Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»Fabricated Content»[SALAH] Penyakit Bell's Palsy Disebabkan Angin Dingin
    Fabricated Content

    [SALAH] Penyakit Bell's Palsy Disebabkan Angin Dingin

    Jane DoePublish date2022-07-28
    Liputan 6
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar di media sosial postingan yang mengklaim penyakit Bell's Palsy disebabkan oleh angin dingin. Postingan itu tersebar sejak beberapa waktu lalu.

    Salah satu akun ada yang mengunggahnya di Facebook. Akun itu mengunggahnya pada 27 Juli 2022.

    Berikut isi postingannya:

    "PENYAKIT BELL'S PALSY?(Muka mati sebelah)

    Ada seseorang merasakan hidupnya sehat-sehat saja, tapi tiba-tiba di suatu pagi, pas dia bangun tidur mendadak mukanya tidak bisa bergerak sama sekali dan tidak bisa dikendalikanDia pikir kena stroke ringan, tapi setelah diperiksa Gula darah, kolesterol & tekanan darahnya juga normal & setelah didiagnosa lebih lanjut ternyata dia kena serangan yang namanya "BELL'S PALSY". Penyebabnya adalah: "ANGIN DINGIN"

    Ternyata dia tidak sadar kalau dia sering terkena angin AC atau kipas angin di kantor maupun rumahnya & dia juga sering mengarahkan AC di mobilnya kearah badan & mukanya. Hal ini adalah penyebabnya, meski dia tidak merokok, tidak minum alkohol, dan dia selalu hidup sehat. Alhasil, separoh mukanya tidak bisa bergerak. Dia tidak bisa senyum, matanya yang kanan tidak bisa berkedip & bahkan lidahnya tidak bisa gerak ke sebelah kanan. Hal ini disebabkan karena PERADANGAN SARAF ke-7, yang letaknya ada di BELAKANG TELINGA sampai ke LEHER kita.

    Makanya mulai sekarang lindungi leher anda dengan syal atau jangan duduk di spot yang terkena langsung angin AC. Jangan arahkan semburan angin AC langsung ke tubuh dan muka kita!!!. "BELL'S PALSY" Disease ini bisa juga menyebabkan angin duduk/masuk angin ke jantung (akibat lainnya bisa mendadak meninggal) atau kena paru-paru basah dan lain-lain.

    Sumber : DR.WILLIAM MBA

    Semoga bermanfaat..."

    HASIL CEK FAKTA

    Cek Fakta Liputan6.com menelusuri dengan menghubungi dr. RA Adaninggar Sp.PD. Dia menyebut klaim dalam postingan tersebut tidak benar.

    "Bell's palsy itu radang di saraf fasialis atau wajah, tersering diakibatkan virus bukan angin dingin atau AC. Bisa terjadi pada orang dengan daya tahan tubuh yang sedang menurun," ujar dr Ning, sapaan akrabnya saat dihubungi Kamis (28/7/2022).

    "Bell's Palsy juga tidak ada hubungannya dengan angin duduk yang merupakan serangan jantung apalagi paru-paru basah yang merupakan pneumonia," ujarnya menambahkan.

    Dr. Ning juga menambahkan hingga saat ini pengobatan Bell'S Palsy sama seperti infeksi virus lainnya, tidak ada terapi khusus. "Untuk anti radang biasanya dikasih steroid, Bell's Palsy ini self limitting disease seperti infeksi virus lainnya."

    Liputan6.com pernah menulis terkait Bell's Palsy dalam artikel berjudul "Terlihat Mirip, Bell's Palsy Sering Disangka Stroke" yang diunggah pada 10 April 2016. Berikut isi artikelnya:

    "Liputan6.com, Jakarta - Mungkin Bell's Palsy masih asing di kuping, sebab jenis penyakit ini memiliki tanda klinis yang menyerupai dengan stroke sehingga orang sering salah menduga.

    Bell's palsy merupakan kondisi kerusakan yang menyebabkan kelumpuhan wajah di satu sisi. Kerusakan disebabkan oleh trauma pada saraf wajah - namun penyakit ini sangat jarang menyebabkan kelumpuhan wajah di kedua sisi.

    Melansir laman Alive, ditulis Minggu (10/4/2016) penyebab yang nampak dari penyakit ini ialah saraf wajah menjadi bengkak, dikompresi, atau meradang. Kemungkinan penyebab bell's palsy ini ialah infeksi virus, seperti virus herpes simpleks, virus flu biasa yang disertai dengan rasa sakit kepala, infeksi telinga, tekanan darah tinggi, diabetes, juga cedera pada wajah atau tengkorak.

    Bell's palsy ini dapat terjadi pada wanita dan pria. Kebanyakan kasus terjadi pada orang berusia 20 hingga 40 tahun, tapo orang tua memiliki risiko lebih besar terserang penyakit ini akibat efek kesehatan mereka.

    Gejala dari penyakit ini pun bervariasi, mulai dari kelumpuhan ringan hingga kelumpuhan total di salah satu sisi wajah. Wajah akan terasa seperti berkedut, kesulitan membuka mulut atau kelopak mata, mata dan mulut pun terasa kering, hilangnya indera perasa, gangguan bicara, pusing, hingga dengung di telinga.

    Penanganan dari penyakit ini dapat dilakukan dengan fisioterapi. Seperti yang diterbitkan dalam Canadian Medical Association Journal, pengobatan fisioterapi dilakukan untuk mengobati kelumpuhan pada wajah dan mata. Juga beberapa langkah khusus bisa dilakukan untuk memperbaiki sistem saraf mata, didukung dengan penggunaan alat penutup mata yang dikenakan saat tidur untuk melindungi kornea mata.

    Kebanyakan penderita sembuh secara bertahap, dengan peningkatan waktu dalam dua minggu setelah mereka mengalami gejala. Fungsi wajah pun biasanya akan kembali normal dalam waktu tiga sampai enam bulan."

    KESIMPULAN

    Postingan yang mengklaim penyakit Bell's Palsy disebabkan oleh angin dingin adalah tidak benar.

    Rujukan

    https://www.liputan6.com/health/read/2479293/terlihat-mirip-bells- palsy-sering-disangka-stroke

    https://www.liputan6.com/health/read/2185254/bells-palsy-bibir- merot-bukan-karena-sombong

    https://www.liputan6.com/cek-fakta/read/5026450/cek-fakta-tidak-benar-penyakit-bells-palsy-disebabkan-angin-dingin

    Publish date : 2022-07-28

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.