Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Cacar Monyet adalah Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Sama Dengan HIV/AIDS
    CekFakta

    Keliru, Cacar Monyet adalah Efek Samping Vaksin Covid-19 dan Sama Dengan HIV/AIDS

    Jane DoePublish date2022-08-22
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Salah satu akun di Twitter menyebarkan narasi bahwa cacar monyet adalah propaganda menutupi efek samping vaksin Covid-19 atau KIPI vaksin mRNA.
    Berikut adalah narasi lengkapnya:
    Monkey pox atau cacar monyet itu adalah propaganda guna nutupin KIPI vaksin karena Antibody Dependent Enhancement vaksin M-Rna. Ini adalah penyakit kulit kelamin HIV AIDS disebabkan oleh vaksin cuma casingnya beda aja. Jangan mau ditipu. Kalo masih pureblood, you aman!
    Hingga artikel ini diturunkan, unggahan tersebut sudah di-retweets sebanyak 108 kali dan disukai 185 orang.
    Tangkapan layar cuitan di Twitter
    Apakah vaksin mRNA menyebabkan efek samping berupa cacar monyet, dengan begitu sama dengan HIV/AIDS?

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil verifikasi Tempo menunjukkan bahwa cacar monyet bukanlah efek samping dari vaksin mRNA dan bukan pula penyakit kelamin HIV/AIDS. 
    Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), cacar monyet disebabkan oleh virus cacar monyet (monkeypox), anggota genus Orthopoxvirus dalam famili Poxviridae. Ini adalah jenis virus zoonosis atau virus yang ditularkan ke manusia dari hewan. Hewan inangnya adalah berbagai hewan pengerat dan primata non-manusia.
    Virus cacar monyet adalah bagian dari keluarga virus yang sama dengan virus variola, virus penyebab cacar. Gejala cacar monyet mirip dengan gejala cacar, tetapi lebih ringan, dan cacar monyet jarang berakibat fatal. Monkeypox juga tidak berhubungan dengan penyakit cacar air.
    Dikutip dari USA Today, Spesialis Penyakit Menular di Yale Medicine Dr. Scott Roberts mengatakan, cacar monyet bukan efek samping dari vaksin Covid-19 atau vaksin lainnya. Tidak ada bukti dari studi klinis untuk mendukung klaim ini.
    Menurut Roberts, vaksin Covid-19 tidak mengandung virus hidup atau DNA virus cacar monyet yang dapat menularkan penyakit pada seseorang. Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) tidak mencantumkan virus cacar monyet sebagai bahan dua vaksin mRNA yakni Pfizer-BioNTech, Moderna, maupun non-mRNA, Johnson&Johnson.
    Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (CDC) menjelaskan vaksin mRNA Covid-19 tidak dapat memberikan seseorang Covid-19 atau penyakit lain. Vaksin mRNA tidak menggunakan virus hidup apa pun, tidak dapat menyebabkan infeksi virus penyebab Covid-19 atau virus lainnya, serta tidak mempengaruhi atau berinteraksi dengan DNA manusia.
    Cacar monyet bukan HIV/AIDS
    Ilustrasi virus cacar monyet. Kasus positif pertama di Indonesia dalam wabah cacar monyet yang terbaru di dunia saat ini telah ditemukan pada Sabtu, 20 Agustus 2022. (Pixabay)
    Menurut WHO, HIV disebabkan oleh virus human immunodeficiency yang menyerang sistem kekebalan tubuh, khususnya sel darah putih yang disebut sel CD4. HIV menghancurkan sel CD4 ini, melemahkan kekebalan seseorang terhadap infeksi seperti tuberkulosis dan infeksi jamur, infeksi bakteri parah dan beberapa jenis kanker.
    Sedangkan AIDS adalah tahap akhir dari infeksi HIV yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh rusak parah karena virus. Dengan demikian jelas ada perbedaan dari jenis virus yang menginfeksi. 
    Meski begitu, CDC mengingatkan bahwa orang dengan HIV tingkat lanjut atau yang tidak ditekan dengan terapi antiretroviral dapat meningkatkan risiko keparahan penyakit jika terinfeksi cacar monyet.
    Selain itu HIV/AIDS juga tidak disebabkan oleh vaksin Covid-19, sebagaimana yang pernah dibantah oleh Tempo pada Juli 2022. Vaksin Covid-19 tidak mengandung HIV, sehingga tidak mungkin dapat menyebabkan infeksi HIV atau AIDS.
    Faktanya, vaksin Covid-19 memacu fungsi kekebalan tubuh untuk melindungi dari infeksi SARS-CoV-2. WHO telah menyatakan bahwa semua produk vaksin Covid-19 yang digunakan telah dipastikan memenuhi standar kualitas, keamanan dan kemanjuran yang dapat diterima dengan menggunakan data uji klinis, proses manufaktur dan kontrol kualitas.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan narasi yang diunggah akun Twitter di atas, Tempo menyimpulkan, narasi cacar monyet adalah efek samping vaksin mRNA dan sama dengan HIV/AIDS adalah Keliru.
    Vaksin mRNA maupun vaksin lainnya tidak menyebabkan cacar monyet maupun HIV/AIDS. Virus yang menyebabkan cacar monyet juga berbeda dengan virus penyebab AIDS.

    Rujukan

    https://twitter.com/kala_ismyname/status/1555247878230413312

    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

    https://www.usatoday.com/story/news/factcheck/2022/08/09/fact-check-monkeypox-not-side-effect-covid-19-vaccine/10238928002/

    https://www.cdc.gov/coronavirus/2019-ncov/vaccines/different-vaccines/mrna.html

    https://www.who.int/health-topics/hiv-aids#tab=tab_1

    https://www.hiv.gov/hiv-basics/overview/about-hiv-and-aids/what-are-hiv-and-aids

    https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/clinicians/people-with-HIV.html

    https://cekfakta.tempo.co/fakta/1806/keliru-klaim-vaksin-covid-19-bisa-meningkatkan-risiko-hivaids

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2022-08-22

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.