Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Menyesatkan, Kolase Foto Bus Transjakarta Rongsokan yang Diklaim Dibeli oleh Ahok
    CekFakta

    Menyesatkan, Kolase Foto Bus Transjakarta Rongsokan yang Diklaim Dibeli oleh Ahok

    Jane DoePublish date2022-07-07
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    Salah satu akun di Twitter mengunggah kolase foto yang memperlihatkan sejumlah bus Transjakarta dalam kondisi rusak yang terparkir di sebuah lahan kosong. Sebagian bus bahkan sudah dalam keadaan hancur.
    Unggahan pada 26 Juni 2022 tersebut memuat narasi, "Karya fenomenal Ahok beli tanah sendiri, beli bus rongsokan. Maha benar Ahok, anak Tuhan gak mungkin salah.. Bapak Politik Identitas!!" 
    Salah satu akun di Twitter mengunggah kolase foto yang memperlihatkan sejumlah bus Transjakarta dalam kondisi rusak yang terparkir di sebuah lahan kosong.
    Hingga Tanggal 6 Juni 2022 Pukul 12.00 WIB, unggahan itu sudah mendapat 5.366 likes dengan 2.034 kali Retweets.

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memverifikasi unggahan tersebut, Tim Cek  Fakta Tempo menggunakan Yandex Reverse Search untuk menelusuri empat foto. 
    Foto 1 potongan hoaks bus Transjakarta
    Fakta:
    Foto pertama merupakan hasil jepretan fotografer Merdeka dan diunggah di situs merdeka.com pada Kamis, 8 Juli 2021. Merdeka memberikan keterangan bahwa puluhan bus Transjakarta yang tidak lagi digunakan itu merupakan generasi pertama yang beroperasi pada 2004. 
    Bus-bus tersebut sudah terparkir di Terminal Pulogadung karena tidak layak digunakan lagi sejak 2017.  Pada 2004, Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Sutiyoso. 
    Foto 2 potongan hoaks bus Transjakarta
    Fakta:
    Potongan foto kedua identik dengan yang dimuat Republika.co.id pada 3 November 2020 yang dijepret oleh fotografer Yogi Ardhi. Keterangan pada foto tersebut yakni ratusan bus Transjakarta buatan Cina dibongkar menjadi besi tua di Kawasan Dramaga, Kabupaten Bogor. Mesin, rangka, dan berbagai bagian bus itu kemudian dilebur didaur ulang menjadi bahan logam lainnya. Bus hasil pengadaan bus Transjakarta pada 2013.
    Foto 3 potongan hoaks bus Transjakarta
    Fakta:
    Foto ketiga pernah dimuat oleh situs Republika.co.id pada 2 November 2020. Foto tersebut menjadi foto pendukung berita berjudul "Ratusan ‘Bangkai’ Bus Transjakarta Hasil Tender 2013 Dibelah."  
    Foto tersebut Sejumlah pekerja tampak sedang membongkar atau membelah 'bangkai' bus Transjakarta di sebuah lahan kosong di Desa Dramaga, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Bus-bus tersebut adalah hasil pengadaan tahun 2013.
    Foto 4 potongan hoaks bus Transjakarta
    Fakta:
    Foto keempat pernah dimuat oleh TribunnewsBogor.com pada Jumat, 13 November 2020 dalam berita berjudul Gudang Penampungan Bangkai Bus Transjakarta di Dramaga Bogor Terbakar, 37 Bus Hangus. 
    Foto dari Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Bogor itu diambil usai terbakarnya 37 bus Transjakarta di gudang penampungan di Jalan Raya Dramaga Kabupaten Bogor terbakar,  pada 13 November 2020.
    Bagian dari pengadaan bus yang bermasalah
    Pada 14 November 2020, PT Transjakarta mengeluarkan pernyataan bahwa bus-bus yang terbengkalai dan terbakar di Dramaga, Bogor, bukan bagian dari Armada transjakarta. Sementara dikutip dari Kontan.co.id, 300 armada bus itu merupakan aset milik perusahaan bernama PT Adi Teknik Ecopindo yang telah dinyatakan pailit oleh Pengadilan Niaga.
    Berdasarkan pernyataan Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Syafrin Liputo kepada Kumparan.com, bus itu adalah bagian dari pengadaan tahun 2013 yang bermasalah. Saat itu, Pemprov DKI Jakarta dipimpin oleh Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang resmi menjabat sejak 15 Oktober 2012.
    Saat itu, Pemprov DKI memiliki proyek pengadaan TransJakarta melalui 4 penyedia, dengan melelang 14 paket pengadaan 656 bus senilai Rp 1,6 triliun. 
    Dishub DKI telah membayar uang muka sebesar 20 persen dari nilai kontrak atau sebesar Rp 110,2 miliar. Setelah proses lelang, bus tersebut sudah berada di Jakarta. Masalah pun terendus pada 2014. Pemprov DKI tidak mau melunasi 531 unit armada bus TransJakarta yang dinilai bermasalah. Ahok, kala itu, menilai pengadaan TransJakarta terindikasi korupsi. Indikasi itu tercium setelah ditemukan 14 unit bus berkarat dan diduga barang bekas.
    Belakangan diketahui bahwa lelang itu bermasalah karena para peserta lelang bersekongkol agar bisa memenangkan pengadaan. Keputusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2014 memutuskan 19 pihak melanggar aturan lelang.
    Sejumlah pejabat Dishub lalu divonis bersalah karena terbukti korupsi secara bersama-sama. Mantan Kepala Dinas Perhubungan, Udar Pristono, divonis 13 tahun penjara. Dua bawahan Udar, Drajad Adhyaksa dan Setyo Tuhu, divonis masing-masing 7 tahun penjara. 
    Ada juga salah satu pihak yang berperan dalam pengadaan bus, yaitu Direktur PT Ifani Dewi, Agus Sudiarso,  yang kemudian dihukum 12 tahun penjara. Selain PT Ifani Dewi, ada 3 perusahaan lagi yang ikut dalam proses pengadaan TransJakarta tahun 2013.

    KESIMPULAN


    Berdasarkan pemeriksaan fakta dan semua bukti yang ada, Tempo menyimpulkan bahwa kolase foto bus Transjakarta dengan narasi bahwa Ahok membeli tanah dan bus rongsokan itu, adalah menyesatkan.
    Satu foto merupakan bus Transjakarta dari generasi pertama yang beroperasi pada 2004. Saat itu, Gubernur DKI Jakarta dijabat oleh Sutiyoso.
    Sedangkan tiga foto lainnya adalah bus hasil tender yang bermasalah pada 2013 karena para peserta lelang bersekongkol agar bisa memenangkan pengadaan. Keputusan KPPU Nomor 15/KPPU-I/2014 memutuskan 19 pihak melanggar aturan lelang. Sejumlah pejabat Dishub dan perusahaan pengadaan bus telah divonis bersalah karena terbukti korupsi secara bersama-sama.

    Rujukan

    https://www.merdeka.com/foto/peristiwa/1327706/20210708173312-melihat-kuburan-bus-transjakarta-generasi-pertama-002-nfi.html

    https://www.republika.co.id/berita/qj7xra314/melongok-jagal-transjakarta-di-dramaga-bogor

    https://republika.co.id/berita//qj5r1t484/ratusan-%e2%80%98bangkai%e2%80%99-bus-transjakarta-hasil-tender-2013-dibelah

    https://bogor.tribunnews.com/2020/11/13/gudang-penampungan-bangkai-bus-transjakarta-di-dramaga-bogor-terbakar-37-bus-hangus

    https://transjakarta.co.id/transjakarta-tegaskan-bus-yang-dipotong-potong-dan-terbakar-bukan-milik-transjakarta/

    https://kumparan.com/kumparannews/bus-terbengkalai-di-bogor-pengadaan-bermasalah-era-jokowi-ahok-1rYSc4GeP2l/2.

    https://wa.me/6281315777057

    Publish date : 2022-07-07

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.