan video itu menjadi gambar. Setelah itu, setiap gambar ditelusuri menggunakan Google Reverse Image, Google Search, dan Yandex Images. Video 1 Pemeriksaan potongan video 1 Potongan video pada menit ke-1:09 memperlihatkan sebuah tank berlapis baja tengah menembak ke arah sasaran. Video ini salah satu dari beberapa bagian momen saat TNI AD melakukan latihan puncak Antar Kecabangan TNI AD di Puslatpur Baturaja, Sumatera Selatan pada Agustus 2017. Tidak hanya potongan tank tersebut, sebagian besar lainnya juga merupakan bagian dari latihan TNI AD di Puslatpur Baturaja. Hanya saja tahun kegiatannya berbeda, termasuk 2018, tetapi tidak berhubungan dengan nyali tentara Malaysia rontok. Pada latihan itu, TNI AD menunjukkan kekuatan alat utama sistem senjata (Alutsista) yang dimiliki untuk mengetahui kemampuan, serta kolaborasi taktik antar kecabangan dalam wadah Brigade Tim Pertempuran (BTP). Alutsista modern dan terbaru yang dimiliki TNI AD yang dilibatkan dalam Latancab 2018 ini  meliputi pesawat Helly MI 35, Helly Bell 412, Tank Leopard, Meriam 155 mm Caesar, Roket Astros, serta Rudal Mistral. Video 2 Pemeriksaan potongan video 2 Dalam video tersebut, terlihat potongan gambar Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob pada menit ke-1:42 sedang berdiri di antara dua bendera Malaysia saat menyampaikan pidato. Dikutip dari The Borneo Post, Ismail saat itu bicara tentang Sidang ke-76 Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNGA) di New York pada 25 September 2021, melalui video yang telah direkam sebelumnya. Ismail mengatakan, dengan meningkatnya frekuensi ancaman kesehatan global termasuk pandemi Covid-19, dunia harus bersatu sebagai keluarga dan terlibat dalam diplomasi kesehatan yang lebih efektif. “Misi kita bersama di masa yang belum pernah terjadi sebelumnya ini memanggil kita untuk mengakui bahwa umat manusia adalah satu keluarga besar. Kita harus memastikan kolaborasi yang lebih besar tidak hanya untuk mengakhiri pandemi ini tetapi juga pada berbagai masalah terkait kesehatan lainnya,” kata Ismail. Video 3 Pemeriksaan potongan video 3 Pada menit ke-1:43, gambar Joko Widodo, terlihat. Potongan gambar ini banyak terbit di media kredibel, seperti di Antara dengan judul Jokowi beberkan faktor-faktor pendorong pemulihan ekonomi di 2021. Dalam konteks ini, Jokowi bicara dalam kegiatan Outlook Perekonomian Indonesia di Jakarta pada Selasa, 22 Desember 2020. Kata Jokowi, program vaksinasi Covid-19, penerapan Undang-undang Cipta Kerja, perjanjian keringanan bea masuk produk ekspor Indonesia ke Amerika Serikat, hingga pendirian Investment Authority akan menjadi faktor-faktor pendorong akselerasi pemulihan ekonomi domestik pada 2021. Video 4 Pemeriksaan potongan video 4 Pada menit ke-8:09, Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob dan Presiden RI, Joko Widodo, bertemu di Istana Negara, Jakarta pada 1 April 2022. Dalam pertemuan ini, kedua pimpinan membahas berbagai isu, termasuk soal pekerja migran Indonesia. Dikutip dari Kompas TV, Jokowi dan Ismail menyaksikan penandatanganan yang diteken menteri dari kedua negara menteri ketenagakerjaan, Ida Fauziyah dan Menteri Sumber Daya Manusia Malaysia, Datuk Seri Saravanan. MoU antara lain akan mengatur penggunaan one channel system bagi seluruh proses penempatan, pemantauan dan kepulangan pekerja migran Indonesia sehingga dapat terpantau dengan baik. Menurutnya pekerja migran Indonesia telah berkontribusi banyak bagi pembangunan ekonomi di Malaysia, sudah sewajarnya mereka mendapatkan hak dan perlindungan yang maksimal dari dua negara.

Berdasarkan pemeriksaan fakta, video dengan judul, Nyali tentara Malaysia rontok dan takut serang Indonesia adalah keliru. Potongan gambar dan video di atas adalah gabungan video latihan TNI dan kedua pemimpin negara tidak membahas tentang militer. Hingga saat ini Indonesia dan Malaysia tidak terlibat konflik bersenjata. 

https://www.facebook.com/watch/?v=1112483042701465&_rdc=1&_rdr https://www.youtube.com/watch?v=5Kse9lBPzF8 https://www.pengawal.id/2018/11/kasad-latihan-ancab-tni-ad-2018.html https://www.theborneopost.com/2021/09/25/growing-global-health-threats-call-for-effective-health-diplomacy-pm/ https://www.antaranews.com/berita/1907888/jokowi-beberkan-faktor-faktor-pendorong-pemulihan-ekonomi-di-2021 https://www.kompas.tv/article/275918/presiden-jokowi-terima-kunjungan-pm-malaysia-ingatkan-mou-jangan-di-atas-kertas-saja https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

Publish date : 2022-08-29