Cek Fakta
    Facebook Twitter Instagram
    Cek Fakta
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    Wednesday, November 8
    • Playbook
    • Tentang Kami
    • Media
    • Kontak
    • Prebunking
    • LMS
    • FAQ
    Facebook Twitter Instagram Youtube
    CekFakta
    Banner
    • Home
    • Terbaru
    • Kegiatan
    • Debat Pilpres 2024
    • Pilkada 2024
    • Hasil Riset
      • Penelitian
      • Buku
      • Modul Ajar
      • Policy Brief
    CekFakta
    You are at:Home»False Context»[SALAH] Eksperimen simpanse dan anak dihentikan karena anak meniru tingkah monyet
    False Context

    [SALAH] Eksperimen simpanse dan anak dihentikan karena anak meniru tingkah monyet

    Jane DoePublish date2022-07-18
    Share
    Facebook

    Berita

    Beredar sebuah postingan foto oleh akun Instagram @wrongarea pada 19 Juni 2022. Postingan tersebut menunjukan foto eksperimen simpanse dan anak yang dihentikan karena tingkah sang anak justru meniru perilaku simpanse tersebut, dengan narasi sebagai berikut:

    NARASI:
    “Malah kebalik”

    HASIL CEK FAKTA

    Berdasarkan hasil penelusuran, eksperimen tersebut bukan dihentikan karena tingkah anak yang meniru simpanse.

    Ide eksperimen tersebut muncul dari Winthrop Niles Kellogg yang merupakan psikolog komparatif Amerika yang mempelajari perilaku sejumlah spesies hewan cerdas. Ketika selama masa kelulusannya di Columbia, dan diperkirakan ide tersebut dipicu oleh sebuah artikel tentang ” anak- anak serigala ” di India. Kellogg mengusulkan untuk membesarkan bayi simpanse dengan putranya yang masih bayi bernama Donald.

    Namun eksperimen tersebut tidak memenuhi harapan Kellogg, dengan alasan simpanse tersebut tidak berusaha untuk berkomunikasi melalui bahasa manusia. Eksperimen dihentikan setelah terlihat keterbatasan struktur tubuh dan otak dari anak simpanse tersebut untuk membatasi perilaku simpanse meniru tingkah laku anak manusia. Setelah sembilan bulan bekerja, studi berakhir pada musim semi 1932.

    Dengan demikian, eksperimen yang dihentikan karena tingkah anak yang meniru simpanse adalah salah, sehingga masuk ke dalam kategori konteks yang salah.

    KESIMPULAN

    Hasil periksa fakta Arief Putra Ramadhan

    Eksperimen dihentikan bukan karena tingkah anak yang meniru simpanse, melainkan karena keterbatasan struktur tubuh dan otak dari anak simpanse tersebut untuk membatasi perilaku simpanse meniru tingkah laku anak manusia.

    Rujukan

    https://en.wikipedia.org/wiki/Winthrop_Kellogg#The_Ape_and_The_Child

    Publish date : 2022-07-18

    Update Terbaru

    Sidebar Ad
    Update Terbaru
    About
    About

    CekFakta.com adalah sebuah sebuah proyek kolaboratif pengecekan fakta yang diinisiasi Mafindo (Masyarakat Antifitnah Indonesia), AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

    Kolaborasi ini diluncurkan di ‘Trusted Media Summit 2018’ pada Sabtu, 5 Mei 2018 di Jakarta dengan melibatkan puluhan media online di Indonesia serta jejaring ratusan pemeriksa fakta di seluruh Indonesia.

    Facebook Twitter Instagram YouTube
    Informasi
    • Cekfakta.com
    • info@cekfakta.com
    • Whatsapp di 082176503669
    Copyright © 2023. Designed by Cek Fakta.
    • About
    • LMS
    • Contact

    Type Pencarian Judul Enter to search. Press Esc to cancel.