Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Presiden Joko Widodo Umumkan TNI Akan Serang Malaysia
    CekFakta

    Keliru, Presiden Joko Widodo Umumkan TNI Akan Serang Malaysia

    Jane DoePublish date2022-08-19
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah video beredar di Facebook dengan narasi bahwa hari ini Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengumumkan bahwa TNI akan menyerang Malaysia.
    Video tersebut memperlihatkan kegiatan sejumlah prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) beredar di media sosial. Video tersebut dibagikan oleh akun ini pada 9 Agustus 2022. Berikut narasinya:
    “Diumumkan Langsung JOKOWI, TNI Akan Serong MALAYSIA Jika Ngotot Lakukan Ini. Viral TERBARU HARI INI.” Hingga artikel ini dimuat, video tersebut telah disaksikan lebih dari 125 ribu kali dan mendapatkan 307 komentar. 
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook tentang Presiden Jokowi mengumumkan serangan TNI ke Malaysia
    Apa benar di video ini Presiden Jokowi mengumumkan TNI akan menyerang Malaysia?

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memverifikasi klaim di atas, Tim Cek Fakta Tempo mula-mula memfragmentasi video tersebut dengan menggunakan tool InVid. Selanjutnya penelusuran dilakukan dengan menggunakan reverse image tools Google, Yandex, dan Source.
    Hasilnya, sama sekali tidak ada pernyataan Presiden Jokowi bahwa TNI akan menyerang Malaysia. Video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan sejumlah cuplikan video dan foto dokumentasi kegiatan TNI. Narasi yang dikutip pengisi suara juga bersumber dari dua artikel dari dua situs berbeda yang membahas masalah konflik di perbatasan Ambalat.
    Video-video identik yang memperlihatkan sejumlah kegiatan TNI pernah diunggah ke Youtube oleh kanal berbeda. Di antaranya:
    Video 1
    Pemeriksaan video 1
    Faktanya, video ini adalah saat pasukan TNI dari Batalion 114 Satria Musara Kodam Iskandar Muda dilepas oleh Pangdam Mayjen TNI Achmad Marzuki di Bandara Rembele Bener Meriah, menuju Papua. Video ini diunggah oleh kanal Siapp Update pada 26 Juli 2021.
    Menurut keterangan video pada kanal tersebut, sebanyak 200 prajurit Bataliyon 114 Satria Musara Bener Meriah, Aceh menuju Papua. Para prajurit diberangkatkan dengan dua pesawat Hercules C-130 milik TNI AU untuk menuju Timika Papua dalam misi Pengamanan Perbatasan Penyangga di wilayah timur Indonesia.
    Video 2
    Pemeriksaan video 2
    Faktanya, video ini pernah diunggah ke Youtube oleh kanal resmi dari televisi berita KOMPASTV pada 3 Januari 2020. Video tersebut diunggah dengan judul, “Detik-Detik TNI Bersiap Siaga Tempur Jaga Natuna dari China.”
    Menurut Kompas TV, pasukan TNI tengah bersiap di perairan Natuna untuk melakukan operasi siaga tempur. Operasi siaga tempur ini dilaksanakan oleh Koarmada 1 dan Koopsau 1.
    TNI pun sudah menyiagakan sejumlah Alutsista. Alutsista yang sudah disiagakan adalah 3 Kapal Republik Indonesia (KRI), 1 pesawat intai maritim dan 1 pesawat Boeing TNI AU. Masih ada 2 KRI lagi yang menuju ke Natuna. Operasi ini dilakukan karena adanya kapal Cina yang masuk dan melanggar Zona Ekonomi Ekslusif atau ZEE Indonesia di perairan Natuna.
    Terkait dengan masalah ini, Sebelumnya pemerintah Indonesia melalui Kemenlu memanggil Duta Besar Cina di Jakarta dan menyampaikan protes kerasnya. Kemenlu menyebutkan, Dubes Cina mencatat protes yang dilayangkan untuk segera diteruskan ke Beijing.
    Menteri Pertahanan Prabowo Subianto pun bersikap. Staf Khusus Bidang Komunikasi Publik dan Hubungan Antar-Lembaga Menteri Pertahanan, Dahnil Anzar menjelaskan Prabowo menegaskan sengketa Natuna-Laut China Selatan ini harus dituntaskan.
    Foto 1
    Pemeriksaan foto 1
    Video juga memuat foto yang memperlihatkan seorang prajurit TNI tengah membawa bendera merah putih. Faktanya, foto tersebut pernah dimuat Tempo pada 10 Januari 2020 dengan judul artikel, “TNI Gelar Patroli Jalur Tikus di Perbatasan Entikong.”
    Foto 2
    Pemeriksaan foto 2
    Foto yang lainnya yang identik dengan fragmen dalam video di atas yakni yang memperlihatkan dua orang prajurit TNI bersenjata lengkap tengah memegang sebuah jaring. Foto tersebut pernah dimuat Kantor Berita Antara pada 9 Januari 2020 dengan judul, “Patroli jalur tikus di perbatasan.”
    Sumber Narasi
    Narasi yang dikutip pengisi suara dalam video di atas bersumber dari dua artikel. Mula-mula pengisi suara mengutip seluruh narasi dalam artikel situs berita okezone.com yang dimuat pada 26 Juni 2015 dengan judul, “Malaysia Nyerempet Perbatasan, Pemerintah Tindak Tegas.”
    Berikut penggalan narasinya:
    “Sengketa wilayah perbatasan di Blok Ambalat belum sepenuhnya selesai. Hingga kini belum ada kata sepakat untuk mengakhiri konflik antara Indonesia dan Malaysia mengenai penentuan perbatasan. Staf Ahli Menteri Pertahanan bidang Pertahanan, Mayor Jenderal Witjaksono, Witjaksono mengatakan, pihak Kementerian Pertahanan (Kemhan) akan selalu satu suara dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dalam hal penentuan batas negara, termasuk konflik di Blok Ambalat…”
    Pengisi suara kemudian melanjutkan narasinya dengan mengutip sebuah Opini yang dimuat situs bombastis.com pada 26 Mei 2022 dengan judul, “Ambalat, Blok Laut yang Kaya SDA dan Hampir Bikin Indonesia-Malaysia Perang Besar.”

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, video dengan narasi Presiden Jokowi mengumumkan TNI akan menyerang Malaysia adalah keliru. 
    Video di atas merupakan hasil suntingan yang menggabungkan sejumlah cuplikan video berbeda dan foto dokumentasi kegiatan TNI. Sama sekali tidak memperlihatkan atau memuat pernyataan Presiden Jokowi bahwa TNI akan menyerang Malaysia.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/watch/?v=1082221889346742

    https://www.youtube.com/watch?v=mVjQrDWqXrw

    https://www.youtube.com/watch?v=GWlLJOdDmXg

    https://foto.tempo.co/read/77468/tni-gelar-patroli-jalur-tikus-di-perbatasan-entikong

    https://jateng.antaranews.com/nasional/berita/1243568/patroli-jalur-tikus-di-perbatasan

    https://news.okezone.com/read/2015/06/26/18/1172111/malaysia-nyerempet-perbatasan-pemerintah-tindak-tegas

    https://www.boombastis.com/ambalat-konflik-indonesia-malaysia/302948

    https://wa.me/6281315777057 mailto:cekfakta@tempo.co.id

    Publish date : 2022-08-19

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.