Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Awan Jatuh di Kampar Riau
    CekFakta

    Keliru, Awan Jatuh di Kampar Riau

    Jane DoePublish date2022-08-01
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Beredar sejumlah video awan jatuh di Kampar, Riau. Salah satunya diunggah di Facebook pada 21 Juli 2022 lalu.
    Lokasi video tersebut terlihat berada di sebuah perkebunan kelapa sawit. Terlihat gumpalan menyerupai awan bertebaran di jalanan dan pepohonan kelapa sawit. Tidak hanya di pinggir jalan, gumpalan berwarna putih itu juga ada di tengah jalanan tanah.
    Tangkapan layar unggahan hoaks soal awan jatuh di Riau yang beredar di Facebook, 21 Juli 2022.
    Benarkah gumpalan putih itu adalah awan yang jatuh dari langit?

    HASIL CEK FAKTA


    Hasil pemeriksaan fakta Tempo menunjukkan bahwa gumpalan putih tersebut bukan awan, melainkan limbah dari sawit.
    Untuk menelusuri video tersebut dengan mesin pencarian google. Video identik pernah diunggah oleh beberapa akun di Tiktok pada 2021. Salah satunya oleh akun Pamuud, @whyjiii yang mengunggah pada 27 Mei 2021. 
    Akun Pamuud memberikan keterangan, “Bentuknya kayak awan tapi ini bukan awan jatuh ya gaesss.”
    Pada video kedua yang diunggah pada Mei 2021, akun Pamuud memberikan keterangan, bahwa gumpalan putih tersebut bukan awan, melainkan busa yang terbentuk dari bekas pembuangan limbah pabrik sawit. 
    Untuk mencari petunjuk lain, Tempo membaca komentar netizen di kolom komentar video tiktok tersebut. Seseorang menyebut itu busa limbah yang kemudian dibenarkan oleh pengunggah. Dia juga menjelaskan bahwa peristiwa itu terjadi di kampungnya, di Simpang Kawat, Kabupaten Asahan.
    Tempo kemudian mengirim pesan langsung (DM) ke pemilik akun @whyjiii. Berdasarkan keterangannya, video tersebut milik temannya bernama Ariie Aruan. 
    Saat dihubungi melalui aplikasi perpesanan (messenger), Ariie membenarkan video tersebut miliknya. Ia telah mengunggah video itu di akun Facebook miliknya pada 26 Mei 2021 lalu.
    “Iya benar, video tersebut hasil rekaman saya. Benda berwarna putih seperti awan itu adalah buih dari limbah PT Sintong Abadi,” katanya kepada Tempo, Minggu 31 Juli 2022.
    Menurut Ariie, jalan yang ia rekam itu, merupakan jalan yang menghubungkan desanya dengan jalan lintas atau jalan utama. Pabrik kelapa sawit berada tidak jauh dari Simpang Kawat tersebut. 
    “Video tersebut saya ambil saat saya berangkat kerja, sebelum jalan itu diaspal. Lokasinya di Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan,” katanya.
    Awan tetap berada di langit
    Dikutip dari Tempo, Peneliti klimatologi pada Pusat Riset Iklim dan Atmosfer Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin menjelaskan awan adalah sekumpulan titik-titik air yang melayang-layang di atmosfer. Asalnya dari proses pengembunan atau kondensasi udara hangat yang menguap dari permukaan bumi.
    Awan tetap di langit walaupun ada gravitasi atau gaya tarik bumi. “Karena awan berasal dari sekumpulan udara yang naik dan densitas atau massa jenisnya lebih ringan dibandingkan udara sekitarnya,” kata dia.
    Menurut Erma, fenomena awan jatuh sebagai istilah dalam meteorologi atau ilmu tentang cuaca, dikenal sebagai microburst atau downburst. Fenomena itu terlihat sebagai awan badai yang tebal berwarna kelabu, namun memiliki gumpalan yang menggelayut di bawahnya. “Seakan-akan awan tersebut hendak jatuh menuju permukaan tanah,” ujarnya.
    Kejadian seperti diakibatkan oleh arus angin yang sangat kuat dari atas menuju ke bawah atau disebut dengan istilah downdraft. Arus angin itu disebutnya efek dari turbulensi juga pusaran vorteks atau pusaran angin dalam skala luas di dalam sebuah awan badai yang besar dan kuat.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan video dan narasi yang diunggah akun Facebook di atas, Tempo menyimpulkan bahwa awan jatuh di Kampar Riau adalah keliru.
    Pemilik video, Ariie Aruan menyebut, bahwa benda putih seperti awan di video itu adalah buih limbah pabrik. Lokasinya berada di Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Asahan, Sumatera Utara.

    Rujukan

    https://www.facebook.com/jacks.daniel.7777/videos/500718227944953

    https://www.tiktok.com/@whyjiiii/video/6966652334541688066?_t=8UH1BAnPYPZ&_r=1%20%20dan%20

    https://vt.tiktok.com/ZSRFwLcqX/?k=1

    https://vt.tiktok.com/ZSRFwLcqX/?k=1

    https://www.facebook.com/jacks.daniel.7777/videos/500718227944953

    https://tekno.tempo.co/read/1617703/sebut-awan-jatuh-kampar-hoax-peneliti-brin-ungkap-bahaya-fenomena-aslinya

    https://wa.me/6281315777057

    Publish date : 2022-08-01

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.