Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»CekFakta»Keliru, Klaim Bill Gates Memesan 13 juta dosis vaksin Cacar Monyet
    CekFakta

    Keliru, Klaim Bill Gates Memesan 13 juta dosis vaksin Cacar Monyet

    Jane DoePublish date2022-06-24
    Tempo
    Share
    Facebook

    Berita


    “ Bill Gates meramalkan pandemi cacar. Penyakit baru - rencana "dalang"? Kepada siapa dan mengapa memutar cerita cacar monyet bermanfaat, pikir kolumnis untuk KP Alexei Morozov.
    Dunia sedang menunggu dengan ngeri untuk pandemi cacar - sementara hanya beberapa dan lusinan yang sakit, tetapi semua orang yakin bahwa dalam seminggu akan ada puluhan ribu dari mereka. Dan bagaimana Anda tidak ingat bahwa di tengah covid, pendiri Microsoft Bill Gates mengatakan bahwa cacar akan menjadi yang berikutnya. Apa pelihat, ya?
    Namun, 13 juta dosis vaksin telah dipesan. Hal ini sangat baik untuk industri farmasi. Dengan obat yang harganya jutaan dolar per dosis, Anda juga dapat menghasilkan banyak uang, tetapi Anda tidak dapat menjual banyak obat seharga satu juta. Di sini Anda bisa menjual banyak dan banyak.
    Tangkapan layar unggahan dengan klaim Bill Gates Memesan 13 juta dosis vaksin Cacar Monyet

    HASIL CEK FAKTA


    Untuk memeriksa klaim tersebut, Tim CekFakta TEMPO menelusuri informasi terkait pendiri microsoft Bill Gates yang telah memesan 13 juta vaksin cacar monyet dari sumber kredibel. Dari hasil penelusuran mendapatkan informasi tersebut ramai beredar di sosial media pada Mei 2022 terutama setelah Pemerintah Amerika Serikat memesan 13 juta dosis vaksin cacar monyet dengan pembelian mencapai US$ 119 juta atau Rp 1,74 triliun. 
    Informasi ini kemudian dihubungkan dengan Gates setelah  yang bersangkutan berbicara tentang kemungkinan serangan cacar bioteroris di hadapan ketua Komite Pemilihan Kesehatan Inggris Jeremy Hunt pada November 2021. Komentarnya lalu  ditarik sedikit keluar dari konteks dan dihubungkan dengan cacar monyet.
    Dikutip dari newsweek, media arus utama yang berbasis di Amerika Serikat, Gates sebelumnya telah membuat pernyataan tentang ancaman serangan cacar sebelum pandemi COVID-19 selama beberapa tahun. Pada April 2017, dia mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa kemajuan dalam bidang biologi telah membuat jauh lebih mudah bagi seorang teroris untuk menciptakan kembali cacar. 
    Gates membuat komentar pada diskusi yang diselenggarakan oleh lembaga think tank Inggris, Policy Exchange. Di dalamnya, ia juga menyerukan pembentukan gugus tugas pandemi WHO yang baru. Tahun yang sama dia mengatakan pada konferensi keamanan Munich bahwa epidemi berikutnya dapat berasal dari "versi sintetis dari virus cacar... atau jenis flu yang sangat menular dan mematikan.". Namun pernyataan  Gates tersebut  tidak menyebutkan cacar monyet secara khusus. 
    Pada 20 Mei 2022 Otoritas pemerintahan Amerika Serikat lalu memesan jutaan dosis vaksin yang digunakan melindungi warga Amerika Serikat dari ancaman cacar monyet (monkeypox). Pemesan ini dilakukan setelah ditemukan kasus pertama yang dikonfirmasi di negara bagian itu  Massachusetts, setelah wabah di Inggris.
    Vakasin yang dipesan otoritas Kesehatan Pemerintah Amerika Serikat berjumlah $119 juta untuk vaksin Jynneos, yang digunakan untuk mencegah cacar dan cacar monyet.  Total kontrak pemerintah Amerika Serikat dengan Bavarian Nordic berjumlah $299 juta, yang akan menyediakan 13 juta dosis beku-kering.
    Dilansir dari cekfakta AFP, Yayasan Bill & Melinda Gates sendiri  telah membantah pemilik microsoft itu membeli jutaan vaksin cacar monyet. Yayasan Bill & Melinda Gates  mengatakan kepada AFP: "itu merupakan klaim  salah".
    Mengenal Cacar Monyet (Monkeypox)
    Cacar monyet adalah penyakit virus yang sebagian besar terjadi di Afrika dan telah terlihat pada manusia sejak tahun 1970. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menggambarkan gejalanya seperti cacar, termasuk demam, nyeri, kelelahan, dan ruam pada tubuh. 
    Di Afrika Barat, cacar monyet dikaitkan dengan penyakit yang lebih ringan, lebih sedikit kematian, dan penularan dari manusia ke manusia yang terbatas. Namun Infeksi manusia dengan virus cacar monyet Afrika Tengah biasanya lebih parah dibandingkan dengan virus Afrika Barat dan memiliki angka kematian yang lebih tinggi. Penyebaran dari orang ke orang didokumentasikan dengan baik untuk virus cacar monyet Afrika Tengah.
    Badan kesehatan dunia WHO, memasukan cacar monyet (monkeypox) sebagai virus zoonosis  atau virus yang ditularkan ke manusia dari hewan. Gejala yang mirip dengan yang terlihat di masa lalu pada pasien cacar, meskipun secara klinis tidak terlalu parah.  Dengan pemberantasan cacar pada tahun 1980 dan penghentian selanjutnya dari vaksinasi cacar, monkeypox telah muncul sebagai orthopoxvirus yang paling penting bagi kesehatan masyarakat. Cacar monyet terutama terjadi di Afrika tengah dan barat, sering kali di dekat hutan hujan tropis, dan semakin sering muncul di daerah perkotaan. Hewan inang termasuk berbagai hewan pengerat dan primata non-manusia.
    Dikutip dari The Washington Post, tahun ini, lebih dari 1.600 kasus cacar monyet telah dikonfirmasi, dan data WHO  hampir 1.500 kasus lainnya dicurigai sebagai cacar monyet. Sebagian besar dari negara-negara itu - 32 - sebelumnya tidak melaporkan infeksi, meningkatkan kekhawatiran di antara komunitas kesehatan global bahwa virus tidak berperilaku seperti biasanya di masa lalu.
    Monkeypox sendiri saat ini sudah mendapatkan penamaan baru setelah sekelompok peneliti mengadvokasi "nomenklatur yang tidak diskriminatif dan tidak menstigmatisasi". Para Peneliti menilai tidak ada hubungan yang relevan antara cacar monyet dengan wilayah tersebut, dan penyebutan cacar monyet berhubungan dengan benua tertentu dinilai tidak adil. Ada 29 ahli biologi dan lainnya. ilmuwan yang menulis posting 10 Juni di forum online Virological. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengkonfirmasi pada briefing hari Selasa bahwa badan tersebut akan mengumumkan "nama-nama baru sesegera mungkin."

    KESIMPULAN


    Dari hasil pemeriksaan fakta klaim pendiri microsoft Bill Gates telah memesan 13 juta vaksin cacar monyet keliru. Yayasan Bill & Melinda Gates sendiri  telah membantah pemilik microsoft itu membeli jutaan vaksin cacar monyet dan menganggap klaim tersebut sebagai klaim yang salah. 
    Dari hasil penelusuran  diketahui informasi tersebut makin ramai  muncul di sosial media setelah Pemerintah Amerika Serikat memesan 13 juta dosis vaksin cacar monyet dengan pembelian mencapai US$ 119 juta atau Rp 1,74 triliun dan lalu dihubungkan dengan pernyataan  Gates di hadapan ketua Komite Pemilihan Kesehatan Inggris Jeremy Hunt pada November 2021. Komentarnya lalu ditarik sedikit keluar dari konteks dan dihubungkan dengan cacar monyet.  Padahal Gates sendiri tidak pernah menyebutkan cacar monyet secara khusus.

    Rujukan

    https://www.tempo.co/tag/cacar-monyet

    https://www.newsweek.com/fact-check-did-bill-gates-predict-monkeypox-outbreak-1708171

    https://www.newsweek.com/monkeypox-cased-uk-massachusetts-case-vaccine-ordered-us-1708075

    https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.32BZ92C

    https://www.cdc.gov/poxvirus/monkeypox/clinicians/clinical-recognition.html

    https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/monkeypox

    https://www.washingtonpost.com/health/2022/06/15/monkeypox-name-who/

    Publish date : 2022-06-24

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.