Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Kabur dari Mako Brimob, Ferdy Sambo Langsung Di Dor di Tempat
    CekFakta

    Keliru, Kabur dari Mako Brimob, Ferdy Sambo Langsung Di Dor di Tempat

    Jane DoePublish date2022-08-17
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Sebuah akun Facebook membagikan video berjudul ‘Nekat Melarikan Diri Dari M4ko Brimob, Ferdy Sambo langsung Didor Ditempat!!! (baca: Nekat melarikan diri dari Mako Brimob, Ferdy Sambo langsung Didor di tempat)
    Video tersebut berupa kolase video pemeriksaan dan penetapan mantan Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Kepolisian Republik Indonesia, Inspektur Jenderal Polisi Ferdy Sambo, sebagai tersangka atas kasus pembunuhan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J.
    Dalam unggahan terlihat sejumlah potongan video, termasuk Polisi melakukan penangkapan, pengacara Ferdy Sambo memberikan keterangan, hingga menampilkan video prosesi pemakaman dan penggeledahan rumah dinas Sambo.
    Sejak disebarkan pada Sabtu, 13 Agustus 2022, unggahan ini sudah mendapat 19 ribuan tanggapan, tiga ribuan komentar dan 1.6 juta kali tayang.
    Tangkapan layar video yang beredar di Facebook soal Ferdy Sambo
    Namun, benarkah video itu mengenai Ferdy Sambo melarikan diri dari mako Brimob dan di dor di tempat?

    HASIL CEK FAKTA


    Menurut hasil penelusuran TEMPO, video yang ditampilkan pada detik pertama di unggahan itu bukan tentang penangkapan dan penembakan Ferdy Sambo. Itu merupakan gambar yang diambil dari peristiwa lain, yang tidak ada kaitannya dengan permasalahan yang dialami Ferdy Sambo.
    Untuk memverifikasi kebenaran video itu, Tim Cek Fakta Tempo menelusuri gambar-gambar tersebut menggunakan Fake News Debunker by InVID & WeVerify - Keyframes - Yandex Images. Dari sana ditemukan situs media online yang memberitakan soal penangkapan tersebut.
    Video 1
    Cuplikan video 1
    Potongan gambar pada awal video polisi menangkap seseorang dan satu petugas tampak mengarahkan senjata kepada pria yang ditangkap tersebut. Gambar ini lalu diberi keterangan kabur dari mako Brimob! Ferdy Sambo langsung di dor di tempat.
    Namun, peristiwa penangkapan ini tidak berhubungan dengan Ferdy Sambo, karena kejadian ini adalah penangkapan seorang pencuri di Laweyan, Kota Solo, Jawa Tengah pada Kamis, 6 Agustus 2020, sedangkan postingan itu baru dirilis pada Sabtu, 13 Agustus 2022.
    Dikutip dari Suara Jateng, pencuri mobil operasional Bank BRI Slamet Riyadi Solo sempat kabur saat ingin dilakukan penangkapan pada Rabu, 5 Agustus 2020. Saat itu, pelaku bersembunyi di rumah anggota DPRD Solo, Muhammad Al Amin.
    Pencuri memilih bersembunyi di rumah Al Amin gegara terjebak macet di simpang tiga Sabar Motor.
    "Ya benar, pelaku bersembunyi di halaman rumah [saya]. Pelaku tidak melompat pagar, tapi masuk di sela-sela pintu," ujar Al Amin kepada Solopos.com, jaringan Suara.com di Jl. dr. Radjiman, Solo. Menurut dia, hal itu terjadi sekitar pukul 07.10 WIB.
    Polisi meringkus pencuri mobil Bank BRI di halaman rumah anggota DPRD Solo, Muhammad Al Amin di Laweyan, Solo.
    Sehingga dari sana diketahui, bahwa gambar di video itu hasil penggabungan dari beberapa foto dan lokasi yang berbeda-beda. Gambar ini pun banyak digunakan di aplikasi video lain dengan hanya mengganti latarnya saja.
    Video 2
    Cuplikan video 2
    Dikutip dari Tempo, video detik ke-9 menunjukkan Ferdy Sambo di Bareskrim, Mabes Polri, Kamis, 4 Agustus 2022 untuk menjalani pemeriksaan. Saat itu dia masih berstatus sebagai saksi atas kematian ajudannya, Brigadir J di rumah dinasnya di Kompleks Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022.
    “Saya selaku ciptaan Tuhan menyampaikan permohonan maaf kepada institusi dan juga belasungkawa atas meninggalnya Brigadir Yosua. Semoga keluarga diberikan kekuatan. Namun semua itu terlepas apa yang dilakukan Yosua kepada istri saya dan keluarga saya” kata Ferdy Sambo sebelum pemeriksaan.
    Ia mengatakan sudah menjalani empat pemeriksaan sebelumnya ke penyidik. Pertama Polres Jakarta Selatan, kemudian Polda Metro Jaya, dan keempat di Bareskrim Polri.
    “Saya memohon maaf kepada institusi terkait peristiwa yang terjadi di rumah dinas saya di Duren Tiga,” katanya.
    Video 3
    Cuplikan video 3
    Kemudian pasca Sambo ditetapkan jadi tersangka hari Selasa, 9 Agustus 2022, pengacaranya, Arman Hanis, memberikan keterangan sebagaimana yang dimunculkan pada detik ke-28, 44, menit ke-6 dan ke-7. Ia mengatakan, tim kuasa hukum tidak bisa memberi penjelasan apapun terkait peristiwa dugaan pembunuhan tersebut lantaran tengah fokus mengikuti proses hukum yang sedang berjalan.
    "Saat ini, tim kuasa hukum masih fokus menindaklanjuti proses hukum klien kami dan belum memiliki penjelasan tambahan terkait perkembangan kasus ini. Kami mempercayakan kepada penyidik, terkait seluruh proses yang saat ini sedang berjalan," ujar Arman kepada Kompas.com, Jumat, 12 Agustus 2022.
    Video 4
    Cuplikan video 4
    Video menit ke-8:13 menunjukkan Bharada E alias Richard Eliezer mendapat kawalan ketat untuk memenuhi panggilan Komnas Ham. Ia menjalani pemeriksaan lanjutan bersama para ajudan lain.
    Dilansir dari Kumparan, ini merupakan pertama kali Richard muncul ke publik setelah kasus penembakan yang menewaskan Brigadir J mencuat. Ia masuk sambil menunduk ditemani 2 orang lainnya. Richard memang muncul paling akhir dibandingkan dengan rekannya yang lain sesama ajudan Ferdy Sambo.
    Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, membenarkan laki-laki berbaju hitam yang datang belakangan adalah Bharada E yang menembak mati Brigadir J. “Yup (Bharada E datang),” kata Choirul Anam, Selasa (26/7).
    Dalam video berdurasi 17 menit 51 detik tersebut, tidak ada pembicaraan mengenai Ferdy Sambo melarikan diri dari Mako Brimob dan ditembak di tempat. Namun hanya menyampaikan video Sambo saat di Bareskrim, wawancara pengacaranya, prosesi pemakaman Brigadir J, hingga pemeriksaan kamera CCTV di rumah dinas Sambo.
    Selain itu, Ferdy Sambo tidak pernah lagi muncul ke publik sejak Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Sigit Listyo Prabowo, mengumumkan penetapannya sebagai tersangka kasus pembunuhan Brigadir J.
    Penanganan kasus pembunuhan Brigadir J masih terus berjalan dan sejauh ini sudah ada tiga tersangka selain Sambo, yaitu Bharada E, Brigadir Polisi Kepala Ricky Rizal, dan Kuwat Maruf.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta Tempo, klaim Ferdy Sambo kabur dari Mako Brimob dan Langsung Di Dor di Tempat adalah Keliru.
    Pasalnya, foto tersebut bukan tentang Ferdy Sambo, melainkan penangkapan seorang pria yang mencuri mobil operasional Bank BRI Slamet Riyadi Solo pada Rabu, 5 Agustus 2020.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/watch/live/?ref=search&v=881273579505509

    https://jateng.suara.com/read/2020/08/06/123128/diteriaki-maling-pencuri-mobil-bri-ngumpet-di-rumah-anggota-dprd-solo?page=2

    https://nasional.tempo.co/read/1619109/ferdy-sambo-sampaikan-belasungkawa-atas-kematian-brigadir-j

    https://nasional.kompas.com/read/2022/08/12/14480321/ini-kata-pengacara-soal-pengakuan-sambo-atas-tewasnya-brigadir-j?page=all

    https://kumparan.com/kumparannews/akhirnya-bharada-e-muncul-penuhi-panggilan-komnas-ham-1yXP4qcYmrY/full

    https://wa.me/6281315777057

    Publish date : 2022-08-17

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.